Monthly Archives: November 2009

Keutamaan Al-Quran

Al-Qur’an nan agung ini adl wahyu Ilahi telah diturunkan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai penerang petunjuk dan pedoman serta rahmat yg kekal abadi sampai hari akhir nanti sekaligus menjadi mukjizat dan bukti kebenaran risalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dimana ketika mu’jizat-mu’jizat sebelumnya sirna ditelan masa musnah digilas perputaran roda zaman terkubur bersama wafatnya para Rasul pembawanya tetapi Al-Qur’an tetap tegak memancarkan nur Ilahi keseluruh persada bumi.

Perputaran dan pergantian waktu yg disertai dgn berubah dan beragamnya keadaan dan watak manusia tak akan melunturkannya wafatnya sang panutan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun tidak memudarkannya. Bahkan serentetan aksi pengingkaran dan penyelewengan serta pengubahan terhadap Al-Qur’an tidak membuatnya kabur sedikitpun. Itulah Al-Qur’an kitab mulia yg kekal keberadaan nya langgeng hukumnya iapun kenyal tetap sesuai dgn segala tempat bangsa dan sepanjang masa.

Betapa sempurnanya Al-Qur’an dgn hukum-hukum dan ajaran-ajaran Ilahi yg tetap aktual dan akurat. Ia berbicara tentang berbagai sudut kehi-dupan tentang aqidah ibadah etika pergaulan sesama manusia dan alam sekitarnya tentang politik ekonomi dan lain sebagainya.

Al-Qur’an satu-satunya kitab yg banyak mengandung keajaiban robbani luar biasa baik itu keindahan susunan kata dan kalimatnya ataupun gaya bahasanya tak ada yg mampu menandinginya sekalipun bangsa arab yg ahli sastera dan retorika bahkan seandainya semua manusia dan jin berkumpul dan saling menolong nicaya tidak akan mampu membuatnya. Banyak kisah-kisah di dalamnya tentang hal-hal masa lalu yg terbukti nyata pada saat sekarang ini.

Betapa agungnya Al-Qur’an dan betapa besarnya kasih sayang Allah Ta’ala kepada kita semua maka diturunkanNya Kitab mulia yg menunjukkan manusia ke jalan yg akan menyelamatkannya sekaligus menganugerahkan keutamaan-keutamaan yg tak terhingga di dalam menelusuri jalan tersebut. Berikut adl berbagai macam keutamaan yg berkenaan dgn membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya.

Keutamaan membaca Al-Qur’an Al-Karim

    • Membaca Al-Qur’an mendatangkan rahmat Allah Ta’ala ” Sesungguhnya orang-orang yg selalu membaca Kitabullah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian rizqinya yg telah kami anugerahkan kepadanya secara diam-diam dan terang-terangan mereka mengharapkan suatu perniagaan yg tiada merugi agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha mensyukuri“. . Sebagian ulama berpendapat bahwa membaca Al-Qur’an itu lbh utama dari pada membaca tasbih tahlil dan dzikir-dzikir lainnya.
      Perumpamaan mukmin yg membaca Al-Qur’an. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam “Perumpamaan seorang mukmin yg membaca Al-Qur’an ialah ibarat buah utrujjah baunya harum dan enak rasanya sedangkan perumpamaan orang mukmin yg tidak membaca Al-Qur’an adl ibarat buah kurma tidak berbau tapi manis rasanya. Adapun perumpamaan orang munafik yg membaca Al-Qur’an ialah bagaikan wewangian baunya harum tapi pahit rasanya sedangkan perumpamaan orang munafik yg tidak membca Al-Qur’an adl bagaikan buah hanzolah tidak berbau lagi pahit rasanya“.
      Pahala membaca Al-Qur’an. Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an dihitung untuknya satu kebaikan dan pahala satu kebaikan adl sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan “Aliif laam miim” itu satu huruf melainkan Aliif satu huruf Laam satu huruf dan Miim adl satu huruf“.
      Al-Qur’an menentukan tinggi atau rendahnya tempat di surga bagi pembacanya. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam “Nanti akan dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an “Bacalah dan naiklah bacalah ia dgn tartil seperti kamu mentartilkan bacaannya sewaktu di dunia. Sesungguhnya tempatmu itu adl berdasarkan ayat terakhir yg kamu baca“.
      Al-Qur’an akan memberi syafa’at kepada pembacanya besok di akherat Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Bacalah selalu Al-Qur’an sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti utk memberi syafa’at kepada para pembacanya“.
      Balasan di akherat bagi orang tua yg anaknya selalu membaca dan mengamalkan Al-Qur’an Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Barangsiapa selalu membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya niscaya Allah akan memakaikan mahkota kepada kedua orang tuanya besok di hari kiamat yg mana cahaya mahkota tersebut lbh indah dari cahaya matahari yg menyinari rumah-rumah dunia. Maka apakah gerangan balasan pahala yg akan dianugerahkan kepada orang yg membaca dan mengamalkan Al-Qur’an itu sendiri? ” .
      Membaca Al-Qur’an secara kontinyu adl termasuk dambaan tiap muslim Oleh krn itu mereka yg tidak sempat atau tidak mampu utk melakukannya akan merasa iri dgn yg lainnya dan inilah iri hati yg dibenarkan agama. Dalam sebuah hadits shahih Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Tidak diperbolehkan iri hati kecuali terhadap dua hal yakni Kepada seseorang yg dianugerahi Allah Al-Qur’an yg selalu ia lakukan siang dan malam dan kepada seseorang yg diberi Allah harta kekayaan yg selalu menafkahkannya siang dan malam“.
      Membaca Al-Qur’an akan men-datangkan ketenteraman ketenangan kedamaian dan rahmat Allah akan selalu menyertainya Rasul Shalllalllahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda “Jika ada sekelompok orang yg berkumpul di salah satu rumah Allah utk membaca dan mempelajari kitabullah maka akan turun kepada mereka ketentraman kedamaian dan dan mereka akan diliputi oleh rahmat serta dikelilingi oleh para malaikat. Dan Allah selalu menyebut mereka di kalangan penduduk langit“.
  • Perlunya mempelajari dan mendalami Al-Qur’an.

    Al-Qur’an adl kitabullah yg suci wahyu Ilaahi yg telah diturunkan Allah kepada Nabi pilihan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia yg mengandung cahaya robani guna menerangi jalan hidup mereka. Allah berfirman “Sesungguhnya Al-Qur’an ini selalu memberi petunjuk kepada jalan yg lurus“. “Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu dan telah Kami turunkan cahaya yg terang benderang “. “Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhan-mu dan penyembuh bagi berbagai macam penyakit dalam dada dan menjadi petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yg beriman“.

    Untuk memperoleh hikmah dari turunnya Al-Qur’an kita perlu memahami nya sehingga mengerti maksud dari tiap ayat yg dikandungnya dgn jalan mempelajarinya utk itu Allah Ta’ala berfirman “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an utk pelajaran maka adakah orang yg mengambil pelajaran?

    Ini adl suatu jaminan mutlak dari Allah Ta’ala yg tidak pernah diberikan kepada kitab-kitab sebelumnya suatu jaminan yg maha tinggi dan sangat berharga tersirat di dalamnya suatu bimbingan bagi mereka yg mengingin kan konsep hidup yg mapan demi meraih kesejahteraan di dunia dan akherat. Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam selaku penerima wahyu Ilahi ini yg telah mengetahui dgn pasti tentang kebenaran Al-Qur’an memerintahkan ummatnya utk selalu mempelajarinya sebagaimana sabdaNya “Bahwasanya Al-Qur’an ini adl hidangan Allah maka belajarlah dari hidanganNya semampu kamu“.

    Mempelajari Al-Qur’an tidak sebatas hanya belajar membaca saja tetapi ter masuk juga memikirkan memahami mendalami dan sekaligus melaksanakan ajaran-ajarannya. Firman Allah Ta’ala “Ini adl sebuah Kitab yg Kami turunkan kepadamu penuh dgn berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yg mempunyai pikiran”. “Maka apakah mereka tidak memper hatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?

    Keutamaan mempelajari dan mendalami Al-Qur’an.

    • Orang yg paling baik adl yg mempelajari Al-Qur’an kemudian mengajarkannya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Sebaik-baik kamu adl orang yg mempelajari Al-Qur’an lantas mengajarkannya“.
      Allah akan meninggikan atau merendahkan derajat suatu kaum lantaran Al-Qur’an. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam “Bahwasanya lantaran Al-Qur’an ini Allah mengangkat derajat suatu kaum dan merendahkan derajat yg lainnya“.
      Orang yg pandai membaca Al-Qur’an dan selalu membacanya akan bersama para malaikat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Orang yg selalu membaca Al-Qur’an dan ia pandai dalam hal itu akan bersama para malaikat yg mulia. Sedangkan orang yg membaca Al-Qur’an dgn terbata-bata dan merasa kesulitan dalam membacanya ia akan mendapatkan dua pahala“.
  • Oleh Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia – Al-Islam

    sumber file al_islam.chm

    Iklan

    Keutamaan Al-Quran & Para Pecinta Al-Quran

    Dinukil dari IHYA ULUMUDDIN karya Imam Al-Ghazali, terjemahan Ahmad Rofi’ Usmani jilid 3 hal 135-137

    Sahabats…
    Marilah kita sama-sama merenungkan hadist dan atsar berikut….

    Nabi SAW bersabda, ” Barangsiapa yang membaca Al-Quran, kemudian berpendapat bahwa ada sesuatu karunia yang lebih utama dari pada yang dikaruniakan kepadanya tersebut, ia telah meremehkan apa yang telah diagungkan oleh Allah SWT.”(HR Thabrani)

    Nabi SAW bersabda, ” Tiada yang memberi syafaat, baik nabi, malaikat, maupun lainnya, yang kedudukannya lebih utama di sisi Allah SWT dari pada Al-Quran.”(HR Thabrani)

    Nabi SAW bersabda,” Andaikan Al-Quran berada di dalam kulit yang tidak disamak, niscaya ia tidak akan disentuh api.” (HR Thabrani)

    Nabi SAW bersabda,” Ibadah umatku yang paling utama ialah membaca Al-Quran.” (HR Abu Na’im)

    Nabi SAW bersabda,” Sungguh, Allah SWT membaca surah Thaa-ha dan surah Yaa-sin sebelum Ia menciptakan makhluk seribu tahun setelahnya. Maka ketika para malaikat mendengarkan Al-Quran, merekapun berkata, ‘Berbahagialah qalbu yang menghafalkan ini ! Berbahagialah lidah yang bertutur dengan ini !’ “ (HR Ad-Darimi)

    Nabi SAW bersabda,” Yang terbaik di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR Bukhori)

    Nabi SAW bersabda,” Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman,’ Barangsiapa yang menggunakan waktunya untuk membaca Al-Quran, sebagai ganti dari berdoa dan memohon kepada-Ku, niscaya Ku-berikan kepadanya pahala paling utama orang-orang yang bersyukur.” (HR Tirmidzi)

    Nabi SAW bersabda,” Pada hari Kiamat kelak di atas bukit kecil dari misik hitam ada 3 kelompok yang tidak mengalami kesulitan akibat kegalauan waktu itu dani tidak terkena hisab amal perbuatan sampai usainya hisab yang dikenakan terhadap orang-orang lain. Mereka itu adalah orang yang membaca Al-Quran karena mengharap ridho Allah dan orang yang menjadi tokoh suatu masyarakat dan masyarakat itu suka kepadanya.”

    Nabi SAW bersabda,” Para pecinta Al-Quran adalah para pecinta Allah dan orang-orang yang diistimewakan-Nya.” (HR An-Nasa’i)

    Nabi SAW bersabda,” Qalbu berkarat bagaikan berkaratnya besi.” Kemudian beliau ditanya,” Wahai Rasulullah, Bagaimanakah cara membersihkannya?” Beliau menjawab,” (Dengan) membaca Al-Quran dan dzikrul maut (mengingat kematian).” (HR Al-Baihaqi)

    Nabi SAW bersabda,” Perhatian Allah SWT kepada pembaca Al-Quran lebih besar dari pada perhatian pemilik penyanyi kepada penyanyinya.”

    Sementara dalam atsar para sahabat dan para ulama, antara lain:

    Abu Umamah al-Bahili berkata,” Bacalah Al-Quran dan janganlah kalian terpedaya oleh mushshaf-mushshaf yang bergantungan ini. Sungguh, Allah SWT tidak menyiksa qalbu yang menjadi tempat bagi yang menjadi tempat Al-Quran.”

    Sementara Ibnu Mas’ud ra. berkata,” Bila kalian menghendaki ilmu pengetahuan bacalah Al-Quran! Sungguh, di dalam Al-Quran terdapat ilmu orang-orang dahulu dan orang-orang terkemudian.”

    Ibnu Mas’ud ra. juga berkata,” Bacalah Al-Quran !! Sungguh, dengan setiap huruf darinya kalian akan Allah karuniai sepuluh kebajikan. Aku tidak mengatakan alif-lam-miim itu satu huruf, sungguh!! tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan miim satu huruf.”

    Nah sahabats, setelah menyadari betapa sangat agungnya Al-Quran tersebut, mari kita prioritaskan mengkaji Al-Quran dalam hidup kita. Kemudian secara bertahap dengan senantiasa memohon bimbingan dan kemampuan dari Allah SWT kita berusaha mengamalkannya, gimana?

    http://serambitashawwuf.blogsome.com/2009/06/17/keutamaan-al-quran-para-pecinta-al-quran/

    <!– –>

    Tawaddu’

    Tawadhu’lah engkau seperti bintang, engkau dapat melihatnya di permukaan air walaupun ia berada tinggi di angkasa. Janganlah engkau seperti asap. Ia terbang tinggi ke angkasa, tetapi pada hakikatnya ia tiada berharga. (syair)

    Pengertian Tawadhu Tawadhu’ lawan dari takabbur.Fudha’il bin iyadh: “Anda tunduk dan patuh kepada kebenaran dan menerimanya dari siapa pun yang mengucapkannya.Ibnul qayim al jauyiah: tawadhu’ adalah mengakui kekuasaan Allah dengan merendahkan diri, tunduk, dan patuh kepadaNya serta menghambakan diri kepadaNya.

    Indikator:

    * mudah mengakui kesalahan dan kekurangan diri *Umar dan wanita

    * mudah menerima nasihat dari siapa pun juga * Umar dan Badui

    * tidak suka menghina orang lain karena kekurangannya * Hujurat:11 * Abu Dzar dan Bilal * Lain2:* Tidak malu pergi ke pasar

    * Tidak suka mencela makanan * Makanlah, bershadaqoh, dan berpakaianlah tanpa berlebuhan dan kesombogan

    Syarat-syarat Tawadhu’

    Tidak semua merendahkan diri itu tawadhu’ dan tidak semua kebanggaan itu sombong

    * tidak menghinakan diri Barang siapa yg menghinakan dirinya dengan sukarela, tanpa terpaksa, maka ia bukanlah dari golonganku (Thabrani)

    * Bangga akan keimanan Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka (48:29)

    * Dalam perang, boleh ‘menyombongkan diri’ terhadap musuh Abu Dujanah dan pedang Pembagian Tawadhu

    * tawadhu kepada khaliq: tidak merasa berhak surga

    * tawadhu kepada Rasul

    * tawadhu kepada Dien. Ibnul qayyim: tawadhu ini mencakup tiga hal: * tdk menyanggah sunnah krn menganngap bertentangan dengan 4 argumen: rasio, analogy, rasa (dzauq), & politik

    * tdk berburuk sangka thd dalil2 agama * tdk mencari jalan utk menyalahi dalil

    * tawadhu kepada sesama manusia Kasih sayang, saling menerima dan memberi nasihat, hormat, hargai. Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku, bertawadhu’lah kalian, sehingga seseorang tidak menyombongkan diri kepada yang lain dan tidak berbuat aniaya kepada yang lain (Muslim)

    Anjuran Tawadhu dan Larangan Sombong Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. (25:63) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri. (as sajdah32:15)

    Ancaman sombong:

    * Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik”. (al ahqaf (46):20)

    * Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. (ash shaffat(37):33-35) * “Maukah kamu kuberitahu tentang penghuni neraka? Yaitu setiap orang yang kasar, angkuh lagi sombong” (Bukhari dan Muslim) Urgensi Tawadhu’

    * Kunci pembuka segala kebaikan Bila rumah adalah kebaikan, maka kuncinya tawadhu’, Adam vs Iblis

    * Contoh mereka yang menolak kebenaran dengan kesombongan: * Iblis 7:12-13 * Kaum Nuh Nuh 71:7 * Kaum ‘Aad 41:15 * Kaum Tsamud 7:75-76 * Kaum Nabi Syu’aib 7:75-7 * Fir’aun dan kroninya Yunus 10:75-6 * Kaum Qurays yang menentang 25:21

    * Memperkokoh ukhuwwah Rasa kasih sayang dan cinta Cara Mengembangkan Sikap Tawadhu’ Teoritis * Mengenal Allah, 22:74 * hakikat diri * mengenal aib diri * merenungkan nikmat Allah: harta, kedudukan, ilmu, fisk, keturunan, dan keshalihan Apikatif * Merenungkan akibat kesombongan dan keutamaan tawadhu’ * Melatih diri melakukan akhlaq tawadu’: Umar dan bejana air * Mewaspadai pujian * Bersama orang2 yg tawadhu. Seseorang akan mengikuti agama shbtnya, maka hendkalha kamu memperhatikan dengan cermat siapa yang menjadi sahabat.(abu Hurairah) * Do’a

    Makna Tazkiyyatunnafs



    Friday, 09 March 2007
    Tazkiyatun Nafs merupakan hal yang penting yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, sudah sepatutnya kita teladani dan kita amalkan. Kajian ini akan menjelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan Tazkiyatun Nafs itu. Kajian akan meliputi definisi dari Tazkiyatun Nafs dan urgensinya.DEFINISI

     

    Secara bahasa, Tazkiyyatun Nafsi berarti membersihkan / mensucikan, atau menumbuhkan / mengembangkan. Sedangkan secara istilah Tazkiyatun Nafs berarti mensucikan hati dari sifat-sifat tercela dan mengisinya dengan sifat-sifat terpuji. Sarana Tazkiyatun Nafs adalah melalui ibadah dan berbagai amal baik. Sedangkan hasilnya adalah akhlak yang baik kepada ALLAH dan pada manusia, serta terpeliharanya anggota badan, senantiasa dalam batas-batas syari’at ALLAH SWT.

    URGENSINYA

    1. Tazkiyyatun Nafsi termasuk hal terpenting yang dibawa oleh para Rasul as. Hal ini sebagaimana yang ALLAH ingatkan dalam firman-Nya berikut ini:

    “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah [2] : 129).

    Di dalam beberapa ayat juga dijelaskan, antara lain pada surat Al-Baqarah [2] ayat 151, surat Ali Imran [3] ayat 164, surat Al-Jumu’a [62] ayat 2, dan surat An-Nazi’at [79] ayat 17 hingga 19.

    Tazkiyyatun Nafsi yang dibawa oleh para Rasul ini adalah melalui:

    • Tadzkiir : Terhadap ayat-ayat ALLAH di setiap ufuk dan dalam diri manusia, terhadap perbuatan ALLAH atas ciptaan-NYA dan terhadap hukuman dan siksaan-NYA.
    • Ta’liim : Mempelajari Kitab dan Sunnah.
    • Tazkiyyah : Membersihkan hati dan memperbaiki tingkah-laku.

    2. Tazkiyyatun Nafsi merupakan tujuan orang beriman.

    Allah SWT berfirman:

    “… di dalamnya ada orang-orang yang cinta untuk senantiasa membersihkan dirinya …” (QS. At-Taubah [9]: 108).

    Di ayat lain Allah SWT juga berfirman:

    “… dan sungguh akan kami selamatkan orang yang paling bertaqwa dari neraka, yaitu orang yang memberikan hartanya karena ingin mensucikan dirinya.” (QS. Al-Lail [92]: 17-18).

    3. Tazkiyyatun Nafsi merupakan parameter kebahagiaan atau kebinasaan.

    Allah SWT berfirman:

    “…sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syam [91]: 9-10).

    4. Tazkiyyatun Nafsi untuk mengenal penyakit zaman dan cara mengobatinya.

    Salah satu penyakit zaman saat ini adalah hilangnya khusyu’, cinta dunia dan takut mati (wahn). Solusinya adalah melalui tarbiyyah Islamiyyah. Dimana dalam tarbiyah tersebut diberikan tadzkiir, ta’liim dan tazkiyyah.

    [sumber: al-ikhwan.net]

    Ulumul Qur’an2

    1

    A. PENGERTIAN ULUMUL QUR’AN
    Ungkapan ulumul qur’an berasal dari bahasa arab yaitu dari kata ulum dan al-qur’an. Kata ulum jamak dari ilmu dan al-qur’an. Menurut Abu syahbah ulumul qur’an adalah sebuah ilmu yang memiliki banyak objek pembahasan yang berhubungan dengan al-qur’an,mulai dari proses penurunan, urutan penulisan,kodifikasi,cara pembaca,penafsiran,nasikh mansukh,muhkam mutashabih serta pembahasan lainnya
    B. SEJARAH TURUNNYA ALQUR’AN DAN PENULISAN ALQUR’AN
    Hikmah diwahyukan alqur’an secara berangsur-angsur adalah al-qur’an diturunkan dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari yaitu mulai dari malam 17 romadhan tahun 41 dari kelahiran nabi sampai 9 dzulhijah haji wada’ tahun 63 dari kelahiran nabi atau tahun 10 H. Proses turunnya ql-quran melalui 3 tahapan yaitu
    1. Al-qur’an turun secara sekaligus dari Allah ke lauh mahfuzh yaitu tempat yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Allah. Dalam firmanya “ Bahkan yang didustakan mereka ialah Al-qur’an yang mulia yang tersimpan dalam lauh al-mahfuzh (Q.S AL-buruuj :21-22)
    2. Al-qur’an diturunkan dari lauh al mahfuzh ke bait Al-Izzah ( tempat yang berada di langit dunia )
    3. Al-qur’an diturunkan dari bait al-Izzah ke dalam hati nabi melalui malaikat jibril dengan cara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. Adakala satu ayat kadang satu surat.
    Disamping hikmah diatas ada hikmah yang lainnya yaitu
    1. Memantapkan hati nabi
    2. Menentang dan melemahkan para penentang Al-qur’an
    3. Memudahkan untuk dihafal dan difahami
    4. mengikuti setiap kejadian yang menyebabkan turunya ayat-ayat al-qur’an dan melakukan penahapan dalam penetapan syari’at
    5. membuktikan dengan pasti bahwa al-qur’an turun dari allah yang maha bijaksana
    Penulisan al-qur’an pada masa Abu Bakar termotivasi karena kekwatiran sirnanya al-qur’an dengan syahitnya beberapa penghapal Al-qur’an pada perang yamamah, Abu bakar melakukan pengumpulan al-qur’an dengan mengumpulkan al-qur’an yang terpencar-pencar pada pelepah kurma,kulit,tulang dan sebagainya
    C. ASBAB AN-NUZUL
    Ungkapan asbab-nuzul merupakan bentuk idhofah dari asbab dan nuzul. Secara etimologi artinya sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya sesuatu. Menurut Az-zargani Asbabuan-nuzul adalah sesuatu yang terjadi serta hubungan dengan turunya ayat Al-qur’an yang berfungsi sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadi.Menurut Az-zargani urgensi asbab an-nuzul dalam mmahami Al-qur’an adalah
    1. Membantu dan memahami sekaligus mengatasi ketidak pastian dalam menangkap pesan ayat-ayat Al-qur’an.
    2. Mengatasi keraguan ayat yang diduga mengandung pengertian umum.
    3. Mengkhususkan hukum yang terkandung dalam ayat al-qur’an bagi ulama yang berpendapat bahwa yang menjadi pegangan adalah sebab yang bersifat kusus.
    4. Mengidentifikasi pelaku yang menyebabkan turunnya ayat al-qur’an.
    5. Memudahkan untuk menghapal dan memahami ayat serta untuk memantapkan wahyu ke dalam hati orang yang mendengarnya.
    D. MUNASABAH AL QUR’AN
    Menurut Manna Al-qathan munasabah adalah sisi keterikatan antara beberapa ungkapan di dalam satu ayat,atau antar ayat pada beberapa ayat atau antar surat dalam al-qur’an. As-Suyuti menjelaskan langkah-langkah yang diperhatikan dalam menemukan munasabah yaitu:
    a. Memperhatikan tujuan pembahasan suatu surat yang menjadi objek pencarian
    b. Memperhatikan uraian ayat-ayat yang sesuai dengan tujuan yang dibahas dalam surat
    c. Menentukan tingkatan uraian-uraian itu apakah ada hubungannya atau tidak
    d. Dalam mengambil keputusan,hendaknya memperhatikan ungkapan-ungkspan dengan benar dan tidak berlebihan
    Macam-macam munasabah;
    1. Munasabah antar surat dengan surat sebelumnya: berfungsi sebagai menyempurnakan surat sebelumnya
    2. Munasabah antara nama surat dan tujuan turunya
    3. Munasabah antar bagian suatu ayat
    4. Munasabah antar ayat yang letaknya berdampingan
    5. Munasabah antara suatu kelompok ayat dengan kelompok ayat disampingnya
    6. Munasabah antara fashilah (pemisah)dan isi ayat
    7. Munasabah antara awal surat dengan akhir surat yang sama
    8. Munasabah antara penutup suatu surat dengan awal surat berikutnya

    makkahE. MAKIYAH DAN MADANIYAH
    “Makiyah ialah ayat – ayat yang diturunkan sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah,kendatipun bukan turun di Mekkah .Madaniyah adalah ayat-ayat yang diturunkan sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah,kendatipun bukan turun di madinah.Ayat-ayat yang turun setelah peristiwa hijrah di sebut Madaniyyah walaupun turun di Mekkah atau Arafah.”
    Ciri-ciri spesifik makiyah dan madaniyah
    1. Makiyah
    a. Di dalamnya terdapat sajadah
    b. Ayat-ayatnya dimulai dengan kalla
    c. Dimulai dengan ya-ayuha an-nas
    d. Ayatnya mengandung tema kisah para nabi dan umat- umat terdahulu
    e. Ayatnya berbicara tentang kisah nabi Adam dan Idris kecuali surat al-baqoroh
    f. Ayatnya dimulai dengan huruf terpotong- potong seperti alif lam mim dan sebagainya
    2. Madaniyah
    a. Mengandung ketentuan-ketentuan faroid dan hadd
    b. Mengandung sindiran-sindiran terhadap kaum munafikkecuali surat al-ankabut
    c. Mengandung uraian tentang perdebatan dengan ahli kitab
    F. MUHKAM DAN MUTASYABIH
    Ayat-ayat muhkam adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui dengan gamblang baik melalui ta’wil ataupun tidak
    Ayat mutasyabih adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui Allah seperti kedatangan kedatangan hari kiamat, kedatangan dajjal.
    Hikmah keberadaan ayat mutasabih dalam Al-qur’an adalah:
    1. Memperlihatkan kelemahan akal manusia.
    2. Teguran bagi orang-orang yang mengotak atik ayat mutasabih.
    3. Memberikan pemahaman abstrak Illahi kepada manusia melalui pengalaman inderawi yang biasa disaksikannya.

    G. QIRO’AT AL-QUR’AN
    Qiro’at adalah ilmu yng mempelajari cara-cara mengucapkan kata-kata al-qur’an dan perbedaan-perbedaannya dengan cara menisbatkan kepada penukilnya.
    Macam-macam qiro’at:
    1. Qiro’at Sab’ah ( Qiro’at tujuh ) adalah imam-imam qiro’at ada tujuh orang, yaitu:
    a. ‘Abdullah bin Katsir Ad-Dari (w.120 H ) dari Mekkah.
    b. Nafi’ bin ‘Abdurrahman bin Abu Na’im (w .169 H ).dari madinah
    c. ‘Abdullah Al-yashibi (w.118 H ) dari Syam
    d. Abu Amar (w.154 H ) dari Irak
    e. Ya’kub (w.205 H ) dari Irak
    f. Hamzah (w.188 )
    g. ‘Ashim (w.127 H )
    2. Qiro’ah Asyiroh adalah qiro’ah sab’ah ditambah dengan 3 imam yaitu: Abu Ja’far, Ya’kub bin Ishaq, kalaf bin hisyam
    3. Qiro’ah Arba Asyiroh (qiro’ah empat belas) yaitu qiro’ah sepuluh ditambah dengan 4 imam yaitu Al-hasan al basri, muhammad bin abdul rohman,yahya bin mubarok,Abu fajr muhammad bin ahmad.
    Dari segi kualitas qiro’ah dapat dibagi menjadi
    1. Qiro’ah Mutawwatir yaitu qiro’ah yang disampakan kelompok orang yang sanatnya tidak berbuat dusta
    2. Qiro’ah Mashur yaitu qiro’ah yang memiliki sanad sahih dan mutawatir
    3. Qiro’ah ahad yaitu memiliki sanad sahih tapi menyalahi tulisan mushaf usmani dan kaidah bahasa Arab
    4. Qiro’ah Maudhu yaitu palsu
    5. Qiroah Syadz Yaitu menyimpang
    6. Qiro’ah yang menyerupai hadist mudroj (sisipan)

    sumber: http://yodisetyawan.wordpress.com/2008/05/02/resume-kajian-ulumul-qur%E2%80%99an/