Monthly Archives: Mei 2009

Mukjizat Al-Qur’an yang terlupakan

alquran

Mukjizat Al-Qur’an

Allah Swt berfirman:
“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al- Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) – dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Al-Baqarah: 23-24)

Begitu tingginya kandungan Al-Qur’an, baik dari sisi tata bahasa, isi, kolerasi dengan ilmu pengetahuan modern dan kesesuaiannya untuk diterapkan dalam setiap kondisi dan zaman, sehingga sampai saat ini, tantangan Allah Swt terhadap semua makhluk, untuk membuat yang semisal satu surat saja dalam Al-Qur’an, baik pendek apalagi panjang, tidak akan pernah ditaklukkan oleh siapa pun. Bahkan hingga hari kiamat kelak.

Seorang Mirza Gulam Ahmad, yang mengaku-ngaku sebagai nabi, untuk membuktikan bahwa dia menerima wahyu dari Tuhan, hanya bisa membajak dan memalsukan ayat-ayat yang terdapat dalam Al-Qur’an dan menambah-nambahnya sesuka hati, sehingga seorang mukmin yang paham Al-Qur’an, pasti tahu bahwa itu hanyalah kebohongan besar atas ayat-ayat Allah Swt. Seperti ungkapannya dalam kitab tadzkirah –kitab suci Ahmadiyah, “Dia-lah yang mengutus rasul-Nya Mirza Gulam Ahmad dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama semuanya.” (Haqiqatul Wahyi: hal. 71). Kutipan ini adalah bajakan dari Al-Qur’an surat Ash-Shaff ayat 9.

bintangSebagai umat islam, sepatutnya kita banyak bersyukur karena memiliki kitab suci yang dijaga kemurniannya hingga hari kiamat kelak, sedikitpun perubahan yang berulang kali diuji cobakan musuh-musuh islam untuk mengubah cetakan Al-Qur’an, pasti ketahuan, karena Allah Swt telah berfirman, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr: 9) Inilah salah satu di antara masih banyak lagi mukjizat Al-Qur’an.

Kalau kita pernah takjub dengan dahsyatnya mukjizat Nabi Musa as membelah lautan dengan tongkatnya, Nabi Ibrahim tidak terbakar dipanggang api, Nabi Isa mampu menghidupkan orang mati dan menyembuhkan berbagai macam penyakit, Nabi Daud bisa melunakkan besi dengan tangan kosong, Nabi Sulaiman dapat menundukkan angin, jin dan para binatang, maka itu belumlah seberapa bila dibandingkan dengan mukjizat Nabi kita Muhamad Saw, sebagai penghulu para nabi dan rasul, terutama dengan mukjizat terbesar beliau berupa Al-Qur’an.

Lalu, mengapa kini kita tidak terbelalak takjub ketika membaca Al-Qur’an, mendengarnya dan memperdengarkannya kepada orang lain? Apakah ada yang salah dengan Mukjizat ini? Mukjizat yang sama –dan tidak pernah akan berubah- dengan yang diturunkan kepada Nabi dan para sahabatnya, yang dapat melunakkan hari keras seorang Umar bin Khaththab ra dari pembenci Islam, menjadi pejuang dan orang terbaik Islam.

Sungguh tidak ada yang salah dengan Al-Qur’an, ia tetaplah Al-Qur’an yang sama dengan yang diturunkan kepada generasi pertama umat ini, yang telah mengubah milyaran manusia tiap zaman untuk menyembah Allah, membawa mereka menjadi umat terdepan di sejarah peradaban manusia. Justru, kitalah yang keliru berinteraksi dengan firman Allah ini. Ibarat anak kecil atau orang bodoh yang diperintahkan mengoperasikan senjata nuklir, tentu ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena tidak mengerti, demikian pula kondisi kita kini. Al-Qur-an yang merupakan senjata mukmin untuk meraih kemenangan di dunia dan akhirat, justru tidak dipahami, hanya dijadikan hiasan dinding, pembuka acara pernikahan, pengantar ta’ziah kematian, bahkan membacanya pun kita masih terbata-bata.

bism007-hOleh karena itu, marilah kita kembali kepada Al-Qur’an, mengingat Nabi kita pernah ber-sabda, “Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selamanya, jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah Al-Qur’an dan Sunah Rasulullah Saw.”

Allah Swt sebagai pencipta kita tentu lebih tahu apa yang harus kita ikuti dan apa yang mesti kita tinggalkan, maka, barang siapa yang mengikuti tuntunan-Nya niscaya ia akan beruntung dan barang siapa berpaling dan mendustakan ayat-ayat-Nya, apalagi tidak mengakuinya, maka bersiaplah memper-tanggung jawabkan keangku-hannya itu di hadapan Tuhan Penguasa seluruh alam, Yang Maha Mengampuni dosa, Menerima Taubat, dan amat pedih siksa-Nya.

“Bacalah Al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat (penolong) bagi orang-orang yang membaca-nya.” (HR. Muslim)

Wallahu a’lam bishshawab.
(Al-Bayan)

Berlomba-lomba Menabung pahala dengan Al-Qur’an

taman

Berlomba-lomba Menabung pahala dengan Al-Qur’an
“…dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”
(Al-Muthaffifin: 26)

Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan, tiap-tiap kebaikan dikalikan sepuluh kebaikan, aku tidak mengatakan alif lam mim satu satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Mari kita merenungkan hadits Rasulullah di atas. Jika seseorang bisa membaca 1 lembar saja dalam satu hari, maka 1 lembar (mushaf utsmani) yang ±700 huruf sama dengan 7.000 kebaikan. Kalau kita menghargai satu kebaikan Allah dengan Rp. 1000,- saja, seperti kita memberi balasan kebaikan seorang tukang parkir yang telah mengarahkan mobil kita, atau seorang pengamen yang bersenandung di hadapan kita, maka sudah 7.000 kebaikan x Rp. 1.000,- sama dengan Rp. 7.000.000,- untuk satu lembar Al-Qur’an yang kita baca. Dan, adakah orang yang mampu membayar kita membaca buku tertentu dalam beberapa menit dengan Rp. 7.000.000,- ?.. Dan alangkah murahnya apabila kita hanya menghargai kebaikan Allah hanya dengan seribu rupiah. Dan itu, hanya untuk beberapa menit waktu yang kita butuhkan untuk membaca satu lembar Al-Qur’an.

Apabila kita istiqamah membaca satu lembar itu setiap hari selama setahun, 7000 kebaikan dikalikan 1 tahun (365 hari) sama dengan 2.555.000 kebaikan Allah Swt, yang telah dijanjikan-Nya bagi orang-orang yang membaca firman-Nya.

uangApabila kita memulainya dari umur 25 thn dan kita diberi umur 60 thn, maka 35 thn x 2.555.000=89.425.000 pahala kebaikan Allah. Jika 2 lembar sehari, maka =178.850.000 tabungan kebaikan, ditambah kemurahan Allah bagi hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Belum lagi bila kita mengajarkannya kepada orang lain, maka setiap pahala yang dia peroleh akan kita terima juga, tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikitpun.

Demikian juga jika kita menjadi sebab orang lain bisa belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, memberi informasi belajar Al-Qur’an, mengajarkan Al-Qur’an, karena Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa mempelopori kebaikan dalam agama Islam, maka baginya pahala kebaikan tersebut dan pahala orang yang mengikutinya sesudahnya, tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikitpun, dan barang siapa mempelopori keburukan, maka baginya dosa perbuatan itu dan dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim)

Oleh sebab itu, mari kita kembali merenungkan keutamaan Al-Qur’an, keutamaan belajar Al-Qur’an, mengajarkannya, dan menyebarkannya bagi saudara-saudara kita, walaupun sekedar informasi belajar Al-Qur’an, di manapun ia berada. Semoga Allah mempermudah langkah-langkah kita menuju kebaikan-kebaikan yang dijanjikan-Nya, amin.
(Al-Bayan)