Berita Dunia islam

Israel Benar-Benar Takut Islam Berkuasa di Mesir

Rabu, 02 Februari 2011

Hidayatullah.com–Pemimpin Israel memperingatkan terhadap kemungkinan munculnya pemerintahan Islam di Mesir. Kemungkinan ini rupanya menjadi ketakutan Israel jika kekuasaan Hosni Mubarak benar-benar terancam.

Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, memperingatkan situasi akan seperti di Iran, jika kelompok Islam menggantikan Mubarak.

Shimon Peres, Presiden Israel juga memperingatkan bahwa “ekstremis”, demikian ia menyebutk kelompok Islam, bisa mengambil keuntungan dari protes yang populer di Mesir untuk mencoba merebut kekuasaan, seolah menutupi kekejaman rezim Mubarak dalam mendholimi aktivis Islam di negeri itu.

Di kutip sebuah koran Israel, Peres, telah bertemu dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang sedang membicarakan kemungkinan dampak perubahan Mesir. Menurut media Israel, tercermin ketakutan Israel bahwa Pemilu yang demokratis di Mesir bisa mendorong naiknya kekuatan kelompok-kelompok Islam yang ramah terhadap Hamas dan organisasi lainnya yang berujung pada permusuhan dengan Israel .

“Dunia sebaiknya belajar dari apa yang terjadi di Gaza, ujar Peres kepada Merkel. Referensi kemenangan Hamass atas kelompok sekuler Fatah dalam pemilihan legislatif Palestina pada 2006.

Kelompok ini kemudian dimasukkan ke dalam pemerintah koalisi dengan Fatah, namun setahun kemudian, Hamas mengusir pasukan Fatah dari Gaza dan sejak itu menguasai daerah-daerah yang dikendalikan. Pengambilalihan mendesak presiden Palestina dan Fatah pemimpin, Mahmoud Abbas, untuk melarutkan persekutuan. Ketegangan antara kedua kelompok sejak meningkat.

“Dunia melihat apa yang terjadi di Gaza ketika pemilihan demokratis terjadi di mana demokrasi yang diberikan Hamas justru tak memberi nilai apapun, “ demikian tuduh Perez, sebagaimana dikutip laman http://www.thenational.ae.

Sebelumnya Netanyahu bahkan terang-terangan kekhawatiran kelompok Islam berkuasa.

“Di tengah kekacauan, sebuah kelompok Islam terorganisir dapat mengambil alih negara. Itu terjadi di Iran dan juga di tempat lain,” kata Netanyahu dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin (31/1).

“Perdamaian antara Israel dan Mesir telah ada selama lebih dari tiga dekade dan tujuan Zionis adalah “untuk memastikan bahwa hubungan itu tetap eksis,” tambah Netanyahu.

Senada dengan Netanyahu, dalam pernyataannya hari Ahad (30/1), Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton telah menunjukkan ketidaksukaan jika Islam yang menang pasca Mubarak.

“Yang tidak kami inginkan adalah ideologi radikal mengambil alih negara yang sangat besar dan penting di wilayah Timur Tengah ini,” kata Hillary Clinton sebagaimana dikuti AP.

Israel (termasuk Amerika) tentu prihatin tentang kemungkinan perubahan rezim di Mesir yang dapat membahayakan perjanjian damai yang ditandatangani antara kedua belah pihak pada tahun 1979. Bagaimanapun, semasa Mubarak, Mesir menjadi sahabat dekat Israel.

Jika kelompok Islam menang, situasi akan berubah. Termasuk merubah peta hubungan antara Mesir dan Palestina. Hal inilah yang kemungkinan tak akan diinginkan Zionis dan Amerika. *

Sumber : thenational.ae/ap/irna
Rep: Thoriq
Red: Cholis Akba

 

Surat Vatikan: Pendeta Cabul Tidak Boleh Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 20 Januari 2011

Hidayatullah.com–Sebuah surat bertahun 1997 dari Vatikan memberikan peringatan kepada para uskup gereja di Irlandia untuk tidak melaporkan semua tersangka kasus pencabulan anak kepada polisi.

Surat yang baru terungkap itu didapat oleh sebuah lembaga penyiaran Irlandia, RTE, dan diteruskan ke Associated Press. Dokumen tersebut menunjukkan penolakan Vatikan atas inisitif gereja Irlandia pada tahun 1996 untuk mulai membantu polisi mengungkap para pendeta fedofil di Irlandia.

Kelompok pembela korban pencabulan menyebut terbongkarnya surat tersebut sebagai “senapan asap” yang diperlukan untuk menunjukkan bahwa gereja benar-benar memaksakan ke seluruh dunia budaya menutup-nutupi kejahatan yang dilakukan para pendeta fedofil.

Ditandatangani oleh  mendiang uskup agung Luciano Storero, diplomat Paus Paulus II untuk Irlandia, surat itu memerintahkan para uskup Irlandia agar tidak melaksanakan kebijakan baru mereka yang akan melaporkan pelaku pencabulan rohaniwan gereja ke polisi karena akan mengubah hukum kanun mereka.

Menurut kanun gereja Katolik, kasus pencabulan yang amoral seperti itu harus ditangani di dalam gereja, dan ketentuan itu wajib diikuti.

Siapapun yang melanggar kanun itu akan mendapatkan posisi “yang sangat memalukan” dengan mempertanggunjawabkan tindakannya di Roma. Demikian surat tersebut menyebutkan.

Para pejabat gereja katolik Irlandia dan Vatikan menolak permintaan konfirmasi atas surat tersebut oleh AP (19/1), yang menurut RTE didapatnya dari seorang uskup Irlandia.

“Jika itu diterapkan di sini berarti juga diterapkan di semua tempat,” kata Colm O’Gorman, direktur Amnesty International di Irlandia, tentang larangan Vatikan untuk melaporkan pendeta pelaku pencabulan ke polisi.

O’Gorman sendiri pernah diperkosa berulang kali oleh seorang pendeta Irlandia di tahun 1980-an saat masih menjadi anak altar. Di pertengahan tahun1990-an dia adalah salah satu korban yang angkat bicara melaporkan pelecehan seks oleh rohaniwan gereja.

Joelle Casteix direktur Survivors Network of Those Abused by Priests di Amerika Serikat menyebut surat itu sebagai “senapan asap”. Selama ini para korban kebejatan pendeta dan pembelanya mencari bukti-bukti bahwa Vatikan sengaja menutu-nutupi kasus pencabulan yang dilakukan rohaniwan gereja. Dan kini bukti itu mereka dapatkan.[di/hrdau/hidayatullah.com]

Rep. Dija
Red. Cholis Akba

Hubungan Gelap Indonesia – Zionis Israel

Thursday, 06 January 2011 13:04
E-mailPrintPDF
Pengakuan Indonesia terhadap negara Israel sangat penting bagi bangsa Zionis itu

Hidayatullah.com–Gagalnya usaha Theodore Herzl, bapak gerakan Zionisme, membujuk Khalifah Abdul Hamid II agar menjual sebagian tanah di Palestina untuk dijadikan sebuah negara Yahudi membuat kaum Yahudi berang.
Mereka sadar, kaum Yahudi tidak akan pernah bisa mendirikan negara Yahudi selama Khilafah Islam masih berdiri. Sejak itu, mereka bergerak membuat makar secara sistematis dan jangka panjang untuk meruntuhkan khilafah. Mulai dari memecah belah persatuan Daulah Islam dengan menebar paham nasionalisme, hingga memunculkan tokoh seperti Mustafa Kemal yang akhirnya menggulingkan khilafah dari dalam. Sejak itu, impian mereka mendirikan negara Yahudi di Palestina terwujud, meski dilakukan dengan cara-cara ilegal, pembantaian, dan pengusiran.
Sebagai negeri dengan penduduk Islam terbesar di dunia, pengakuan Indonesia terhadap negara Israel sangat penting bagi bangsa Zionis itu. Namun hal itu mustahil, karena Indonesia menentang segala bentuk penjajahan. Termasuk penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina.
Menjalin hubungan diplomatik akan sulit dilakukan. Meski demikian, kerjasama rahasia kedua negera telah berlangsung cukup intens. Agar tidak mendapatkan reaksi keras, pendekatan non-politis menjadi pilihan. Yakni melalui kerjasama perdagangan, intelijen, teknologi, dan kemanusiaan -seperti masalah kesehatan. Akankah hal tersebut menjadi langkah gradual Israel untuk mendapatkan pengakuan dari Indonesia? Atau mungkin lebih dari itu.
Berikut temuan Hidayatullah.com tentang aksi Zionisme di negeri ini. Meski tidak membongkar keseluruhan aksi mereka, setidaknya bisa memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang bisa ditelusuri di masa datang:

Lima Tahun Ariel Sharon jadi “Mayat Hidup”

Wednesday, 05 January 2011 06:49
Dr. Shlomo Segev yang merawatnya mengatakan, Sharon berada dalam “keadaan vegetatif statis” dengan kerusakan otak yang parah 

Hidayatullah.com—Hari ini,  tepat lima tahun mantan PM Israel Ariel Sharon koma setelah terserang stroke. Sejak saat itu, mantan politikus dari Likud ini terus tak lepas  dengan alat-alat medis.

November lalu, keluarga Sharon membawanya ke ranch keluarga, namun di sana kondisinya makin tidak stabil. Beberapa hari kemudian keluarganya membawa Sharon kembali ke rumah sakit.

Semenjak koma, mantan penjagal ribuan orang Palestina di  Sabra dan Shatila ini diberitakan bermacam-macam. Ada yang mengatakan kondisinya membaik dan ada pula yang mengatakan dia telah mati. Namun dokter yang merawatnya selalu menyangkal berita tersebut, dengan mengatakan bahwa kondisinya masih tetap dalam keadaan koma meski beberapa kali sempat kritis.

Ariel Sharon dikenal sebagai otak beberapa kali kaus pembantaian warga Palestina. Yang terkenal adalah  pembantaian  Sabra Shatila tidak akan pernah  16 dan 18 September 1982  yang menelan ribuan warga sipil Palestina dan Libanon. Pembantaian ini dilakukan pasukan Israel dibantu oleh kelompok Phalangis Kristen Libanon.

Bulan Agustus 2005, media Israel mengabarkan bahwa Ariel Sharon dalam keadaan takut yang luar biasa, karena mendapat ancaman dari kelompok ekstrimis Yahudi yang menentang penarikan mundur sekitar 8.000  Yahudi Israel dari Jalur Gaza. Koran Israel Maariv melaporkan bahwa meskipun Sharon memiliki pengawal pribadi, tapi dia suka menyimpan pistol sekalipun ketika tidur.

Beberapa pembaca turut memberikan komentar tentang kondisi terakhir Ariel Sharon. “Mungkin dia dipindah ke bagian neraka yang paling dalam,” tulis pembaca bernama Wissam dari Palestina. Maureen dari Australia menimpali komentar tersebut, “Bahkan neraka tidak menginginkan Sharon, si penjahat perang.”

September 2009, ketika kabar bahwa kondisi Ariel Sharon membaik, kepada Jerusalem Post Dr. Shlomo Segev yang merawatnya mengatakan bahwa Sharon berada dalam “keadaan vegetatif statis” dengan kerusakan otak yang parah dan dalam keadaan koma. Namun, kondisi komanya tidak terlalu mendalam, sehingga ia masih bisa membuka mata atau melihat obyek benda dan mengikuti pergerakannya. Segev juga menyatakan dirinya tidak bisa memperkirakan berapa lama lagi kondisi seperti itu akan berlanjut, sebelum akhirnya Sharon mati.[rnw/hid/hidayatullah.com]

Jumlah Pemeluk Islam di Inggris Meningkat Selama 10 Tahun ini

Tuesday, 04 January 2011 14:18
E-mailPrintPDF

Menurut Faith Matters, setiap tahun,  sedikitnya 5.000 orang memeluk Islam di Inggris

Hidayatullah.com—Jika bukan atas takdir Allah, ini mungkin tak pernah terjadi. Meski semenjak tragedi 11 September banyak kaum Muslim di seluruh dunia ikut menjadi korban, namun dampak yang begitu mencengangkan, orang yang tertarik Islam semakin meningkat. Contohnya adalah di Inggris.

Harian The Independent, Selasa 4 Januari 2011, berdasarkan survei beberapa badan sensus di kerajaan itu menunjukkan, jumlah pemeluk Islam di Inggris meningkat dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. Ribuan warga di Inggris setiap tahunbahkan dikabarkan mempelajari Islam dan selanjutnya menjadi mualaf.

Menurut Faith Matters, sebuah badan pemikir Islam di Inggris memperkirakan jumlah warga Inggris yang pindah keyakinan menjadi Muslim sejak satu dekade silam telah mencapai 100.000 orang.

Mereka terdiri dari badan swasta mandiri, karena badan sensus pemerintah Inggris tidak memiliki data apakah seseorang memeluk agama sejak lahir atau pindah agama.

Kabarnya, angka itu jauh lebih besar dibanding proyeksi sebelumnya, yaitu antara 14.000 sampai 25.000 jiwa. Setiap tahun, menurut badan ini, sedikitnya 5.000 orang menjadi mualaf.

Sementara itu suatu lembaga survei di Skotlandia mengungkapkan bahwa pada 2001, diperkirakan terdapat 60.699 warga Inggris beragama Muslim. Badan ini memperkirakan sebanyak 5.200 warga pindah ke Islam dalam setahun. Sedangkan menurut penelitian di Jerman dan Prancis, diperkirakan angka pemeluk Islam di Inggris setiap tahunnya adalah 4.000 orang.

Survei beberapa badan tersebut menunjukkan perbedaan jumlah. Namun, Direktur Faith Matters, Fiyaz Mughal, mengatakan bahwa perbedaan angka ini biasa terjadi karena menghitung jumlah umat yang berganti agama itu sangat sulit.

“Laporan ini adalah perkiraan angka yang terbaik berdasarkan jumlah sensus, data pemerintahan lokal, dan survei di mesjid-mesjid,” ujar Mughal.
Menariknya, penggambaran terhadap Islam serung negatif, ditambah beberapa pemerintahan di Eropa terus melakukan pengawasan ketat terhadap kaum Muslim,  justru tak menyurutkan ribuan orang Inggris dilaporkan ingin memeluk agama ini setiap tahunnya.

Menurut  Mughal,  justru di situlah  salah satu pemicu banyaknya orang ingin memeluk Islam. Banyak dari para pemeluk penasaran dengan apa itu Islam dan mulai mempelajarinya.

“Warga tertarik untuk mencari tahu apa itu Islam dan ketika mereka menemukan kenyataan yang berbeda dari yang mereka kira, sebagian tidak peduli namun sebagian lagi menyukai apa yang mereka temukan dan memeluknya,” ujar Mughal.

Menurut data pemerintah Inggris, sekitar dua juta warga beragama Islam atau tiga persen dari total populasi. Umat Islam merupakan kelompok jemaah non-Kristiani terbesar di Inggris.

Salah satu muallaf itu adalah Laura (22).  Ia mengubah namanya menjadi Uddin Aisyah saat memeluk Islam. Kini ia telah menutup auratnya, aktif belajar agama dan hadits.  Ia bahkan mengatakan bangga telah menjadi Islam.  “Saya bangga menjadi seorang Muslim,” ujarnya kepada BBB. [bbc/viv/cha/hidayatullah.com]

Mesir Jegal Masuknya Satu Juta Dolar Untuk Gaza

KAIRO (Berita SuaraMedia) – Otoritas Mesir telah mencegah kapal konvoi Asia yang membawa bantuan kemanusiaan dan aktivis dari mencapai Jalur Gaza.

Kapal itu tidak diizinkan berlabuh di pelabuhan Mesir, El Arish.

Kapal yang merupakan bagian dari misi bantuan pro-Palestina itu dikatakan membawa delapan aktivis dan suplai bantuan senilai satu juta dolar untuk Jalur Gaza.

“Mesir masih tidak membolehkan kapal bantuan untuk berlabuh. Ini sudah 50 jam,” ujar aktivis pada hari Senin (3/1), menekankan bahwa mereka berada dalam situasi yang buruk.

Konvoi yang juga dikenal sebagai Asia untuk Karavan Solidaritas Gaza atau Asia1 ini diikuti oleh para aktivis dari 18 negara.

Kapal tersebut sudah menempuh perjalanan melalui Pakistan, Iran, Turki, dan Libanon. Mereka terpaksa tinggal di Syiria selama satu minggu, menunggu otorisasi Kairo untuk berlabuh di pelabuhan El Arish.

Aktivis mengatakan bahwa mereka ingin menunjukkan solidaritas dengan rakyat Palestina dalam perlawanan mereka terhadap penjajahan Israel.

Palestina mengatakan bahwa Kairo bekerjasama dengan Tel Aviv untuk meningkatkan tekanan pada Gaza dengan menolak untuk mengizinkan konvoi bantuan mencapai wilayah itu.

Bulan Januari lalu, polisi anti huru-hara Mesir melukai 55 orang di pelabuhan dalam bentrokan dengan aktivis dari konvoi Viva Palestina – sebuah misi yang diorganisir oleh yayasan Inggris bernama sama.

Menyusul ketegangan itu, Kairo menuduh anggota misi melakukan tindak kejahatan di negaranya dan melarang semua konvoi bantuan tujuan Gaza untuk menggunakan teritorinya.

Sementara itu, sekelompok mahasiswa Iran berkumpul di depan kantor perwakilan Mesir di Teheran pada hari Senin (3/1) dengan tujuan memprotes kelanjutan kebijakan Mesir yang mencegah konvoi kemanusiaan dari mencapai wilayah pantai tersebut.

Mereka juga menyerukan pada pemerintah Mesir untuk bekerjasama dengan konvoi bantuan Asia dan menyediakan jalan masuk ke Gaza bagi aktivis bantuan. (rin/pv) www.suaramedia.com

2011 Memudarnya Harapan Rakyat

Tidak seindah warna kembang api, yang berwarna-warni, diujung akhir tahun 2010. Jutaan orang melihat kembang api dengan takjub. Sebagai tanda pergantian tahun. Di Ancol, Monas, Bundaran HI, orang berduyun, menyaksikan malam pergantian tahun Masehi. Mereka bersuka cita, meniupkan terompet, bernyanyi, dan bertepuk tangan. Penuh kegembiraan.

Tetapi, usai pesta kembang api, dan kembali ke rumah masing-masing, mereka akan dihadapkan kehidupan yang nyata. Mereka akan mendapatkan kehidupan yang sebenarnya. Mereka akan menghadapi kepahitan hidup. Kehidupan mereka tidak seindah warna kembang api, yang usai mereka saksikan.

kembang api

Mereka kembali menghadapi kehidupan yang terpuruk. Kehidupan yang tidak ramah. Inilah sejatinya yang akan dihadapi rakyat.

Ada faktor-faktor yang menyebabkan memudarnya harapan rakyat Indonesia, yang selama ini masih menaruh harapan. Diantaranya :

1. Lemahnya kemampuan Presiden SBY dalam melakukan pengelolaan negara, terutama dibidang politik, sehingga masalah-masalah yang sangat peka dan strategis menjadi berarut-larut. Presiden SBY juga tidak tegas terhadap masalah pelanggaran hukum, yang dilakukan oleh para penegak hukum. Sehingga, negara semakin amboradul, dan korupsi tidak lagi dapat dikontrol, karena adanya keterlibatan para penengak hukum. Usaha menegakkan sebuah pemerintah yang disebut ‘good governance’, seperti hanya menjadi ilusi. Lebih-lebih adanya kecenderungan masalah hukum sudah terkait dengan masalah politik. Adanya ‘mutual simbiosa’ antara pengusaha dengan penguasa, mengakibatkan penegakkan hukum menjadi mandul.

2. Pergolakan antara para pemimpin partai politik, semakin nampak, khususnya tercermin di dalam Setgab. Koalisi antara partai-partai politik yang mendukung Presiden SBY, kian hari bertambah rapuh, karena adanya konflik kepentingan yang sem akin menyeruak. Tidak dapat lagi solid dalam mendukung pemerintah. Ini menambah semakin semrawut pemerintahan SBY.

Masing-masing fihak sudah ancang-ancang untuk 2014 nanti. Dengan berbagai manuver politik yang mereka lakukan. Secara ekplisit partai-partai sudah mulai ramai mengajukan calonnnya untuk calon presiden di tahun 2014 nanti. Sehingga, nasib rakyat yang sudah terpuruk, tak lagi mendapatkan perhatian serius. Partai-partai politik menomor-satukan kepentingan mereka, yaitu mendapatkan kekuasaan yang akan datang. Meskipun, pemerintah SBY baru menginjak tahun kedua.

3. Ekonomi akan mengalami kontraksi yang serius akibat kenakan harga BBM di tingkat internasional. Di mana sekarang ini harga minyak mentah dipasaran dunia, sudah mencapai $ 100/perbarel. Sementara itu, di APBN harga minyak dipatok hanya $ 65 dolar/parebarel. Minyak untuk kebutuhan dalam negeri seluruh di import, sehingga dengan demikian, harga minyak import itu, sangat ditentukan harga minyak dipasaran dunia.  Dengan kenaikan harga minyak yang terus melambung itu, pasti akan menggerus APBN, dan meningkatkan defisit. Pemerintah akan mengambil jalan pintas, tak lain, hanya dengan cara menaikkan harga minyak. Dengan kenaikan harga minyak dalam negeri itu, pasti akan menambah beban rakyat, yang sekarang ini sudah berat.

4. Pertumbuhan ekonomi nasional tidak akan dapat melampaui dari 5-6 persen setahun. Sekalipun pemerintah optimis, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 7-8 persen/pertahun. Karena kondisi ekonomi dunia terus memburuk. Terutama ekonomi di AS. Di mana Indonesia mempunyai tingkat ketergantungan kepada negeri Paman Sam yang sangat tinggi. Terutama eksport Indonesia masih sangat tergantung kepada AS. Dengan kondisi seperti itu, Indonesia sulit diharapkan ekonomi akan tumbuh lebih besar, dan dapat menyerap tenaga kerja. Ini hanya akan memperpanjang daftar penganggur di Indonesia.

5. Gagalnya dalam melakukan reformasi terhadap birokrasi di Indonesia. Ini juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Indonesia tidak dapat kompetitip dalam menghadapi persaingan global. Birokrasi di Indonesia cenderung menjadi sangat ‘feodal’, dan tidak mendukung adanya pembaharuan yang diperlukan bagi Indonesia menuju negara yang maju, dan kompetitip bagi masa depan Indoensia.

Dengan lima faktor yang ada 2011 ini, tidak memberikan optimisme bagi rakyat Indonesia. Khususnya konflik kepentingan diantara partai-partai politik, yang salng melakukan intrik, dan melancarkan manuver politik, yang menyebabkan Indonesia menjadi sangat rentan.

Dibagian lainnya, masalah yang menyebabkan menghilangnya ekspetasi (harapan) rakyat, sangat jelas, Presiden SBY tidak memiliki keseriusan dalam menangani kasus-kasus hukum yang ada. Semuanya itu faktor yang palinhg determinan adalah aparat penegak hukum yang sudah bobrok.

Inilah yang menyebabkan harapan rakyat semakkin pudar, dan pesimis melihat tahun 2011, yang akan datang. Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s