Category Archives: Kesehatan Islami

10 Makanan Penghilang Stres

SAAT pekerjaan, dan tekanan hidup terasa hilang kendali, akan sangat mudah bagi Anda untuk mengonsumsi junk food, serta menjalani pola makanan tidak sehat lainnya. Tapi, tahukah Anda tindakan itu sebenarnya salah?

Ketika dalam kondisi stres, tubuh sebenarnya membutuhkan vitamin dan mineral lebih banyak untuk tetap bekerja secara optimal.
Berikut beberapa daftar makanan yang dapat mengurangi stres dan mampu menambah energi serta menjaga suhu tetap stabil, dilansir dari Health24.

1. Pisang

Kandungan potassium pada pisang, mampu mengurangi ketegangan.

2. Bayam dan brokoli

Kandungan vitaminnya yang kaya mampu mengisi kembali vitamin yang berkurang akibat stres.

3. Susu dan yoghurt

Tinggi kalsium dan vitamin B, yang akan membantu menguatkan tulang dan sangat penting untuk urat-urat syaraf tubuh. Baik juga untuk menstabilkan mood.

4. Ikan tuna dan ikan kembung

Kaya asam lemak omega-3 yang membantu menjaga kesehatan jantung dan mempertahankan kestabilan adrenalin, baik juga untuk ingatan.

5. Kacang

Kandungannya mampu menstabilkan mood dan menangkal radikal bebas dan penyakit jantung.

6. Blueberries

Antioksidannya mampu menangkal radikal bebas dan melindungi tubuh dari stres.

7. Ayam dan kalkun

Sumber asam amino tryptophan yang membantu menenangkan pikiran dan menenangkannya, dan membantu mereka berelaksasi dan tidur lebih baik. Kandungan protein juga menstabilkan gula darah dan mengurangi stres.

8. Jeruk

Kandungan vitamin C menjaga sistem imun tubuh untuk berfungsi baik saat stres. Vitamin C juga antioksidan yang sempurna.

9. Buah aprikot kering

Kaya akan magnesium, pembasmi alami stres dengan menyehatkan urat syaraf dan merelaksasi otot.

10. Biji-bijian

Kandungan vitamin B-Complex, mineral, protein dan serat ditemukan pada biji-bijian. Semua kandungan tersebut mampu mengurangi stres dan meningkatkan konsentrasi. Baik juga untuk mempertahankan kadar energi. (okezone.com)

 

Tidur dengan Lampu Menyala Tingkatkan Risiko Diabetes

AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

Boston, Mematikan lampu saat tidur malam tidak hanya menghemat tagihan listrik, tetapi juga baik untuk kesehatan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tidur dalam kondisi kamar terang benderang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Joshua Gooley, ahli kesehatan dari Harvard Medical School di Boston. Dalam eksperimen yang dilakukan  5 hari berturut-turut tersebut, Gooley melibatkan 116 partisipan berusia antara 18-30 tahun.

Para partisipan dibagi menjadi 2 kelompok, salah satunya dikondisikan untuk berada di ruangan yang terang benderang selama 8 jam sebelum tidur. Kelompok yang lain ditempatkan di ruangan yang lebih redup dengan durasi yang sama yakni 8 jam.

Hasil pemeriksaan sampel darah yang diambil tiap 30 menit menunjukkan produksi hormon melatonin turun 50 persen pada partisipan yang berada di ruangan terang. Hormon ini mengatur jam biologis yang berhubungan dengan siklus antara tertidur dan terbangun.

Selain memicu rasa kantuk, melatonin juga berhubungan dengan beberapa jenis penyakit serius. Reseptor melatonin yang terletak di saraf disebut-sebut bisa meningkatkan risiko kanker dan diabetes tipe 2 jika aktivitasnya berkurang.

“Hasil penelitian ini memberikan dampak besar bagi pekerja malam yang terpapar cahaya sepanjang malam lalu tidur siang saat matahari bersinar terang,” ungkap Gooley seperti dikutip dari Healthday, Senin (17/1/2011).

Meski demikian, Gooley belum bisa menjelaskan dengan pasti hubungan antara aktivitas reseptor melatonin dengan peningkatan risiko kanker dan diabetes. Mekanisme yang menyebabkan keduanya saling berhubungan baru akan diungkap dalam penelitian Gooley selanjutnya.

 

Ciri-ciri orang yang hatinya tidak sehat

Posted on Januari 5, 2011 by purwatiwidiastuti

Beberapa tahun lalu aku melayani klien, seorang owner perkebunan di Jawa Barat, orangnya gagah dan terlihat fashionable. Satu yang aku cermati, perutnya buncit, seperti kebanyakan pria sukses…apa hubungannya ya….Namun saat, kami terlibat lebih jauh dalam pekerjaan, suatu saat beliau pernah menyampaikan kalau sedang menjalani pengobatan Hepatitis C…deg…jantungku rasanya berhenti berdetak sesaat…bukankah itu penyakit hati yang merenggut nyawa Cak Nun idolaku ya.

Beda orang beda pula cara pengobatan, kalau Cak Nun melakukan tranplantasi hati di China sebagaimana Dahlan Iskan, maka klienku ini menjalani terapi melalui sebuah pondok pesantren. Aku tidak akan membahas perbedaan cara pengobatan penyakit hati, baik hepatitis ataupun yang lainnya.

Disini aku akan menyampaikan ciri-ciri orang yang hatinya tidak sehat ataupun kotor, yaitu:

  1. Terdapat lingkaran gelap di bawah mata
  2. Buang air besar (BAB) tidak teratur, biasanya tidak setiap hari
  3. Terjadi masalah pada kulit, seperti kulit kering, gatal, eksim, jerawat, psoriasis, dan lainnya
  4. Perut kembung, penuh gas dan terjadi gangguan percernaan setelah makan
  5. Menimbulkan bau badan dan mulut yang tidak enak
  6. Merasa lelah, lemah, lesu dan depresi
  7. Perut buncit

Memang tidak semua orang yang berperut buncit lalu mempunyai penyakit hati, namun setidaknya apabila mempunyai satu diantara ciri-ciri diatas kita leboh berhati-hati. Menjaga hati tidak selalu membutuhkan tenaga dan biaya yang besar koq, dengan meminum satu gelas temulawak sekali seminggu secara rutin, insya allah hati kita akan bersih terhindar dari kekotoran ataupun pelemakan.

 

Mengobati Penyakit Jantung Cara Nabi

Abu Dawud meriwayatkan bahwa Sa’ad mengatakan : ”Pada suatu waktu, saya terserang penyakit dan Rasulullah saw. Datang menjengukku lalu meletakan tangan beliau di tengah-tengah dadaku, sampai jantungku terasa dingin. Beliau lalu bersabda: ”Engkau mengeluhkan jantungmu, cobalah datangi Abu Kaladah dari suku Thaqif, karena dia mengetahui tentang obat. Biarkan dia mengambil tujuh buah kurma dari Madinah, gilinglah dengan biji-bijinya kemudian pergunakan itu untuk obatmu.”

Kurma pada umumnya, kurma kering khususnya, terutama sekali dari Madinah memiliki manfaat yang banyak sekali dan khusunya amat efektif dalam mengobati jantung. Menggunakan tujuh buah kurma merupakan keutamaan yang hanya di dapat melalui wahyu.

Dalam shahih Bukhari Muslim diriwayatkan bahwa Sa’ad bin Abu Waqas berkata,”Rasulullah saw bersabda: ”Siapa saja yang memakan tujuh buah kurma dari daerah Al-Aliah ketika dia bangun di waktu pagi maka tidak ada satupun racun atau sihir akan membahyakannya pada hari itu.”

Kurma itu hangat pada tahap kedua dan kering di tingkat pertama. Kurma itu merupakan makanan sehat, terutama sekali bagi mereka yang makanan hariannya mengandung kurma, seperti orang-orang madinah. Kurma adalah kenis makanan paling baik bagi penduduk dari negeri-negeri panas dan agak panas, lebih-lebih lagi bagi penduduk dari daerah dingin yang pada dasarnya mempunyai temperatur tinggi. Sementara yang tinggal di daerah panas mempunyai temperatur lebih dingin.

Kurma adalah jenis buah-buahan yang mengandung nilai gizi yang tinggi dan berguna dalam hal pengobatan penyakit. Menggunakan tujuh buah kurma mempunyai makna spirituil dan materil yang sangat penting. Allah telah menciptakan tujuh lapis langit, tujuh lapis bumi, tujuh hari dalam seminggu, dan membuat makhluk (manusia) melalui tujuh tahapan. Juga, Allah membuat Tawaf tujuh putaran dan Sa’i juga tujuh balikan antara Safa dan Marwa. Juga Jamarat dilakukan dengan masing-masing melemparkan tujuh buah batu kerikil dan takbir pada shalat Ied dilakukan tujuh kali. Sebagai tamzat, Nabi saw. Mengatakan tentang anak-anak kecil,”Perintahkanlah anak-anak untuk shalat ketika mencapai tujuh tahun.”

Allah telah telah pula mengirimkan angin perusak pada kaum ’Ad selama tujuh malam berturut-turut. Allah mengumpamakan orang yang berderma seperti biji gandum yang tumbuh dengan tujuh tangkai dan masing-masing mempunyai seratus biji. Jumlah tujuh memiliki makna yang penting sekali dan hanya Allah sajalah yang mengetahui sepenuhnya hikmah yang terkandung di dalamnya.

Hadits yang menyatakan keutamaan kurma ini menunjukan bahwa buah ini amat bermanfaat untuk kesehatan manusia. Seandainya saja Hipocrates atau Galinus yang mengeluarkan pernyataan ini (hadits .red) maka para dokter dan pakar nutrisi akan berlomba – lomba untuk mempopulerkan buah kurma. Oleh sebab itu, maka hendaklah umat muslim, khususnya para ahli gizi atau pakar kesehatan sudah memulai menganjurkan buah kurma ini, karena jelas-jelas Rasulullah saw. menyatakan berbagai manfaat yang terkandung di dalamnya.

Kurma bukanlah hanya makanan orang Timur Tengah saja (khususnya orang Arab), tapi hendaknya menjadi bagian dari makanan kita sehari-hari. Saat ini kurma mudah di dapat, mengapa pula kita tidak mau atau enggan mengkonsumsinya. Kita lebih senang mengkonsumsi makanan yang hanya enak di mulut dan mengeyangkan, tanpa memperhatikan apakah dia bermanfaat atau tidak untuk sel tubuh kita atau organ tubuh. Seringkali kita mengkonsumsi makanan –makanan yang didalamnya banyak mengandung zat-zat membahayakan dalam waktu yang akan datang seperti perasa, pengawet, pewarna sintetis.

Insya Allah dengan mengkonsumsi buah kurma ini kita akan mendapatkan kesehatan dan jauh dari gangguan penyakit (jantung dan sihir) dan selain daripada itu kita telah mencoba untuk mengikuti apa yang di contohkan oleh Rasul dan para sahabat, karena kita mengetahui bahwa Rasulullah orang yang pandai menjaga kesehatan dengan salah satu buah kesukaannya yaitu kurma. (Pengobatan Menurut Petunjuk Nabi;Ibnu Qoyyim)

Lihat juga Peluang bisnis Islami di:
http://www.facebook.com/photo.php?pid=108514&id=100001233460565#!/home.php?sk=mynotes

Tahajjud dan Kesehatan

Pada saat seseorang menggelar sajadah untuk menunaikan shalat tahajud, ia berada dalam kondisi layaknya orang yang melakukan meditasi dan relaksasi. Jika kita pernah mendengar lirik lagu Tombo Ati yang didendangkan budayawan kondang Emha Ainun Nadjib bersama kelompok musik Kiai Kanjeng, tahajud disebut sebagai salah satu pengobat hati. Sebab shalat sunah yang ditunaikan di keheningan malam itu, mengantarkan orang yang menunaikannya menjadi lebih dekat dengan Allah. Hati yang dekat dengan Tuhannya adalah hati yang damai.

Orang yang rindu tahajud adalah orang yang mempunyai kadar keikhlasan lebih. Ia rela untuk menghentikan kelelapan tidurnya dan bersimpuh pada Sang Khalik. Alquran memuji mereka dengan menyebutnya sebagai orang-orang yang menjauhkan lambungnya dari tempat peraduan.

Tahajud diketahui sebagai ibadah yang ditunaikan pada malam hari, saat setiap orang mengistirahatkan tubuhnya dari kelelahan aktivitas di siang hari. Banyak kalangan menyatakan bahwa idealnya masa tidur di malam hari adalah enam hingga delapan jam. Tidur di malam hari akan memberikan energi baru bagi seseorang untuk melakukan aktivitasnya di pagi hingga siang hari.

Namun kemudian muncul sebuah pendapat lain dari seorang ilmuwan bernama Ray Meddis. Ia menyatakan bahwa masa tidur yang sempurna hanyalah tiga hingga empat jam setiap harinya. Seseorang akan mengalami deep slep sekitar tiga hingga empat jam saja. Tentu seorang Muslim mampu memanfaatkan sisa masa tidur itu untuk memadu cinta dengan Tuhannya, melalui shalat tahajud.

“Bangunlah untuk shalat di malam hari kecuali sedikit daripadanya. Yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Alquran dengan perlahan-lahan.” (Al-Muzammil [73]: 2-4).

Seorang ilmuwan Muslim asal Mesir, Fadhlalla Haeri, menyatakan bahwa ayat tersebut memberikan panduan bagi muslim untuk mencapai keseimbangan. Di sisa masa istirahatnya, tiga jam masa efektif tidur malam, maka ia pun semestinya bangun untuk menjalankan aktivitas yang bermanfaat. Bangun di waktu malam adalah salah satu aktivitas yang memberikan manfaat.

ia menambahkan, pada saat itu energi did lam tubuh seseorang berada dalam kondisi rndah. Selain itu, medan refleksi juga begitu bersih. Dalam tradisi India, kondisi seperti itu disebut sebagai tahap pembentukan kesadaran yang terjadi pada titik energi ketujuh atau cakra mahkota. Dampaknya, akan meningkatkan intuisi seseorang dan kesadaran diri untuk mampu mengendalikan emosi negatif.

Menurut Haeri, pada saat seseorang menggelar sajadah untuk menunaikan shalat tahajud, ia berada dalam kondisi layaknya orang melakukan meditasi dan relaksasi atas kelenjar pineal. Ini akan menspiritualkan intelektual sesorang disertai dengan kemampuan personal untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah serta menjalin hubungan yang harmonis dengan sesamanya.

Tak hanya itu, pada saat matahari terbenam, kelenjar pineal mulai bekerja dan memproduksi hormon melatonin dalam jumlah besar dan mencapai puncaknya pada pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari. Hormon inilah yang kemudian menghasilkan turunan asam amino trytophan dalam jumlah besar pula.

Tahukah Anda? Tahajud menjadi sarana untuk mempertahankan melatonin dalam jumlah yang stabil.

Hormon melatonin akan membentuk sistem kekebalan dalam tubuh dan membatasi gerak pemicu tumor seperti estrogen. Haeri mengungkapkan bahwa pada masa kanak-kanak melatonin yang ada di dalam tubuh berjumlah 120 picogram. Namun jumlah tersebut akan semakin menurun pada usia 20 30 tahun. Selain secara alamiah, pengurangan jumlah melatonin di dalam tubuh juga diakibatkan adanya pengaruh eksternal, seperti: tidur larut, medan elektromagnetik, dan polutan kimia misalnya pestisida, yang pada akhirnya menyebabkan penyakit tekanan darah tinggi dan sakit kepala. Pada titik tertentu bahkan menyebabkan turunnya sistem kekebalan tubuh.

Kafein yang terkandung di dalam kopi, teh hitam, dan soda tertentu juga akan menyebabkan kemampuan antioksidan melatonin berkurang. Keadaan ini akan membahayakan sel-sel tubuh saat seseorang tengah terjaga. Dengan demikian, kata Haeri, yang harus menjadi perhatian adalah bukan kuantitas tidur seseorang untuk memberikan kebugaran pada tubuh, tetapi justru kualitas tidur. Tiga jam adalah waktu yang cukup untuk itu.

Tahajud tidak hanya memberikan pengaruh pada posisi melatonin. Gerakan ibadah di sepertiga malam terakhir ini juga memberikan pengaruh tertentu pada tubuh. Setidaknya, pada saat berdiri tegak dan mengangkat takbir secara tidak langsung akan membuat rongga toraks dalam paru-paru membesar. Ini akan menyebabkan banyak oksigen yang masuk ke dalamnya. Ada kesegaran yang dirasakan ketika seseorang dapat menghirup udara segar ke dalam paru-parunya di keheningan malam itu. Pada saat sujud, seluruh berat dan daya badan dipindahkan sepenuhnya pada otot tangan, kaki, dada, perut, leher, dan jari kaki. Proses ini dilakukan berulang-ulang sesuai jumlahrakaat shalat tahajud yang kita lakukan.

Setelah oksigen masuk ke dalam paru-paru, oksigen diedarkan ke seluruh tubuh dengan lancar karena adanya pergerakan otot selama ruku’ dan sujud. Selain itu, dalam shalat seseorang juga melakukan gerakan duduk di antara dua sujud dan tahiyat yang menyebabkan adanya gerakan tumit, pangkal paha, jari tangan, jari kaki, dan lainnya. Tentu peredaran oksigen akan menjadi lancar.

Sumber: http://tahajudcallmq.wordpress.com