Category Archives: Motivasi

Ciri Orang Besar Memulai Perubahan

dakwatuna.com – Pagi  yang indah selalu dihadirkan Allah SWT untuk
kita yang memiliki keterpautan hati dan bisa merasakan betapa besar
Cinta-Nya pada hambanya. Mata yang masih bisa melihat Keindahan itu,
udara yang masih bisa kita hirup, aliran darah dan denyut nadi yang
masih bisa kita rasakan, menunjukkan jika kita masih diberi eksistensi
oleh-Nya.  Rasulullah SAW yang melihat umatnya dari syurga
Firdaus-Nya, mendoakan kita yang tak kenal letih memperjuangkan
risalah dakwah untuk kejayaan Islam di Bumi Allah ini. Semoga kelak
kita semua dikumpulkan bersama Baginda Rasul dan para keluarga serta
sahabat.
Terkadang kita ini terlalu banyak menggunakan waktu, tenaga, dan
pikiran untuk sesuatu di luar diri kita. Juga terlalu banyak energi
dan potensi kita untuk memikirkan selain diri kita, baik itu merupakan
kesalahan, keburukan, maupun kelalaian. Namun ternyata sikap kita yang
kita anggap kebaikan itu tidak efektif untuk memperbaiki yang kita
anggap salah. Banyak orang yang menginginkan orang lain berubah, tapi
ternyata yang diinginkannya itu tak kunjung terwujud. Kita sering
melihat orang yang menginginkan Indonesia berubah. Tapi, pada saat
yang sama, ternyata keluarganya ‘babak belur’, di kampus tak disukai,
di lingkungan masyarakat tak bermanfaat. Itu namanya terlampau muluk.
Jangankan mengubah Indonesia, mengubah keluarga sendiri saja tidak
mampu. Banyak yang menginginkan situasi negara berubah, tapi kenapa
merubah sikap adik saja tidak sanggup. Jawabnya adalah: kita tidak
pernah punya waktu yang memadai untuk bersungguh-sungguh mengubah diri
sendiri. Tentu saja, jawaban ini tidak mutlak benar. Tapi jawaban ini
perlu diingat baik-baik.  Siapa pun yang bercita-cita besar,
rahasianya adalah perubahan diri sendiri. Ingin mengubah Indonesia,
caranya adalah ubah saja diri sendiri. Betapapun kuatnya keinginan
kita untuk mengubah orang lain, tapi kalau tidak dimulai dari diri
sendiri, semua itu menjadi hampa. Setiap keinginan mengubah hanya akan
menjadi bahan tertawaan kalau tidak dimulai dari diri sendiri. Orang
di sekitar kita akan menyaksikan kesesuaian ucapan dengan tindakan
kita.
Boleh jadi orang yang banyak memikirkan diri sendiri itu dinilai
egois. Pandangan itu ada benarnya jika kita memikirkan diri sendiri
lalu hasilnya juga hanya untuk diri sendiri. Tapi yang dimaksud di
sini adalah memikirkan diri sendiri, justru sebagai upaya sadar dan
sungguh-sungguh untuk memperbaiki yang lebih luas.  Perumpamaan yang
lebih jelas untuk pandangan ini adalah seperti kita membangun pondasi
untuk membuat rumah. Apalah artinya kita memikirkan dinding,
memikirkan genteng, memikirkan tiang yang kokoh, akan tetapi
pondasinya tidak pernah kita bangun. Jadi yang merupakan titik
kelemahan manusia adalah lemahnya kesungguhan untuk mengubah dirinya,
yang diawali dengan keberanian melihat kekurangan diri.
Pemimpin mana pun bakal jatuh terhina manakala tidak punya keberanian
mengubah dirinya. Orang sukses mana pun bakal rubuh kalau dia tidak
punya keberanian untuk mengubah dirinya. Kata kuncinya adalah
keberanian. Berani mengejek itu gampang, berani menghujat itu mudah,
tapi, tidak sembarang orang yang berani melihat kekurangan diri
sendiri. Ini hanya milik orang-orang yang sukses sejati.  Orang yang
berani membuka kekurangan orang lain, itu biasa. Orang yang berani
membincangkan orang lain, itu tidak istimewa. Sebab itu bisa dilakukan
oleh orang yang tidak punya apa-apa sekali pun. Tapi, kalau ada orang
yang berani melihat kekurangan diri sendiri, bertanya tentang
kekurangan itu secara sistematis, lalu dia buat sistem untuk melihat
kekurangan dirinya, inilah calon orang besar.
Mengubah diri dengan sadar, itu juga mengubah orang lain. Walaupun dia
tidak berucap sepatah kata pun untuk perubahan itu, perbuatannya sudah
menjadi ucapan yang sangat berarti bagi orang lain. Percayalah,
kegigihan kita memperbaiki diri, akan membuat orang lain melihat dan
merasakannya. Memang pengaruh dari kegigihan mengubah diri sendiri
tidak akan spontan dirasakan. Tapi percayalah, itu akan membekas dalam
benak orang. Makin lama, bekas itu akan membuat orang simpati dan
terdorong untuk juga melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Ini
akan terus berimbas, dan akhirnya semakin besar seperti bola salju.
Perubahan bergulir semakin besar.
Jadi kalau ada orang yang bertanya tentang sulitnya mengubah keluarga,
sulitnya mengubah anak, jawabannya dalam diri orang itu sendiri.
Jangan dulu menyalahkan orang lain, ketika mereka tidak mau berubah.
Kalau kita sebagai ustadz, atau kyai, jangan banyak menyalahkan
santrinya. Tanya dulu diri sendiri. Kalau kita sebagai pemimpin,
jangan banyak menyalahkan bawahannya, lihat dulu diri sendiri seperti
apa.  Kalau kita sebagai pemimpin negara, jangan banyak menyalahkan
rakyatnya. Lebih baik para penyelenggara negara gigih memperbaiki diri
sehingga bisa menjadi teladan. Insya Allah, walaupun tanpa banyak
berkata, dia akan membuat perubahan cepat terasa, jika berani
memperbaiki diri. Itu lebih baik  dibanding banyak berkata, tapi tanpa
keberanian menjadi suri teladan.  Jangan terlalu banyak bicara. Lebih
baik bersungguh-sungguh memperbaiki diri sendiri. Jadikan perkataan
makin halus, sikap makin mulia, etos kerja makin sungguh-sungguh,
ibadah kian tangguh. Ini akan disaksikan orang.
Membicarakan dalil itu suatu kebaikan. Tapi pembicaraan itu akan
menjadi bumerang ketika perilaku kita tidak sesuai dengan dalil yang
dibicarakan. Jauh lebih utama orang yang tidak berbicara dalil, tapi
berbuat sesuai dalil. Walaupun tidak dikatakan, dirinya sudah menjadi
bukti dalil tersebut. Mudah-mudahan, kita bisa menjadi orang yang
sadar bahwa kesuksesan diawali dari keberanian melihat kekurangan diri
sendiri. Jadi teringat  kutipan kata bijak dari sebuah buku seperti
ini:
Jadilah kau sedemikian kuat sehingga tidak ada yang dapat mengganggu
kedamaian pikiranmu
Lihatlah sisi yang menyenangkan dari setiap hal
Senyumlah pada setiap orang
Gunakanlah waktumu sebanyak mungkin untuk meningkatkan kemampuanmu
sehingga kau tak punya waktu lagi untuk mengkritik orang lain
Jadilah kau terlalu besar untuk khawatir dan terlalu mulia untuk
meluapkan kemarahan
Satu-satunya tempat dimana kita dapat memperoleh keberhasilan tanpa
kerja keras adalah hanya dalam kamus.
Di awal tahun, awal bulan dan awal minggu (Jum’at adalah awal minggu
bagi umat Islam), ayo kita semua mulai memperbaiki diri. Suatu karya
besar selalu diciptakan oleh orang-orang yang berfikir besar. Namun
perubahan besar pasti dimulai dari satu langkah kecil, dan itu dimulai
dari diri kita masing-masing.
Wallahualam bishowab

Iklan

52 Kebiasaan Orang Sukses

Sukses bermula dari mental. Anda bisa saja miskin namun jika Anda yakin bahwa Anda bisa sukses, maka itulah yang akan Anda raih. Demikian juga sebaliknya, jika seseorang terlahir kaya, namun tidak memiliki mental sukses, maka kelak ia pun bisa jatuh melarat.

Tak peduli apa pun yang menjadi profesi kerja Anda sekarang, apakah karyawan rendahan atau bos sekalipun, Anda bisa meraih sukses dengan mengembangkan 50 kebiasaan sukses ini. Namun, ingat juga bahwa ukuran kesuksesan bukanlah uang, melainkan mental puas itu sendiri.
1.Carilah dan temukan kesempatan di mana orang lain saat orang lain gagal menemukannya.
2.Orang sukses melihat masalah sebagai bahan pembelajaran an bukannya kesulitan belaka.
3.Fokus pada solusi, bukan berkubang pada masalah yang ada.
4.Menciptakan jalan suksesnya sendiri dengan pemikiran dan inovasi yang ada.
5.Orang sukses bisa merasa takut, namun mereka kemudian mengendalikan dan mengatasinya.
6.Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga menegaskan kualitas pikiran dan emosional yang positif.
7.Mereka jarang mengeluh.
8.Mereka tidak menyalahkan orang lain, namun mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.
9.Mereka selalu menemukan cara untuk mengembangkan potensi mereka dan menggunakannya dengan efektif.
10.Mereka sibuk, produktif, dan proaktif, bukan luntang-lantung.
11.Mereka mau menyesuaikan diri dengan sifat dan pemikiran orang lain.
12.Mereka memiliki ambisi atau semangat.
13.Tahu benar apa yang diinginkan.
14.Mereka inovatif dan bukan plagiat.
15.Mereka tidak menunda-nunda apa yang ada.
16.Mereka memiliki prinsip bahwa hidup adalah proses belajar yang tiada henti.
17.Mereka tidak menganggap diri sempurna sehingga sudi belajar dari orang lain.
18.Mereka melakukan apa yang seharusnya, bukan apa yang mereka mau lakukan.
19.Mereka mau mengambil resiko, tapi bukan nekat.
20.Mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan segera.
21.Mereka tidak menunggu datangnya keberuntungan, atau kesempatan. Merekalah yang menciptakannya.
22.Mereka bertindak bahkan sebelum disuruh/ diminta.
23.Mereka mampu mengendalikan emosi dan bersikap profesional.
24.Mereka adalah komunikator yang handal.
25.Mereka mempunyai rencana dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan.
26.Mereka menjadi luar biasa karena mereka memilih untuk itu.
27.Mereka berhasil melalui masa-masa berat yang biasanya membuat orang lain menyerah.
28.Mereka tahu apa yang penting bagi mereka dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa.
29.Mereka memiliki keseimbangan. Mereka tahu bahwa uang hanya alat, bukan segalanya.
30.Mereka paham betul pentingnya disiplin dan pengendalian diri.
31.Mereka merasa aman karena mereka tahu mereka berharga.
32.Mereka juga murah hati dan baik hati.
33.Mereka mau mengakui kesalahan dan tidak segan untuk minta maaf.
34.Mereka mau beradaptasi dengan perubahan.
35.Mereka menjaga kesehatan dan performa tubuh.
36.Mereka rajin.
37.Ulet
38.Mereka terbuka dan mau menerima masukan dari orang lain.
39.Mereka tetap bahagia saat menghadapi pasang surut kehidupan.
40.Mereka tidak bergaul dengan orang-orang yang salah/ merusak.
41.Mereka tidak membuang waktu dan energi emosional untuk sesuatu yang di luar kendali mereka.
42.Mereka nyaman bekerja di tempat yang ada.
43.Mereka memasang standar yang tinggi bagi diri sendiri.
44.Mereka tidak mempertanyakan mengapa mereka gagal namun memetik pelajaran dari itu semua.
45.Mereka tahu bagaimana harus rileks, menikmati apa yang ada, dan mampu bersenang-senang dalam kecerobohan sekalipun.
46.Karir mereka bukanlah siapa mereka, itu hanyalah pekerjaan.
47.Mereka lebih tertarik pada apa yang efektif ketimbang pada apa yang mudah.
48.Mereka menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.
49.Mereka menyadari bahwa mereka bukan hanya makhluk hidup belaka, namun juga makhluk rohani.
50.Mereka melakukan pada yang mereka katakan.
51. Mereka fokus pada tujuan.
52. Mereka Pribadi Yang Disenangi.
Jadi, apakah ada beberapa kebiasaan yang sudah menjadi bagian dari hidup Anda saat ini?! Jika ada, kembangkan itu, dan tambahkan peluang sukses Anda dengan melakukan yang lain.
Ingat, sukses bukanlah milik orang yang tidak pernah gagal, melainkan milik orang yang tidak pernah menyerah
Sumber: http://juandry.blogspot.com/2009/12/50-kebiasaan-orang-sukses.html

The Intelligent Entrepreneur: Cara Anak Sekolahan Membangun Usaha

Wednesday, 19 January 2011 10:32
E-mail Print PDF

Usaha tak hanya untuk mencari uang, ketika usaha mencapai sukses,  kemerdekaan (freedom) untuk berbuat  menjadi yang lebih utama

Oleh: Muhaimin Iqbal

Tulisan kali ini saya sarikan dari buku yang berjudul The Intelligent Entrepreneur karya Bill Murphy Jr. ( Henry Hold  & Co LLC, New York 2010). Bill Murphy yang juga wartawan Washington Post ini memotret bagaimana lulusan-lulusan sekolah business terbaik di dunia – Harvard Business School (HBS) – membangun usahanya dari nol.

Untuk karyanya tersebut, Bill mewancarai sejumlah professor di HBS dan juga tiga contoh lulusannya yang menonjol baik ketika di kampus maupun ketika terjun sebagai entrepreneur.

Tiga lulusan HBS yang dijadikan case study di buku ini adalah Marc Cenedella pendiri Theladders.com  –yaitu  recruitment yang fokus pada orang-orang yang bergaji tinggi (US$ 100,000 +/tahun), Christopher Michel pendiri Military.com– yang menjalin membership dari 30 jutaan warga Amerika yang terkait dengan kegiatan militer, dan Marla Beck yang bersama suaminya Berry Back mendirikan BlueMercury – suatu jaringan spa dan retail produk-produk kecantikan kelas atas di seluruh Amerika.

Intelligent Entrepreneur

Dari seluruh wawancara dengan para professor HBS dan para lulusannya yang berhasil mengimplementasinya apa-apa yang dipelajarinya selama di kampus tersebut, Bill Murphy menyimpulkan benang merahnya dalam bentuk 10 rules yang membuat mereka sukses.

1) Make The Commitment

Rata-rata lulusan sekolah business terbaik seperti HBS tersebut diatas langsung mendapatkan gaji yang sangat baik ketika mereka memasuki dunia kerja. Maka sebagian menikmati dunia kerjanya dan tetap menjadi pegawai sampai pensiun dengan penghasilan yang terus membesar.

Sebagian lain yang mempunyai commitment untuk membangun usaha dari awal, lengkap dengan pasang surutnya usaha dari waktu kewaktu inilah yang akhirnya membedakan mereka dengan rekan-rekannya se-kampus.

2) Find a Problem, Then Solve It

Usaha tidak dimulai dari solusi, tetapi dari problem – kebanyakan orang keliru disini. Bila Anda seorang web developer handal misalnya – Anda mengira bahwa dengan mudah Anda bisa membuat bisnis berbasis web. Ada yang memang bisa, tetapi sebagian terbesarnya tidak bisa.

Ketiga lulusan HBS tersebut tidak satu-pun yang mendalami IT, namun mereka pandai meng-identifikasi problem kemudian memberinya solusi – yang antara lain berbasis IT.

3) Think Big, Think New, Think Again

Begitu banyak bisnis yang dilahirkan oleh keterbatasan wawasan para pendirinya. Keunggulan para lulusan sekolah bisnis seperti HBS ini adalah wawasan yang luas yang mereka peroleh dari para professor mereka ketika masih di kampus, yang kemudian diteruskan dengan budaya membaca, meriset, mengkaji, menganalisa dlsb. dari berbagai perkembangan dunia bisnis terkini.

Terus mengasah pikiran dengan hal-hal yang baru amat sangat diperlukan di dunia bisnis di era informasi seperi sekarang ini.

4) You Can’t Do It Alone

Sepandai-pandai Anda, tidak mungkin Anda bisa membangun usaha besar tanpa melibatkan orang lain. Maka recruitment team inti yang memang bener-bener competent di bidangnya – juga menjadi salah satu kunci keberhasilan usaha.

Untungnya para lulusan dari sekolah bisnis seperti HBS adalah jaringan alumninya yang sangat luas di berbagai perusahaan top dunia. Ini sangat membantu para lulusannya untuk membentuk team inti yang bener-bener berkelas.

5) You Must Do It Alone

Meskipun banyak sekali  pekerjaan yang harus ditangani secara team, ada pula yang harus Anda dapat lakukan sendiri terutama ketika usaha baru mulai.  Maka tidak perduli Anda lulusan terbaik dari sekolah bisnis terbaik sekalipun, ketika mulai usaha – Anda harus benar-benar mau terjun dan mendalami bidang usaha yang Anda pilih.

Passion Anda pribadi dibidang usaha yang Anda pilih tersebut-lah yang nantinya sangat dominan berperan  dalam mengarahkan kapal usaha Anda – kemana kapal hendak berlayar.

6) Manage Risk

Sikap dasar manusia sebenarnya tidak mau menanggung risiko, namun bidang usaha apapun yang Anda tempuh – pasti ada risikonya pada tingkatannya sendiri-sendiri. Menjauhi risiko sama sekali berarti Anda tidak akan melangkah kemana-mana, jadi yang diperlukan adalah kemampuan mengelola risiko.

Kemampuan memilah dan memilih risiko, mana yang memang harus  dihindari, mana yang bisa diperhitungkan dan ditanggung dlsb, akan ikut berperan penting sejauh mana Anda dapat mengembangkan usaha Anda.

7) Learn To Lead

Lulusan dari sekolah bisnis terbaik seperti HBS sekalipun tidak otomatis mampu memimpin team-nya, maka setiap (calon) pengusaha harus mau dan mampu belajar memimpin teamnya di lapangan.

8) Learn To Sell

Ironinya menurut buku ini adalah di sekolah bisnis seperti HBS ternyata tidak ada secara khusus materi sales dalam perkuliahannya.  Materi sales hanya ‘terbawa’ dalam berbagai mata kuliah lainnya seperti entrepreneurship dan marketing.

Padahal sales adalah ujung tombak di setiap jenis usaha apapun yang akan Anda tekuni. Maka bidang apapun yang Anda pilih dan sebesar apapun usaha yang hendak Anda bangun, Anda harus mampu menguasai teknik-teknik sales yang bisa jadi sangat spesifik dengan bidang usaha Anda.

9) Persist Persevere, Prevail

Untuk rules yang kesembilan ini, kita punya satu istilah yang lebih pas yaitu istiqomah. Perjalanan usaha tidak selamanya mulus, maka dari waktu ke waktu Anda sebagai pendiri usaha harus mampu bertahan dan mengatasi segala persoalan yang muncul.

Usaha tidak akan pernah bisa besar dan berumur panjang bila pendirinya sendiri tidak mampu bertahan dan mengatasi segala macam persoalan yang terbawa oleh perjalanan usaha.

10) Play The Game For Life

Usaha tidak hanya untuk mencari uang, ketika usaha Anda telah mencapai sukses seperti yang dicapai tiga lulusan HBS tersebut diatas – ternyata uang bukan lagi menjadi yang utama.  Kemerdekaan (freedom) untuk berbuat sesuatu dan rasa aman (security) ternyata menjadi yang lebih utama.

Bagi kita umat Islam, pencapaian sukses usaha ini juga menjadi penting sebagaimana hadits dari Amru bin Ash : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seseorang kepadaku agar mengatakan, “Bawalah pakaian dan senjatamu, kemudian temuilah aku.” Maka aku pun datang menemui beliau, sementara beliau sedang berwudlu. Beliau kemudian memandangiku dengan serius dan mengangguk-anggukkan (kepalanya). Beliau lalu bersabda: “Aku ingin mengutusmu berperang bersama sepasukan prajurit. Semoga Allah menyelamatkanmu, memberikan ghanimah dan dan aku berharap engkau mendapat harta yang baik.” Saya berkata, “Wahai Rasulullah, saya tidaklah memeluk Islam lantaran ingin mendapatkan harta, akan tetapi saya memeluk Islam karena kecintaanku terhadap Islam dan berharap bisa bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Maka beliau bersabda: “Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba yang Shalih.” (HR. Ahmad).

Bila kita bisa sukses berusaha, maka insyaAllah kitapun bisa berbuat sesuatu yang nyata untuk ikut mencegah kelaparan, mengatasi kemiskinan dan membangun kemakmuran untuk bangsa dan umat ini. Maka tidak ada salahnya kita belajar hal-hal yang baik dan sistematis dari yang telah membuktikannya.

Kunjungi juga artikel lain yang menarik, update, memotivasi, luar biasa dan menyegarkan di:

https://belajarcepatbacaalquranalbayan.wordpress.com

http://marketingbuku2alitishom.wordpress.com

“Kalimat hikmah (perkataan yang baik/bijaksana) adalah senjatanya orang mukmin, dimanapun ia mendapatkannya maka dia lebih berhak untuk mengambilnya.” (HR. Tirmidzi/Ibnu Majjah).

Penulis adalah direktur GeraiDinar.com

Cerita Dua Butir Telur

Dua butir telur sedang berdiskusi mau jadi apa mereka kelak.

Telur pertama berkata, “Aku ingin menjadi tiram… yang hanya diam saja dalam air dan makanan akan datang dengan sendirinya seiring dengan arus laut.”

Telur kedua tidak sependapat, “Aku ingin menjadi seekor elang yang bebas kemana pun dia ingin pergi dan bebas mengambil keputusan serta menentukan jalan hidupnya sendiri.”

Impian mereka pun menjadi menjadi kenyataan, telur pertama menjadi seekor tiram, telur kedua menjadi seekor elang. Namun, alam tidak berkata demikian. Arus laut yang terjadi tidak membawakan mereka makanan. Akhir cerita tiram itu mati karena kelaparan sedang elang itu tetap bisa hidup. Tiram tidak mau bersusah payah mengambil keputusan dan inisiatif, juga tidak mau bertanggung jawab terhadap siapa pun akhirnya mati terbawa arus lautan itu sendiri. Sedangkan seekor elang tidak harus mengikuti arus angin, tapi bisa mengatur dan kadang kala melawan arus angin ketika mencari makan.

Sahabat,
Hidup memang penuh pilihan. Dari cerita dua butir telur tadi…kita bisa memilih, ingin menjadi tiram yang cuma pasrah dan merasa puas dengan keadaan sekarang…atau seekor elang yang bebas menentukan hidupnya dan pergi kemana saja dia suka.

Kalau ingin seperti elang, kenapa tetap bermimpi menjadi tiram? Seorang pemenang akan berkata “Memang tidak mudah…tapi BISA!!!” Tapi seorang pecundang akan berkata “Memang bisa… tapi tidak mudah.”

https://belajarcepatbacaalquranalbayan.wordpress.com

http://marketingbuku2alitishom.wordpress.com

10 ciri orang yang berpikir positif

10 ciri orang yang berpikir positif

Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang ‘beredar’ di kepala kita, tak banyak yang tahu.
Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.

1. Melihat masalah sebagai tantangan. Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang    terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.

2. Menikmati hidupnya. Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak    berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.

3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide. Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan    membuat segala sesuatu lebih baik.

4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak. ‘Memelihara’ pikiran negatif lama-   lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan    masalah.

5. Mensyukuri apa yang dimilikinya. Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya

6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu. Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu,    mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.

7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan. Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah,    mereka ini jelas bukan penganutnya.

8. Menggunakan bahasa positif. Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti “Masalah itu pasti    akan terselesaikan,” dan “Dia memang berbakat.”

9. Menggunakan bahasa) tubuh yang positif. Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan    tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan    ‘hidup’.

10. Peduli pada citra diri. Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.

by salamah