Monthly Archives: Juni 2011

Polemik Klub Istri Patuh Suami

Kelompok Islam di Malaysia Global Ikhwan kembali mengagetkan pemberitaan baik di Malaysia maupun Indonesia. Setelah sebelumnya mendeklarasikan klub Poligami, maka yang terbaru adalah dilaunchingnya Klub Istri Patuh Suami, yang salah satu visi utamanya adalah kesiapan melayani suami di atas ranjang.

Penggagas klub tersebut berpendapat bahwa urusan ‘ranjang’ dapat menyembuhkan masalah sosial seperti pelacuran dan perceraian dengan mengajar perempuan untuk tunduk dan patuh pada suami serta menjaga mereka bahagia di kamar tidur. Rohayah Mohamad, salah satu pendiri klub, secara terbuka menyatakan : “Seks adalah tabu dalam masyarakat Asia. Kami telah mengabaikannya dalam  pernikahan kita, tapi semua urusan rumah tangga berpulang pada urusan ranjang. Seorang istri yang baik adalah pekerja seks yang baik kepada suaminya. Apa yang salah dengan menjadi pelacur untuk suami Anda?”.(Republika online 7/6)

Untuk menjawab pertanyaan dalam judul di atas, setidaknya beberapa hal bisa kita bahas dengan sederhana, yaitu : seputar ketaatan istri, urusan seks dalam keluarga dan pemaknaan atau pengistilahan pelacur itu sendiri.

Pertama : Kepatuhan atau Ketaatan Istri
Jika kita melihat dari sisi ini, maka sesungguhnya yang dilakukan oleh Klub Istri Patuh adalah sesuatu yang positif, dalam arti gerakannya adalah mengingatkan kembali sekaligus upaya meningkatkan ketaatan istri kepada suami.  Hal ini menjadi begitu penting khususnya di jaman ini, dimana banyak para istri yang sukses memainkan peran di luar rumah. Penghasilan take home pay para istri pun terkadang lebih banyak dari suami. Belum lagi dengan kehadiran media sosial yang berpeluang menambah ‘kerenggangan’ antar suami istri. Maka atas dasar itu semua, seluruh upaya untuk meningkatkan ketaatan pada suami sungguh layak untuk diapresiasi.
Persoalan kepatuhan istri dalam Islam merupakan hal yang harus selalu diusahakan dan diupayakan. Gambaran hadits Rasulullah SAW berikut ini cukup menggambarkan penekanan hal ini, beliau bersabda : “Seandainya aku suruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku suruh seorang istri sujud kepada suaminya.” (HR Abu Daud dan Al-Hakim).

Meski demikian, kepatuhan seorang istri tidak boleh diartikan kebebasan seorang suami untuk berlaku sewenang-wenang kepada istrinya. Bahkan sebaliknya, ukuran kebaikan dalam Islam salah satunya adalah akhlak mulia seorang suami kepada istrinya. Rasulullah SAW bersabda : “Orang terbaik dan kalian ialah orang yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku orang terbaik dan kalian terhadap keluarganya.” (HR Ath-Thabrani).

Kedua : Urgensi Masalah Seks dalam Rumah Tangga.
Jika kita meneliti angka statistika penyebab perceraian di manapun, maka salah satu penyebab yang sering mencuat adalah karena permasalahan seksual. Ragam rinciannya pun beragam, dari mulai ketidakpuasan salah satu pihak, atau keterpaksaan salah satu pihak, bahkan lebih jauh lagi karena kebutuhan seksual tidak terpenuhi dengan baik sehingga mencari kepuasan di tempat yang lain.

Barangkali titik inilah yang dijadikan starting point bagi Klub Istri Patuh di Malaysia, yaitu sebagai bentuk riil menghindari ketidakpuasan suami atas pelayanan suami. Maka salah satu agenda unggulan adalah : siap melayani sang suami dan memberikan layanan yang optimal dalam masalah ranjang. Jika kita menilai dari sisi ini, maka yang dilakukan klub Istri Patuh sungguh layak untuk diapresiasi dengan baik. Ajaran Islam yang mulia sejak awal meminta para istri untuk menyiapkan diri melayani suami agar stand by 24 jam, tentu saja bukan atas nama eksploitasi seks namun langkah pencegahan agar suami terpuaskan dan tidak terbersit sekalipun untuk jajan di luar.  Dua hadits berikut ini menjelaskan dengan begitu gamblang tentang makna di atas:

Rasulullah SAW bersabda : “Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, kemudian istrinya tidak datang kepadanya, dan suaminya pun marah kepadanya pada malam itu, maka istrinya dilaknat para malaikat hingga pagi harinya.” (Muttafaq Alaih).

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk memenuhi kebutuhannya, hendaknya si istri mendatanginya meski ia sedang berada di dapur.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i)

Dari isyarat hadits di atas, sesungguhnya menjadi sebuah kewajiban sekaligus kemuliaan bagi istri saat siap sedia melayani sang suami. Pada saat itu sang istri tengah melakukan anjuran agama 100%, bukan sedang menjalankan perbuatan nista bak seorang pelacur.

Ketiga : Masalah Penyebutan Pelacur bagi sosok Istri
Pertanyaan penting berikutnya adalah: apakah penyebutan istilah pelacur bagi istri adalah suatu yang baik atau tidak ? dan apakah sudah sedemikian penting atau mendesak ?.  Satu jawaban logis yang coba saya tangkap, jika yang dimaksudkan istilah pelacur ini adalah istri diminta untuk berhias dengan optimal khusus bagi suaminya di dalam kamar, dengan maksud tujuan untuk meningkatkan gairah sang suami, maka hal ini juga termasuk hal yang baik-baik saja dan bukan hal yang tercela. Anjuran Islam dalam hal ini pun begitu jelas : “Wanita (istri) terbaik ialah jika engkau melihat kepadanya, ia menyenangkanmu. ” (HR Muslim dan Ahmad).

Namun jika semua hal di atas kemudian melegalkan penyebutan pelacur bagi seorang istri, maka sungguh hal ini perlu dipertimbangkan matang-matang. Karena istilah pelacur sendiri begitu merendahkan kehormatan dan kemuliaan wanita secara umum, apalagi wanita sholihat. Dalam Islam seorang istri yang sholihah diberikan panggilan yang mulia yaitu : sholihat, qonitat dan hafidhot. Firman Allah Ta’ala, “Maka wanita-wanita yang shalihah ialah wanita-wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (An-Nisa’: 34).

Bahkan dalam riwayat hadits pun, seorang istri sholihat diibaratkans sebagai perhiasan dunia yang terbaik. Rasulullah SAW bersabda :“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim). Maka apakah sebutan-sebutan mulia itu dengan mudah kita hapus dengan label pelacur atas nama kebaikan juga ? Mari kita berpikir ulang sebelum benar-benar menganggukkan kepala.
Terakhir, pelabelan istilah pelacur dalam Islam, tidak pernah dimaksudkan untuk menyebutkan wanita yang sholihah atau dengan tujuan dan alasan positif, namun justru untuk menyebutkan wanita yang melakukan penyimpangan, sebagaimana gambaran sebuah hadits : “Perempuan manapun yang menggunakan parfum, kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium bau wanginya, maka dia adalah seorang pezina”. (HR Ahmad).

Semoga bermanfaat dan salam optimis.

sumber: http://www.indonesiaoptimis.com

Umar bin Khottob : Kekuatan dan Kemewahan

Dr. Ali Shollaby, pakar sejarah lulusan Universitas Omdurman Sudan, yang sangat produktif menuliskan buku sejarah dan tokoh Islam, menuliskan sebuah cerita dalam kitabnya “ Umar bin Khottob”.

“Suatu ketika Amirul Mukminin Umar bin Khottob datang mengunjungi Syam, pada saat itu yang ditunjuk menjadi gubernur Syam adalah Muawiyah bin Abi Sufyan. Saat pertama kali berjumpa, Umar mendapati Muawiyah sedang menaiki seekor kuda yang sangat mewah. Muawiyah segera turun dari kuda mewahnya saat mengetahui ada Umar di hadapannya, dan tergopoh-gopoh berjalan menuju Umar dan memberi salam. “ Assalamu’alaikum ya Amiirul Mukminin”. Namun Umar berlalu begitu saja dan tidak memperdulikan Muawiyah sama sekali. Umar tidak menjawab salam dan terus berjalan. Muawiyah pun terus mengejar Umar yang sedang mengendarai onta. Karena Muawiyah bertubuh agak gempal, maka ia pun terengah-engah.

Abdurrahman bin Auf yang melihat hal tersebut pun merasa kasihan dan berkata pada Umar : Wahai Amirul Mukminin, engkau telah membuatnya kepayahan, mengapa tidak menanggapinya ? Lalu Umar pun akhirnya menoleh ke arah Muawiyah dan mengatakan, “ Wahai Muawiyah, benar engkau pemilik kuda mewah yang aku lihat tadi ? “

Muawiyah menjawab, “ benar wahai amirul mukminin “

Umar berkata, “ dengan ketatnya penjagaanmu dan  adanya orang-orang miskin di depan pintumu ? (engkau melakukan hal itu .. ) “

Muawiyah tertunduk kembali , “ benar wahai amirul mukminin … “

Umar berkata kembali dengan lebih tegas, “ Celaka engkau wahai Muawiyah, untuk apa semua itu kau lakukan ? “

Muawiyah mencoba menjelaskan kepada Umar, “  sesungguhnya di negeri ini banyak mata-mata musuh berkeliaran wahai Umar, jika kita tidak memperlihatkan perbekalan dan kekuatan, mereka akan menganggap remeh kami lalu menyerang kami.  Tapi aku ini hanyalah bawahanmu wahai Umar, jika engka melarangnya maka segera aku tinggalkan … “

Mendengar penjelasan Muawiyah, Umar pun berkata dengan tegas : Jika alasan yang engkau katakan itu benar, maka sungguh itu adalah pemikiran yang cerdas. Namun jika tidak, maka engkau telah membuat kedustaan yang keji. Aku tidak menyuruhmu, dan aku pun tidak melarang mu … “. Kemudian Umar pun segera berpaling meninggalkan Muawiyah.

Sahabat Indonesia Optimis, beberapa pelajaran sekaligus inspirasi yang bisa kita dapatkan dari cuplikan di atas antara lain :

Pertama
 : Ketegasan Umar bin Khottob. Saat melihat fenomena kemungkaran, dalam hal ini Muawiyah yang bermewah-mewahan dengan kudanya, Umar langsung bertindak dan menunjukkan ketidaksukaaannya. Ia memberikan hukuman psikologis terlebih dahulu dengan membiarkan Muawiyah berlari-lari terengah-engah mengejar dirinya. Sikap tanpa basa-basi saat melihat dan mendengarkan kemungkaran adalah modal besar bagi pemimpin, agar kebal dari segala bujukan dan rayuan pihak-pihak yang ingin menundukkannya.

Kedua : Keterbukaan dan tidak arogan. Membuka Kesempatan Dialog dengan Bawahannya : Meskipun tegas, namun tidak berarti semena-mena dan sok kuasa. Maka kita pun melihat bagaimana akhirnya Umar pun memberikan kesempatan kepada Muawiyah untuk menunjukkan hujjahnya berbuat demikian. Bahkan Umar pun menerima alasan tersebut dengan cermat dan bijak.

Ketiga :
 Menunjukkan kekuatan untuk menggetarkan musuh adalah hal yang baik, termasuk di dalamnya hal yang berbau kemewahan. Maka kuda mewah Muawiyah nampaknya ingin dijadikan sebagai simbol kekuatan dan kesiapan negeri Islam tersebut untuk menyambut serbuan musuh. Ini sama dengan kebolehan menggunakan pedang berlapis emas, khusus dalam peperangan agar menciutkan nyali musuh.

Semoga bermanfaat dan salam optimis.

sumber: http://www.indonesiaoptimis.com

6 Alasan Bulan Rajab itu memiliki keutamaan dan fadhilah

Bismillah. Hadits atau As-sunnah adalah apa yang disandarkan kepada Muhammad SAW, apakah berupa ucapan (Qaul), perbuatan (fi’il), persetujuannya (taqrir) dan sebagainya dengan jalan periwayatan.

Sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dianggap benar jika landasan yang digunakan tidak terdapat cacat atau celaan menurut kaidah-kaidah ilmu Hadits yang mu’tamad (yang kuat). Seperti tidak adanya para perawi pendusta, lemah, dan berbagai cacat lainnya dimana hal itu bisa dibuktikan dengan kaidah ilmu hadits tersebut. Dengan kata lain berbagai alasan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad tetapi bisa dibuktikan bahwa sandaran tersebut mengandung cacat dan cela maka hal tersebut adalah bukan sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sedangkan orang yang berbuat hal tersebut termasuk para pendusta atas nama beliau.

Berbagai alasan yang sering dijadikan sandaran mengenai keutamaan puasa Rajab adalah sebagai berikut:

Alasan Pertama

Konon Nabi SAW pernah bersabda: Rajab itu bulan Allah dan Sya’ban itu bulanku sedangkan Ramadhan itu bulan umatku. Maka barang siapa puasa Rajab dengan iman Dan ikhlash ia berhak mendapat keridhaan Allah yang amat besar dan Ia akan tempatkan dia di surga Firdaus yang paling tinggi. Dan siapa yang puasa Rajab dua hari maka ia akan dapat pahala dua kali dan tiap-tiap pahala beratnya seberat gunung didunia. Dan siapa yang puasa Rajab tiga hari maka Allah akan menjadikan antara dia dan neraka satu parit sepanjang perjalanannya satu tahun. Dan siapa yang puasa Rajab empat hari maka ia akan diselamatkan daripada kecelakaan, penyakit gila, kusta, supak, fitnah Masiihud Dajjal, dan siksa kubur. Dan siapa yang puasa Rajab enam hari maka ia akan keluar dari kuburnya sedang mukanya lebih bercahaya dari bulan purnama. Dan siapa yang puasa Rajab tujuh hari maka sesungguhnya bagi neraka jahannam itu ada tujuh pintu yang tertutup untuknya dengan puasa tiap-tiap hari satu pintu dari beberapa pintunya. Dan siapa yang puasa Rajab delapan hari maka sesungguhnya surga itu memiliki delapan pintu yang dibuka Allah untuknya dengan puasa pada tiap-tiap hari satu pintu dari beberapa pintunya. Dan siapa yang puasa Rajab sembilan hari maka ia akan keluar dari kuburnya sambil menyeru La ilaaha illallah  dan tidak akan dipalingkan mukanya dari surga. Dan siapa yang puasa Rajab sepuluh hari Allah mengadakan baginya pada tiap-tiap satu mil dari jembatan shirathal mustaqim permadani yang dibuat istirahat olehnya. Dan siapa yang puasa Rajab sebelas hari maka tidak ada orang yang lebih utama dari padanya dihari kiamat selain orang-orang yang puasa seperti dirinya atau melebihinya. Dan siapa yang puasa Rajab dua belas hari maka Allah akan pakaikan padanya dihari kiamat dua pakaian yang tiap-tiap pakaian lebih banyak dari dunia dan seisinya. Dan siapa yang puasa Rajab tiga belas hari maka ia mendapatkan hidangan dibawah Arsy lalu ia makan sedangkan orang-orang lain dalam kesusahan yang sangat. Dan siapa yang puasa Rajab empat belas hari maka Allah akan memberikan ganjaran yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga dan ganjaran yang  belum pernah terlintas dihati manusia. Dan siapa yang puasa Rajab lima belas hari maka Allah akan menghubungkannya dengan orang-orang yang selamat Dan tak seorangpun malaikat atau nabi yang melewatinya kecuali berkata berbahagialah engkau, engkau termasuk golongan orang-orang yang selamat (HR. Ibnu’Adie).

Ketahuilah, HADITS INI TERMASUK HADITS PALSU.

Dalam rangkaian sanad hadits ini terdapat: -1. AlKasa’i yang menurut Imam Suyuthi seorang yang tidak terkenal dikalangan ahli Hadits. -2. Abu Bakar Muhammad bin Hasan an-Naqas yang dikenal oleh Imam Thalhah bin Muhammad Asy-syahid sebagai tukan dusta dalam urusan hadits, dan dikenal oleh Imam al-Barqani sebagai Munkarul Hadits (Pembawa hadits yang diingkari/ditolak riwayatnya), sedangkan Imam Suyuthi memasukkannya sebagai rawi (pembawa hadits) pemalsu hadits.

Alasan kedua

Konon ada hadits; “Dari Ali bin Husain ia berkata: “Saya telah mendengar bapakku mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda: “Barangsiapa shalat satu malam pada bulan Rajab dan puasa disiangnya maka Allah akan memberi makanan kepadanya dari buah-buahan surga dan akan memakaikannya dengan pakaian surga dan akan diberi minuman dari minuman surga kecuali bagi yang berbuat tiga perkara: yaitu membunuh orang atau mendengar orang yang minta tolong pada waktu malam atau siang tetapi ia tidak menolongnya atau saudaranya mengadu kepadanya tetapi ia tidak mau melepaskan kesusahannya (H.R. Ishaaq bin Ibraahiim al- Khatalie).

Ketahuilah, HADITS INI TERMASUK HADITS PALSU. Dalam hadits ini terdapat dua orang yang menjadi pembicaraan sebagai berikut: Husain bin Mukhariq dikenal oleh Imam Daraquthnie sebagai pemalsu hadits begitu pula Ishaq bin Muhammad bin Marwan yang menurut Imam Daraquthnie pula tidak boleh menjadikan hadits yang diriwayatkannya sebagai alasan untuk beramal.

Alasan ketiga

Ada hadits, konon Nabi SAW pernah bersabda: Barang siapa yang puasa Rajab tiga hari maka Allah mencatatnya seperti puasa satu bulan. Barang siapa yang puasa Rajab tujuh hari maka Allah akan menutup tujuh pintu neraka baginya. Barang siapa yang puasa Rajab delapan hari maka Allah akan membukakan untuknya delapan pintu surga. Barang siapa yang berpuasa setengah bulan Rajab maka Allah menetapkan baginya keridhalan-Nya dan siapa yang diridhai-Nya maka Allah tidak akan menyiksanya. Barang siapa berpuasa Rajab sebulan maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah. (HR. Ibnu Adie)

Ketahuilah, HADITS INI PALSU.

Dalam hadits ini terdapat rawi-rawi sebagai berikut: –

  1. Aban yang menurut Imam Suyuthi riwayatnya tidak diterima oleh Ahli Hadits
  2. Mar bin Azhar  yang dikenal oleh  Imam Ibnu Ma’in sebagai orang yang tidak boleh dipercaya, Imam Bukhari mengatakannya sebagai orang yang dituduh tukang dusta, Imam Nasaa-I dan lainnya mengatakan bahwa ia tidak diterima periwayatannya. Adapun Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan bahwa Umar bin Azhar merupakan salah satu pemalsu hadits. Selain Ibnu Adie, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Imam Abu Syaikh di bab Atstsawab, tetapi dalam sanadnya terdapat cacat yaitu: adanya  rawi yang bernama Husain bin Alwan yang menurut Imam Yahya bin Ma’in sebagai seorang tukang dusta. Imam Alie mengatakan dia itu lemah sekali. Imam Abu Hatim, Nasaa-i dan Daraquthnie mengatakan bahwa riwayatnya tidak diterima oleh Ahli Hadits. Sedangkan Imam Ibnu Hiban menyebutnya sebagai tukang memalsu hadits.

Alasan keempat

Ada hadits, konon Nabi SAW pernah bersabda: Dari Ali bin Abu Thalib ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: Sesungguhnya bulan Rajab itu adalah bulan yang agung. Barang siapa yang puasa Rajab sehari niscaya Allah menulis baginya pahala sebagai puasa seribu tahun. Barang siapa yang puasa Rajab dua hari niscaya ditulis baginya pahala puasa dua ribu tahun. Barang siapa yang puasa Rajab tiga hari niscaya ditulis baginya pahala puasa tiga ribu tahun. Barang siapa yang puasa Rajab tujuh hari maka tujuh pintu Jahannam ditutup bagi dirinya. Barang siapa puasa Rajab delapan hari maka delapan pintu surga dibukakan bagi dirinya yang dia memasuki dari pintu yang dikehendaki. Dan siapa yang berpuasa Raja selama lima belas hari maka kesalahan-kesalahannya diganti dengan kebaikan dan dipanggil dari langit: “Allah telah mengampuni dosamu oleh karena itu mulailah lagi kamu beramal. Barang siapa yang menambah amalnya niscaya Allah yang Maha Mulia dan Maha Tinggi akan menambah pahala baginya” (HR.bin Ibraahiim al-Khatalie).

Ketahuilah, HADITS INI BATIL sebagaimana keterangan Imam Adz-Dzahabie, karena dalam sanad hadits ini terdapat seorang rawi bernama: Ali bin Yazid Ash-Shada-I dimana Imam Abu Hatim menganggapnya sebagai rawi yang ditolak riwayatnya.

Alasan ke-lima

Ada hadits, konon Nabi SAW pernah bersabda: Barang siapa yang puasa satu hari di bulan Rajab sama dengan ia berpuasa selama satu bulan. Dan siapa yang puasa Rajab tujuh hari maka tujuh pintu neraka ditutup untuknya. Dan siapa yang puasa Rajab delapan hari maka delapan pintu surga dibuka untuknya yang dia memasukinya melalui pintu yang dikehendaki. Dan siapa yang puasa Rajab sepuluh hari niscaya Allah Subhanahu Wa ta’ala menggantikan kesalahannya dengan kebaikan. Dan siapa yang puasa Rajab selama delapan belas hari niscaya seorang pemanggil menyerukan dengan perkataan bahwa Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu maka perbaharuilah amalmu. (HR. al-Khathiib).

Ketahuilah, HADITS INI TIDAK SHAHIH (TIDAK SAH).

Dalam sanad hadits ini terdapat beberapa kelemahan:  -1. Maimun bin Mahran tidak pernah berjumpa dan mendengar riwayat hadits dari Abu Dzarr sebagaimana ditegaskan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar -2. Al-Farat bin Sa’ab, rawi hadits ini dilemahkan oleh Imam Ibnu Ma’in dan Daraquthnie. Imam Bukhari mengatakan bahwa riwayatnya itu mungkar sedangkan Imam Ahmad bin Hanbal memasukkan kedalam rawi yang tertuduh sebagai Pemalsu Hadits. -3. Rasyidin bin Sa’ad, rawi hadits ini pun termasuk rawi lemah

Alasan ke-enam

Ada hadits, konon Nabi SAW pernah bersabda: “Barang siapa puasa Rajab satu hari maka ia seperti berpuasa satu tahun. Dan barang siapa puasa Rajab tujuh hari maka tujuh pintu neraka ditutup untuknya. Dan barang siapa puasa Rajab delapan hari maka delapan pintu surga dibuka untuknya. Dan barang siapa puasa Rajab selama sepuluh hari maka tidaklah ia meminta sesuatu kepada Allah melainkan akan diberikan apa yang dimintanya. Dan barang siapa puasa Rajab lima belas hari maka ia dipanggil dari langit dengan perkataan Aku telah mengampuni dosamu yang lalu karena itu perbaharuilah amalmu dan sesungguhnya Aku telah mengganti kesalahanmu dengan kebaikan. Dan barang siapa yang menambah, niscaya Allah menambah pahala baginya. Dan pada bulan Rajab Nuh naik diatas kapal lalu ia berpuasa dan hal itu ia perintahkan kepada orang-orang yang bersamanya untuk berpuasa sampai enam bulan hingga akhir yang demikian itu pada sepuluh hari pada bulan Muharram (HR. Baihaqie).

Ketahuilah, HADITS INI TIDAK SAH.Dalam hadits ini terdapat Rawi yang dianggap lemah sebagai berikut: –

  1. Abdul Ghafur Abu Shabah al- Wasith dikenal oleh Ibnu Adie sebagai orang yang lemah dalam urusan hadits dan Munkarul Hadits (Pembawa hadits yang diingkari/ditolak riwayatnya), begitu juga Imam Ibnu Ma’in menganggap rawi hadits ini sebagai orang yang lemah. Imam Bukhari berkata bahwa Ulama-ulama hadits tidak suka mengambil riwayatnya sedangkan Imam Ibnu Hibban memasukkan rawi hadits ini sebagai kelompok pemalsu hadits.
  2. Utsman bin Mathar, rawi hadits ini dilemahkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Nasaa-I, sedangkan Imam Bukhari menganggap riwayatnya mungkar (wajib diingkari/ditolak)
  3. Abdul ‘Aziz bin Sa’id, rawi hadits ini tidak pernah mendengar hadits dari Anas sebagaimana kata Imam Dzahabie. Selain Baihaqie, hadits ini diriwayatkan pula oleh Ibnu ‘Asakir. Akan tetapi dalam riwayat ini terdapat seorang rawi bernama Abdul Mun’im bin Idris al-Yamanie sedang dia dilemahkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Bukhari. Imam Ibnu Hibban berkata bahwa rawi hadits ini adalah pemalsu hadits. Adapun Imam adz-Dzahabie mengatakan bahwa rawi ini tidak boleh dipercaya.

KESIMPULAN

Demikianlah hadits-hadits tentang keutamaan puasa Rajab yang  sementara dapat penulis kumpulkan. Berdasarkan  kaidah-kaidah ilmu hadits ternyata hadits-hadits yang dijadikan pegangan oleh kebanyakan orang tentang keutamaan puasa  dibulan Rajab ternyata TIDAK ADA YANG SAH bahkan derajatnya termasuk HADITS-HADITS PALSU (yaitu ucapan, perbuatan, keutamaan  sesuatu dan sebagainya yang disandarkan kepada Rasulullah yang dibawakan oleh orang-orang yang telah dikenal dikalangan ahli  ilmu hadits sebagai tukang dusta, tukang memalsu hadits dan tidak boleh dipercaya  periwayatannya). Dengan kata lain, seseorang atau sekelompok orang yang melakukan peribadatan dengan tidak didasari keterangan dan pemahaman  yang benar maka dia telah berbuat sesuatu yang tidak ada contohnya.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barang siapa yang mengadakan sesuatu dalam urusan agama yang tidak kami perintahkan maka  perbuatan itu tertolak (tidak diberi pahala bahkan diancam siksa) (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam kaidah hukum Islam, aktifitas apapun apakah urusan akidah atau ibadah jika tidak dikerjakan atau dibenarkan Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam maka aktifitas itu dinamakan Bid’ah.

Rasulullah SAW bersabda:  “Maka siapa saja yang hidup sepeninggalku niscaya ia akan menemukan banyak perselisihan. Oleh  karena itu ikutlah sunnahku dan sunnah  para penerusku yang mendapat petunjuk (al-Khulafaur Raasyidun)…gigitlah (peganglah)  sunnah tersebut kuat-kuat dan jauhilah olehmu perkara-perkara baru yang diadakan orang karena apa yang diada-adakan tersebut  adalah  bid’ah”.

——————
penyesuaian dari: http://forum.dudung.net/index.php?topic=6553.0;wap2

http://masbadar.com

 

Bulan Rajab; Adakah keutamaan dan fadhilah khusus beribadah beribadah di dalamnya?

Tidak ada undang-undang agama yang valid tentang puasa khusus berkenaan dengan bulan Rojab. Kalau anda dapat menyebutkan peraturan agama yang sah berupa hadits dan atsar tentang puasa di salah satu bulan asyhurul hurum ini, maka anda harus bisa menyebutkan derajat validitas hadits dan atsar tersebut.

Adapun berpuasa sunnah lainnya dalam bulan Rojab, maka itu adalah hal berbeda. Seperti bershaum Senin-kamis, shaum nabi Dawud dan shaum-shaum lain-nya.

Bulan Rajab salah satu di antara bulan-bulan yang dihormati, dalam Al-Qur’an disebut sebagai Asyhurul Hurum, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Dalam bulan-bulan tersebut, kaum muslimin dilarang mengadakan peperangan.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram . Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa’ .(QS At-Taubah: 36)

Ada yang berpendapat bahwa bulan Rajab memiliki bermacam keutamaan lalu menganjurkan kaum muslimin untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu agar mereka dapat meraih fadhilah atau keutamaan tersebut. Tapi, banyak di antara hadits-hadits yang mendasari seruan keutamaan/fadilah itu yang mendapatkan kritik, sehingga hal ini melahirkan perbedaan pendapat di kalangan ahli ilmu.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Dari Anas bin Malik RA, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo’a, “Allahumma Baarik Lanaa Fii Rajab Wa Sya’baan Wa Ballighnaa Ramadhan” (Yaa Allah, Anugerahkanlah kepada kami barakah di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan) (HR Ahmad dan Bazzar)

Inilah hadits paling masyhur yang berbicara tentang keutamaan bulan Rajab. Namun hadis ini menurut Ibnu Hajar tidak kuat. Demikian juga dengan hadits berikut ini: “Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban adalah bulanku (Rasulullah SAW) dan Ramadhan adalah bulan ummatku”

Hadits ini oleh para muhaddits disebutkan sebagai hadits palsu dan munkar. Sedangkan hadis-hadis yang lainnya yang berkaitan dengan keutamaan-keutamaan bulan Rajab, tak ada satu pun hadis yang dapat dijadikan hujjah.

Dalam kitab Iqthidho Shirotil Mustaqim, Ibnu Taimiyah berkata, “Tidak ada satu keterangan pun dari Nabi SAW berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab, bahkan keumuman hadis yang berkaitan dengan hal tersebut merupakan hadis-hadis palsu.” (Iqthidho Shirotil Mustaqim, 2/624)

Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, “Tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan keutamaan bulan Rajab, tidak juga berkaitan dengan shaumnya, atau pun berkaitan dengan sholat malam yang dikhususkan pada bulan tersebut. Yang merupakan hadis shohih yang dapat dijadikan hujjah.” (Risalah Tabiyinul ‘Ajab hal. 3)

Imam An-Nawawi, salah seorang tokoh ulama besar di mazhab Asy-Syafi’i mengatakan bahwa tidak ada nash yang tsabit yang melarang puasa pada bulan Rajab, tidak ada nash yang menyunnahkannya dan asal hukum puasa di luar Ramadhan adalah sunnah (mandub), boleh dilakukan kapan saja di luar hari-hari yang dilarang.

—————————————
penyesuaian dari: http://www.mail-archive.com/media dakwah@yahoogroups.com, picts taken from: http://www.r1s2.com/vb/showthread..php?t=711

sumber : http://masbadar.com

Ensiklopedi Hadits 9 Imam Desktop

CD Ensiklopedi Hadits 9 Imam Desktop

Price Rp 389.000
Rp 370.000

Deskripsi Produk

Ensiklopedi Hadis 9 Imam edisi Indonesia merupakan software SPEKTAKULER hasil upaya keras putra bangsa dalam durasi waktu lebih dari 4 tahun dan menghabiskan dana lebih dari 2 Milyar Rupiah.Karya monumental yang sangat luar biasa manfaatnya untuk memudahkan kaum muslimin Indonesia dalam upaya memahami ajaran agamanya.Program yang wajib mendapat apresiasi setinggi-tinggi dari setiap Individu muslim dan selayaknya dimiliki sebagaimana layaknya memiliki mushaf Al Quran disetiap rumah tangga Muslim.

SOLUSI FANTASTIS dan EKONOMIS untuk literatur kaum muslimin, dengan program ini kita hanya butuh menyisihkan dana Rp. 370.000 (Harga asli Rp 389.000) padahal jika kita membeli kitab tersebut dalam bentuk buku yang juga telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia harus mengeluarkan dana jutaan rupian karena terdiri dari berjilid-jilid buku.
Kini lebih hemat. Setiap CD dapat diinstall total 3 kali baik di 1 komputer (3 kali install) ataupun di 3 komputer (masing-masing 1 kali install).

Ensiklopedi Hadits Kitab 9 Imam adalah software hadits digital yang berisi 9 kitab hadits termasyhur lengkap dengan teks arab beserta terjemah dalam bahasa Indonesia. Kesembilan kitab tersebut biasa dikenal dengan nama Kutubut Tis’ah. Berikut ini daftar kesembilan kitab yang terdapat pada aplikasi Ensiklopedi Hadtis:

Shahih Bukhari
Shahih Muslim
Sunan Abu Daud
Sunan Tirmidzi
Sunan Nasa’i
Sunan Ibnu Majah
Musnad Ahmad
Muwatha Malik
Sunan Darimi
Untuk versi yang terbaru ini terdapat banyak perbaikan dan penyempurnaan baik dari sisi content maupun dari sisi tampilan.

Aplikasi Ensiklopedi Hadits 3.0 berjalan di atas Adobe AIR dan dapat digunakan pada sistem operasi yang dapat menjalankan Adobe AIR, yaitu: Windows (Windows 7, Vista, XP), Linux (Ubuntu, Fedora, openSUSE), dan Mac OS. Detil system requirement dari Adobe AIR dapat dilihat pada website Adobe AIR.

Hadits dari 9 Kitab Hadits

ensiklopedi-hadits-kitab-9-imam-versi-desktop
cd ensiklopedi-hadits-kitab-9-imam-versi-desktop

Terdapat 62 ribu hadits lebih dari 9 kitab hadits (kutubut tis’ah) lengkap dengan teks Arab dan terjemah dalam bahasa Indonesia.

Disajikan Dalam Model Buku

ensiklopedi-hadits-kitab-9-imam-versi-desktop
cd ensiklopedi-hadits-kitab-9-imam-versi-desktop

Seluruh hadits disajikan menyerupai buku digital yang nyaman. Setiap hadits dilengkapi diagram sanad, serta informasi dari perawi hadits tersebut.

Mendukung Multi Penomoran

ensiklopedi-hadits-kitab-9-imam-versi-desktop
cd ensiklopedi-hadits-kitab-9-imam-versi-desktop

Mendukung beberapa metode penomoran hadits yang telah dikenal secara luas (Al-Alamiyah, Fathul Bari, Syarah An-Nawawi, dll).

Derajat keshahihan Hadits

cd ensiklopedi-hadits-kitab-9-imam-versi-desktop

Setiap hadits yang ditampilkan (kecuali Musnad Ahmad) dilengkapi dengan derajat keshahihan hadits menurut ulama.

Diagram Sanad Hadits

cd ensiklopedi-hadits-kitab-9-imam-versi-desktop

Berbagai sanad (jalan sampainya hadits) dari suatu hadits ditampilkan dalam bentuk diagram yang informatif.

Informasi Perawi Hadits

cd ensiklopedi-hadits-kitab-9-imam-versi-desktop

Informasi dari perawi suatu hadits ditampilkan sehingga kita dapat lebih mudah mengenal perawi tersebut.

Statistik Seorang Perawi

cd ensiklopedi-hadits-kitab-9-imam-versi-desktop

Statistik keberadaan perawi dalam sanad berbagai hadits dari setiap buku hadits ditampilkan dalam bentuk grafik yang informatif.

Diagram Pohon Sanad

cd ensiklopedi-hadits-kitab-9-imam-versi-desktop

Terdapat pohon jalur sanad dari suatu hadits yang menampilkan “penggabungan” berbagai sanad dari hadits tersebut.

Copy Paste Antar Aplikasi

cd ensiklopedi-hadits-kitab-9-imam-versi-desktop

Teks arab dan latin (terjemah) dari setiap hadits dapat disalin (copy) dan ditempel (paste) ke aplikasi lain dengan mudah.

Penyaringan Hasil Pencarian

cd ensiklopedi-hadits-kitab-9-imam-versi-desktop

Pencarian atas hadits dapat dilakukan dengan mudah baik pada seluruh buku maupun pada buku tertentu. Hasil pencariannya juga dapat disaring.

Borkmark dan Catatan

cd ensiklopedi-hadits-kitab-9-imam-versi-desktop

Fasilitas Bookmark untuk menandai hadits dan memasukkannya ke dalam grup tertentu. Kita juga dapat memberikan catatan atas hadits yang dibuka.

Pengaturan Font Fleksibel

cd ensiklopedi-hadits-kitab-9-imam-versi-desktop

Font yang digunakan pada teks arab dan latin dapat ditampilkan menggunakan berbagai font yang telah di-install pada komputer user sebelumnya.

Pewarnaan Secara Otomatis

ensiklopedi hadis 9 imam desktop 13

Aplikasi akan secara otomatis memberikan pewarnaan untuk membedakan antara sanad, perawi, dan matan suatu hadits.

Keyboard Firtual Arab

ensiklopedi hadis 9 imam desktop

On-screen keyboard untuk mengetik huruf arab sehingga mempermudah user yang tidak menggunakan keyboard arab.

Klasifikasi Perawi

ensiklopedi hadis 9 imam desktop

Perawi pada diagram sanad ditampilkan dengan warna yang berbeda sesuai klasifikasinya. Juga tersedia legend warna yang digunakan.

HARGA Rp. 389.000

Diskon Jadi Rp. 370.000

HUBUNGI:

Rizki Fauzan H
085216777857
02199289242
Atau klik web online kami di www.marketingalitishom.com

Atau email kami di rizan_1982@yahoo.com