Tag Archives: umat

AS Prihatin Serangan Terhadap Kristen, Tapi Lupa Pembantaian di Dunia Islam

Rabu, 05/01/2011 13:31 WIB

Amerika Serikat mengatakan Selasa kemarin (4/1) bahwa mereka “sangat prihatin” tentang kenaikan serangan terhadap orang Kristen di bagian Timur Tengah dan Afrika.

“Kita tentu menyadari insiden baru-baru ini serangan terhadap umat Kristen dari Irak ke Mesir hingga ke Nigeria,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Philip Crowley. “Kami sangat prihatin tentang apa yang tampaknya menjadi tren yang semakin meningkat.”

Crowley, berbicara kepada wartawan, mengatakan Departemen Luar Negeri AS mengutuk semua kekerasan berbasis agama atau etnis dan mencakup serangan-serangan tersebut dalam laporan tahunan hak asasi manusia.

Namun dia menambahkan: “Saya akan sangat berhati-hati pada saat ini … terhadap membuat pernyataan terkait tentang apakah yang terjadi di Irak memiliki pengaruh pada apa yang terjadi di negara-negara lain seperti Mesir atau Nigeria.

“Ini semua sedang diselidiki,” katanya.

“Ada tekanan terhadap kelompok minoritas di negara-negara tersebut, dan kami akan berharap dan kepada masing-masing pemerintah negara itu, kami sepenuhnya akan menyelidiki serangan-serangan ini dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan,” katanya menegaskan.

Dalam beberapa hari terakhir, serangan anti-Kristen menyebabkan 21 orang tewas di Mesir, dua tewas di Irak dan 86 tewas di Nigeria.

Pada tanggal 31 Oktober militan menyerbu sebuah gereja di Baghdad pusat, menewaskan 44 jamaah, dua pendeta dan tujuh personel pasukan keamanan tewas, dalam serangan yang diklaim oleh afiliasi lokal Al-Qaidah, Negara Islam Irak.

Ironisnya AS sama sekali tidak prihatin akibat ulah mereka yang menginvasi Irak, yang menyebabkan ratusan ribu warga sipil tewas yang mayoritas tewas tersebut adalah umat Islam.

Dan AS tidak prihatin dengan 1.400 nyawa melayang atas agresi brutal Israel di jalur Gaza, yang notabene korban tewas itu juga umat Islam. Belum lagi ‘pembantaian’ yang dilakukan oleh AS terhadap muslim di Pakistan dan Afghanistan.(fq/afp/imo)

Ketika Fox News Beri Sinyal Seruan “Perang Suci” Kepada Umat Islam

Rabu, 05/01/2011 13:18 WIB

Tahun ini baru saja dimulai, dan penyiar di saluran televisi Fox News Sean Hannity telah menceritakan kisah tentang bagaimana orang-orang Kristen teraniaya di dunia Arab.

Hannity mengamati bahwa perang suci mungkin “timbul” di Timur Tengah, pada saat ia melaporkan insiden pemboman gereja Kristen pada Malam Tahun Baru lalu di Mesir.

Cliff May, tokoh neokonservatif terkenal dan pencipta Yayasan Pertahanan Demokrasi , sedikit lebih bersemangat tentang prediksi dari Hannity.

“Dalam intro Anda, Anda mengatakan perang suci sedang timbul,” May mengatakan. “Perang suci bukan mungkin timbul, tapi itu telah terjadi.”

“Kristen dan kelompok minoritas agama dan etnis yang lain tidak hanya didiskriminasikan, tetapi dianiaya di Mesir dan di seluruh Timur Tengah yang lebih luas,” tambahnya.

“Apakah Anda pikir kita menuju perang modern agama di Timur Tengah?” Hannity bertanya.

“Perang yang sedang berjuang sekarang, konflik global yang besar di dunia, dari Irak ke Afghanistan hingga ke Gaza, ini adalah salah satu perang dan merupakan perang agama,” jelas May.

“Bukan karena kita menginginkannya, tetapi karena al Qaidah dan Mahmoud Ahmadinejad dan berbagai Islam radikal lain dan para jihadis, mereka mengatakan itu perang agama. Itu berarti jihad.”

“Orang lupa jihad sama dengan perang suci,” simpul Hannity.

Presiden George W. Bush yang pertama kali menyerukan gambaran perang suci di Timur Tengah, ketika ia menyarankan segera setelah serangan 11 September 2001 bahwa AS berada dalam “perang salib” di kawasan itu.

Bertahun-tahun kemudian, majalah GQ menemukan rahasia militer yang disiapkan oleh mantan Sekretaris Pertahanan Donald Rumsfeld untuk Presiden George W. Bush yang juga memasukkan kalimat-kalimat bagian dari Alkitab .

Trijicon Inc, sebuah kontraktor pertahanan, Janurari tahun lalu telah menempatkan referensi kitab suci pada senapan militer mereka yang digunakan di Irak dan Afghanistan selama bertahun-tahun.(fq/blacklistednews)