Tag Archives: privat mengaji

KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR’AN


Sesungguhnya Al Qur’an diturunkan tidak lain kecuali untuk suatu tujuan yang agung yaitu sebagai pelajaran dan hukum. Adapun pada saat ini, banyak manusia yang meninggalkan kitab yang agung ini, tidak mengenalnya kecuali hanya pada saat-saat tertentu saja, “Diantara mereka ada yang hanya membaca saat ada kematian, diantara mereka ada yang hanya menjadikannya sebagai jimat dan diantara mereka ada yang hanya mengenalnya pada saat bulan Ramadhan saja.”

Memang benar bahwa bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an, kita dianjurkan agar memperbanyak membaca Al Qur’an pada bulan ini. Namun tidak sepantasnya seorang muslim berpaling dari kitab yang mulia ini di luar bulan Ramadhan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjanjikan keutamaan yang begitu banyak bagi para pembacanya meskipun di luar bulan Ramadhan, dan diantaranya adalah :

1. Memperoleh kesempurnaan pahala
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يَـتْـلُونَ كِتَابَ اللهِ وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَأَنـــْفَقُوا مِمَّـا رَزَقْـنَاهُمْ سِرًّا وَعَلاَ نِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ . لِيُـوَفّـِـيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيـَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ . فاطر : 29-30

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS. Fathir : 29-30) Berkata Qatadah : “Mutharrif رحمه الله apabila membaca ayat ini beliau berkata : “ini ayat para qari'” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir III: 554)

2. Syafa’at bagi pembaca Al Qur’an
Dari Abu Umamah, ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah Radhiyallahu ‘anhu bersabda :

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يـَأْتِي يَوْمَ الْقِـيَامَةِ شَفِيعًا ِلأَصْحَابِهِ . رواه مسلم

“Bacalah Al Qur’an karena sesungguhnya Al qur’an itu akan datang di hari kiamat untuk mmeberi syafa’at bagi yang membacanya” (HR. Muslim)

Dan dari Abdullah bin Amru bin Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

الصّـِيَامُ وَالْقُرْآنُ يـَشْفَعَانِ لِلْـعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصّـِيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّــهَوَاتِ بِالـنَّــهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيـــَــقُولُ الْقُرْآنُ مَــنَــعْتُهُ الـنَّــوْمَ بِاللَّـيْلِ فَشَــفِّعْنِي فِيهِ قَالَ: فَيُشَفَّعَانِ رواه أحمد

“Puasa dan Al Qur’an akan memberi syafa’at kepada hamba kelak di hari kiamat, puasa berkata : “Ya Rabbku saya telah mencegahnya dari memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan berkata Al Qur’an :”Saya telah mencegahnya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, Nabu bersabda :”Maka keduanya memberikan syafa’at” (HR. Ahmad)

Oleh karena itu dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al Qur’an Al Karim terutama di bulan Ramadhan, karena bulan ini merupakan bulan Al Qur’an. Para ulama As salaf Ash Shalih bila menghadapi bulan Ramadhan mereka menyambutnya dengan membaca Al Qur’an lebih banyak dari bulan lainnya. Mereka menyibukkan diri dengan tadarrus Al Qur’an, mempelajarinya, mengajarkannya dan qiyamul lail dengan membaca ayat-ayatnya agar mereka beruntung mendapat syafa’at dari puasa dan Al Qur’an yang mereka baca serta agar mendapatkan ridha dan syurganya dari Ar Rahman.

3. Pahala yang berlipat ganda bagi orang yang membaca Al Qur’an
Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Radhiyallahu ‘anhu bersabda :

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ . رواه الترمذي

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur’an) maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala). Aku tidak mengatakan ” الم “Alif Laam Mim adalah satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf” (HHR. Tirmidzi)

4. Mengangkat derajat di Syurga
Dari Abdullah bin Amru bin Ash Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Radhiyallahu ‘anhu bersabda :

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَـنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا
رواه الترمذى و أبو داود

“Dikatakan kepada Ahli Al Qur’an : “Bacalah dan keraskanlah dan bacalah (dengan tartil) sebagaimana engkau membacanya di dunia, sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kau baca” (HHR. Tirmidzi)

5. Belajar dan mengajarkan Al Qur’an adalah amalan yang terbaik
Dari Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Radhiyallahu ‘anhu bersabda :

خَـيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ . رواه البخاري

“Sebaik-baik orang diantara kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

Al Hafizh Ibnu Hajar berkata : “Tidak diragukan lagi bahwa orang yang menggabungkan dalam dirinya dua perkara yaitu mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya, dia menyempurnakan dirinya dan orang lain, berati dia telah mengumpulkan dua manfa’at yaitu manfa’at yang pendek (kecil) dan manfa’at yang banyak, oleh karena inilah dia lebih utama” (Lihat Fathul Bari 4:76)

6. Empat Keutamaan bagi kaum yang bekumpul untuk membaca Al Qur’an
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata Rasulullah Radhiyallahu ‘anhu bersabda :

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَـيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَـتْـلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيـَـتَدَارَسُونَهُ بَـيْـنَـهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَـيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَـتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ . روا مسلم

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu rumah dari rumah Allah (masjid) mereka membaca kitabullah dan saling belajar diantara mereka, kecuali Allah menurunkan ketenangan kepada mereka, mereka diliputi rahmat, dinaungi malaikat dan Allah menye butnyebut mereka pada (malaikat) yang didekatNya” (HR. Muslim)

Maka berbahagilah ahlul Qur’an dengan karunia yang agung dan kedudukan yang tinggi ini, maka sungguh sangat mengherankan orang yang masih bermalas-malasan bahkan berpaling dari majelis Al Qur’an.

7. Membaca Al Qur’an adalah perhiasan Ahlul Iman
Dari Abu Musa Al Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Radhiyallahu ‘anhu bersabda :

مَـثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ اْلأُتْرُجَّةِ رِيحُـهَا طَـيِّبٌ وَطَعْمُـهَا طَـيِّبٌ وَمَـثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَـثَلِ التَّمْرَةِ لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُـهَا حُلْوٌ وَمـَـثَلُ الْمُـنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَـثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُـهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُـهَا مُرٌّ وَمـَـثَلُ الْمُـنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَـثَلِ الْحَـنْظَلَةِ لَـيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُـهَا مُرٌّ . رواه البخاري و مسلم

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur’an itu bagaikan jeruk limau; harum baunya dan enak rasanya dan perumpamaan orang mu’min yang tidak membaca Al Qur’an itu bagaikan buah kurma; tidak ada baunya namun enak rasanya. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur’an itu bagaikan buah raihanah; harum baunya tapi pahit rasanya dan orang munafik yang tidak membaca Al Qur’an itu bagaikan buah hanzhalah; tidak ada baunya dan pahit rasanya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang mu’min yang tidak membaca Al Qur’an berati ia telah menghilangkan salah satu sifat esensinya yaitu baik pada zhahirnya. Ini merupakan kekurangan bagi pribadi seorang muslim, yang seharusnya mampu membaca Al Qur’an, menghafalkannya dan mentadabburinya tapi justru melalaikannya

8. Membaca Al Qur’an tidak sebanding dengan Harta benda dunia.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Radhiyallahu ‘anhu bersabda :

أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلاَثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ قُلْـنَا : نَعَمْ ، قَالَ : فَثَلاَثُ آيَاتٍ يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلاَتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثِ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ رواه مسلم

“Apakah salah seorang diantara kalian senang bila pulang kepada keluarganya dengan mendapatkan tiga ekor unta khalifat yang gemuk-gemuk ?” Kamipun berkata : “Ya” Beliau bersabda : “Maka tiga ayat yang dibaca oleh seseorang diantara kalian dalam shalatnya itu lebih baik dari tiga ekor unta khalifat yang gemuk-gemuk” (HR. Muslim)

Harta yang paling dicintai orang Arab pada waktu itu adalah unta khalifat, apabila unta khalifat yang besar lagi gemuk memiliki nilai kekayaan yang besar yang diperebutkan manusia, maka sesungguhnya belajar atau membaca satu ayat dari kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih baik disisi Allah dari pada unta tersebut.

Bersegera membaca Al Qur’an lebih banyak manfa’atnya dari pada berdesak-desakan memperebutkan harta kekayaan dunia yang akan sirna tidak meninggalkan bekas. Adapun bacaan Al Qur’an maka pahalanya tersimpan untukmu.

9. Keutamaan orang yang mahir membaca Al Qur’an
Dari Aisyah رضي الله عنها ia berkata, Rasululah Radhiyallahu ‘anhu bersabda :

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيـَـتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَـيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
رواه مسلم

“Orang yang mahir Al Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan baik-baik dan orang yang membaca Al Qur’an dan terbata-bata membacanya dengan mengalami kesulitan melakukan hal itu maka baginya dua pahala” (HR. Muslim)

Setelah anda ketahui wahai saudaraku muslim pahala besar dan kedudukan yang dicapai orang yang membaca Al Qur’an maka tidak ada kewajiban bagi anda kecuali menyingsingkan lengan untuk bersungguh-sungguh, banyak membaca Al Qur’an dan mentadabburinya serta menjaga kontinuitas amal itu, tidak putus atau malas pada bulan Ramadhan atau pun bulan-bulan lainnya -Wallahu Musta’an-
Abu Ubaidillah Syahrul Qur’ani

Maraji’:
1. Warattilil Qur’ana Tartila, Washaya wa Tanbihat fit Tilawah wal Hifdzi wak Muraja’ah (Terj), Dr. Anis Ahmad Karzun
2. Kaifa Na’isyu Ramadhan (Terj), Abdullah Ash Shalih
3. Bida’un Naas Fil Qur’an (Terj), Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz

(Al Fikrah Tahun 3 Edisi 10)

Mukjizat Al-Qur’an yang terlupakan

alquran

Mukjizat Al-Qur’an

Allah Swt berfirman:
“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al- Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) – dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Al-Baqarah: 23-24)

Begitu tingginya kandungan Al-Qur’an, baik dari sisi tata bahasa, isi, kolerasi dengan ilmu pengetahuan modern dan kesesuaiannya untuk diterapkan dalam setiap kondisi dan zaman, sehingga sampai saat ini, tantangan Allah Swt terhadap semua makhluk, untuk membuat yang semisal satu surat saja dalam Al-Qur’an, baik pendek apalagi panjang, tidak akan pernah ditaklukkan oleh siapa pun. Bahkan hingga hari kiamat kelak.

Seorang Mirza Gulam Ahmad, yang mengaku-ngaku sebagai nabi, untuk membuktikan bahwa dia menerima wahyu dari Tuhan, hanya bisa membajak dan memalsukan ayat-ayat yang terdapat dalam Al-Qur’an dan menambah-nambahnya sesuka hati, sehingga seorang mukmin yang paham Al-Qur’an, pasti tahu bahwa itu hanyalah kebohongan besar atas ayat-ayat Allah Swt. Seperti ungkapannya dalam kitab tadzkirah –kitab suci Ahmadiyah, “Dia-lah yang mengutus rasul-Nya Mirza Gulam Ahmad dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama semuanya.” (Haqiqatul Wahyi: hal. 71). Kutipan ini adalah bajakan dari Al-Qur’an surat Ash-Shaff ayat 9.

bintangSebagai umat islam, sepatutnya kita banyak bersyukur karena memiliki kitab suci yang dijaga kemurniannya hingga hari kiamat kelak, sedikitpun perubahan yang berulang kali diuji cobakan musuh-musuh islam untuk mengubah cetakan Al-Qur’an, pasti ketahuan, karena Allah Swt telah berfirman, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr: 9) Inilah salah satu di antara masih banyak lagi mukjizat Al-Qur’an.

Kalau kita pernah takjub dengan dahsyatnya mukjizat Nabi Musa as membelah lautan dengan tongkatnya, Nabi Ibrahim tidak terbakar dipanggang api, Nabi Isa mampu menghidupkan orang mati dan menyembuhkan berbagai macam penyakit, Nabi Daud bisa melunakkan besi dengan tangan kosong, Nabi Sulaiman dapat menundukkan angin, jin dan para binatang, maka itu belumlah seberapa bila dibandingkan dengan mukjizat Nabi kita Muhamad Saw, sebagai penghulu para nabi dan rasul, terutama dengan mukjizat terbesar beliau berupa Al-Qur’an.

Lalu, mengapa kini kita tidak terbelalak takjub ketika membaca Al-Qur’an, mendengarnya dan memperdengarkannya kepada orang lain? Apakah ada yang salah dengan Mukjizat ini? Mukjizat yang sama –dan tidak pernah akan berubah- dengan yang diturunkan kepada Nabi dan para sahabatnya, yang dapat melunakkan hari keras seorang Umar bin Khaththab ra dari pembenci Islam, menjadi pejuang dan orang terbaik Islam.

Sungguh tidak ada yang salah dengan Al-Qur’an, ia tetaplah Al-Qur’an yang sama dengan yang diturunkan kepada generasi pertama umat ini, yang telah mengubah milyaran manusia tiap zaman untuk menyembah Allah, membawa mereka menjadi umat terdepan di sejarah peradaban manusia. Justru, kitalah yang keliru berinteraksi dengan firman Allah ini. Ibarat anak kecil atau orang bodoh yang diperintahkan mengoperasikan senjata nuklir, tentu ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena tidak mengerti, demikian pula kondisi kita kini. Al-Qur-an yang merupakan senjata mukmin untuk meraih kemenangan di dunia dan akhirat, justru tidak dipahami, hanya dijadikan hiasan dinding, pembuka acara pernikahan, pengantar ta’ziah kematian, bahkan membacanya pun kita masih terbata-bata.

bism007-hOleh karena itu, marilah kita kembali kepada Al-Qur’an, mengingat Nabi kita pernah ber-sabda, “Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selamanya, jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah Al-Qur’an dan Sunah Rasulullah Saw.”

Allah Swt sebagai pencipta kita tentu lebih tahu apa yang harus kita ikuti dan apa yang mesti kita tinggalkan, maka, barang siapa yang mengikuti tuntunan-Nya niscaya ia akan beruntung dan barang siapa berpaling dan mendustakan ayat-ayat-Nya, apalagi tidak mengakuinya, maka bersiaplah memper-tanggung jawabkan keangku-hannya itu di hadapan Tuhan Penguasa seluruh alam, Yang Maha Mengampuni dosa, Menerima Taubat, dan amat pedih siksa-Nya.

“Bacalah Al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat (penolong) bagi orang-orang yang membaca-nya.” (HR. Muslim)

Wallahu a’lam bishshawab.
(Al-Bayan)

Berlomba-lomba Menabung pahala dengan Al-Qur’an

taman

Berlomba-lomba Menabung pahala dengan Al-Qur’an
“…dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”
(Al-Muthaffifin: 26)

Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan, tiap-tiap kebaikan dikalikan sepuluh kebaikan, aku tidak mengatakan alif lam mim satu satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Mari kita merenungkan hadits Rasulullah di atas. Jika seseorang bisa membaca 1 lembar saja dalam satu hari, maka 1 lembar (mushaf utsmani) yang ±700 huruf sama dengan 7.000 kebaikan. Kalau kita menghargai satu kebaikan Allah dengan Rp. 1000,- saja, seperti kita memberi balasan kebaikan seorang tukang parkir yang telah mengarahkan mobil kita, atau seorang pengamen yang bersenandung di hadapan kita, maka sudah 7.000 kebaikan x Rp. 1.000,- sama dengan Rp. 7.000.000,- untuk satu lembar Al-Qur’an yang kita baca. Dan, adakah orang yang mampu membayar kita membaca buku tertentu dalam beberapa menit dengan Rp. 7.000.000,- ?.. Dan alangkah murahnya apabila kita hanya menghargai kebaikan Allah hanya dengan seribu rupiah. Dan itu, hanya untuk beberapa menit waktu yang kita butuhkan untuk membaca satu lembar Al-Qur’an.

Apabila kita istiqamah membaca satu lembar itu setiap hari selama setahun, 7000 kebaikan dikalikan 1 tahun (365 hari) sama dengan 2.555.000 kebaikan Allah Swt, yang telah dijanjikan-Nya bagi orang-orang yang membaca firman-Nya.

uangApabila kita memulainya dari umur 25 thn dan kita diberi umur 60 thn, maka 35 thn x 2.555.000=89.425.000 pahala kebaikan Allah. Jika 2 lembar sehari, maka =178.850.000 tabungan kebaikan, ditambah kemurahan Allah bagi hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Belum lagi bila kita mengajarkannya kepada orang lain, maka setiap pahala yang dia peroleh akan kita terima juga, tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikitpun.

Demikian juga jika kita menjadi sebab orang lain bisa belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, memberi informasi belajar Al-Qur’an, mengajarkan Al-Qur’an, karena Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa mempelopori kebaikan dalam agama Islam, maka baginya pahala kebaikan tersebut dan pahala orang yang mengikutinya sesudahnya, tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikitpun, dan barang siapa mempelopori keburukan, maka baginya dosa perbuatan itu dan dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim)

Oleh sebab itu, mari kita kembali merenungkan keutamaan Al-Qur’an, keutamaan belajar Al-Qur’an, mengajarkannya, dan menyebarkannya bagi saudara-saudara kita, walaupun sekedar informasi belajar Al-Qur’an, di manapun ia berada. Semoga Allah mempermudah langkah-langkah kita menuju kebaikan-kebaikan yang dijanjikan-Nya, amin.
(Al-Bayan)

Lembaga Privat Belajar Baca Al-Qur’an Al-Bayan

alquan4

Lembaga Belajar Baca Al-Qur’an Al-Bayan

Apakah Anda masih merasakan sulitnya belajar Al-Quran? Kalau jawabannya, “YA” maka kami dari Lembaga Belajar Privat Al-Quran Al-Bayan berusaha ingin membantu Anda, dengan metode yang mudah, simple, sistematis dan sudah teruji, insyaAllah

Membuka Kesempatan Privat Belajar Cepat Baca Al-Qur’an & Tahsin Tilawah Metode Al-Bayan

“Bersama Memberantas Buta Huruf Al-Qur’an”

Rasulullah Saw. bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.”(HR. Bukhari)

“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat kelak, sebagai syafaat (penolong) bagi orang yang membacanya.”(HR.Muslim)

“Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan, tiap-tiap kebaikan dikalikan sepuluh kebaikan, aku tidak mengatakan alif lam mim satu satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.”(HR. Tirmidzi)

Program Privat Belajar Al-Qur’an di rumah atau kantor

  • Paket satu: Belajar Cepat Baca Al-Qur’an system 6 jam.
  • Paket dua: Tahsin Tilawah (Memperbaiki bacaan Al-Qur’an) bagi yang sudah bisa membaca Al-Qur’an tapi belum sesuai dengan kaidah tajwid.
  • Plus Kajian Islam, bagi kedua paket belajar.

Persyaratan

  • Muslim
  • Muslimah
  • Belum bisa baca Al-Qur’an
  • Ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an

Tenaga Pengajar

Insya Allah diisi oleh para Ustadz kompeten di bidangnya, mahasiswa Universitas Ibnu Su’ud cabang Arab Saudi (LIPIA) di Jakarta, lulusan pondok pesantren pilihan di Indonesia.

kc_violet_splendor

Waktu Pertemuan

2 kali pertemuan setiap minggu, pilihan waktu: senin sampai jum’at, siang sampai malam, atau sabtu dan minggu, pagi sampai malam. Pilihan waktu bisa disesuaikan dengan jadwal yang dimiliki peserta dan pemateri . Setiap pertemuan kurang lebih satu setengah jam. Satu paket 8 kali pertemuan.

Keunggulan

  • Metode Al-Bayan lebih menekankan praktek daripada teori.
  • Mempersedikit hapalan.
  • Sistematis dalam pengelompokan huruf.
  • Berusaha memberikan yang terbaik bagi peserta didik.
  • Jalan mudah belajar membaca Al-Quran dengan cepat dan tepat.
  • Sederhana cara mempelajarinya.
  • Lebih cepat bagi yang sudah dewasa dan belum bisa baca Al-qur’an.

Infaq Peserta

Jumlah Peserta Biaya Bimbingan, Modul dan Transport Pemateri
1 Orang

2 Orang

3 Orang

4 Orang

450.000

230.000/peserta

190.000/peserta

150.000/peserta

Pendaftaran bisa melalui sms ke 085216777857 atau telepon ke sekretariat kami di 021-99289242. Jl. Bumi Raya no. 5 Duren Sawit Jaktim 13440.

Forward kepada teman-teman Anda, barangkali mereka membutuhkannya.