Daily Archives: 21 Januari 2011

Hak dan Kewajiban dalam Keluarga

Ditulis dalam Akhlaq pada 11:25 am oleh Materi Tarbiyah

I. Pendahuluan
Keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat. Potret kondisi masyarakat tercermin dari keadaan yang muncul dari keluarga. Semakin baik kondisi keluarga semakin baik juga masyarakatnya.

Awal mula manusia berinteraksi dan bersosialisasi adalah dari rumah. Dari rumahlah diajarkan segala aturan, hak dan juga kewajiban setiap individu. Segala proses pendidikan juga berawal dari sini. Tidaklah mengherankan bila keluarga memegang peranan penting dalam pondasi masyarakat.

Permasalahan sosial yang terjadi pada saat ini salah satu penyebabnya adalah akibat merenggang dan hancurnya sistem dalam keluarga baik sistem nilai maupun sistem aturan hak dan kewajiban.

Mengetahui hak dan kewajiban di dalam keluarga merupakan bagian dari realisasi keimanan dan adab kita sebagai seorang muslim. Perhatian yang besar ini merupakan aplikasi dari nilai-nilai Islam yang telah kita serap dan kita pahami bersama. Dengan mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing di dalam rumah, pertikaian dan ketidakharmonisan akan hilang dengan sendirinya.

Hak kerabat dan sanak saudara merupakan hal yang ditegaskan secara tegas oleh Rasulullah SAW. Sabdanya: “Berbuat baiklah kepada ibumu, bapakmu, saudara perempuanmu dan saudara laki-lakimu, kemudian orang yang paling dekat denganmu kemudian seterusnya.” (HR. Nasa’i, Ahmad dan Al Hakim)

Rasulullah SAW bersabda: “Allah berfirman Aku adalah Tuhan Yang maha Rahman dan ini adalah rahim (sanak keluarga), Aku ambilkan namanya dari nama-Ku; Barang siapa yang menyambungnya maka Aku pasti menyambungnya dan barang siapa memutuskannya maka Aku akan menghancurkannya”. (Hadits qudsi, HR. Bukhari Muslim)

Ditanyakan kepada Rasulullah SAW: “Siapakah orang yang paling utama?” Nabi SAW bersabda, “Orang yang paling bertaqwa kepada Allah, paling banyak menyambung kerabatnya, paling banyak memerintahkan yang ma’ruf dan paling banyak mencegah yang munkar” (HR. Ahmad dan Thabrani).

II. Hak Orang Tua (Kewajiban Anak terhadap Orang Tua)

1. Hak Orang Tua yang Masih Hidup

a. Mendapat perlakuan yang baik
Dalil hadits: “Berbuat baiklah kepada kedua orang tua lebih utama ketimbang shalat, shadaqah, puasa, haji, umrah dan jihad di jalan Allah.” (HR. Abu Ya’la dan Thabrani)
b. Mendapat perawatan yang baik dari anak-anaknya hingga maut menjemputnya, terlebih lagi bila ia telah lanjut usia. “Anak tidak dapat membalas kedua orang tuanya hingga ia mendapati sebagai budak lalu membelinya dan memerdekakannya.” (HR. Muslim)

2. Hak Orang Tua yang telah wafat
Ada seorang laki-laki menghadap Rasulullah SAW dan bertanya, “Wahai Rasulullah masih adakah kewajiban untuk berbuat baik kepada orang tuanya yang telah wafat?” Rasulullah SAW bersabda: “Ya, mendo’akannya, memintakan ampun untuknya, menunaikan janjinya, menghormati temannya, menyambungkan kerabat yang tidak dapat disambung oleh orang tua.” (HR. Abu Daud, Ibnu Hibban dan Al Hakim)

III. Hak Anak (Kewajiban Orang Tua terhadap Anak)

1. Mendapat nama yang baik dan mengaqiqahkannya. Untuk perempuan satu ekor kambing dan untuk laki-laki dua ekor kambing.
Dalil hadits: “Setiap bayi tergadaikan oleh aqiqahnya, disembelihkan kambing untuknya pada hari ke tujuh dan dicukur rambutnya.” (HR. Muslim)

2. Bersikap lemah lembut dan sayang pada anak, tidak berbeda apakah itu anak perempuan ataupun anak laki-laki.
Dalil hadits: Aqra bin Habis melihat melihat Rasulullah SAW mencium cucunya Hasan, lalu Aqra berkata: “Sesungguhnya aku punya sepuluh anak, tetapi aku belum pernah mencium seorang pun diantara mereka” Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya orang yang tidak menyayangi tidak akan disayangi.” (HR. Bukhari)

3. Mendapat pendidikan dan pengajaran yang baik.

4. Mendapat makanan dan pakaian yang layak.

5. Dipisahkan ruang tidur anak laki-laki dengan anak perempuan bila sudah beranjak besar (Aqil Baligh).
Bagi sesama anak yang lebih tua menyayangi yang lebih muda dan yang lebih muda menghormati yang lebih tua. Saling menolong diantara mereka. Menjaga aib saudaranya dan juga menasihatinya bila melakukan kekhilafan.

IV. Hak Kerabat dan Sanak Keluarga

1. Dikunjungi/silaturahim
Dalil hadits: “Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rizkinya maka hendaklah dia takut kepada Allah dan bersilaturahim kepada kerabat.”  (HR. Ahmad dan Al Hakim)
2. Selamat dari tangan dan lisannya. Maksudnya adalah tidak digunjingkan dan dianiaya.
3. Bersedekah/memberi hadiah
“Shadaqah yang paling utama adalah kepada kerabat yang memutuskan kekerabatan.” (HR. Ahmad, Thabrani dan Baihaqi)

V. Penutup

Demikianlah, Islam mengajarkan kepada umatnya untuk saling memperhatikan dan menjaga hubungan sosial, khususnya dalam keluarga. Setiap anak akan menghornati dan menyayangi orang tua yang telah mendidik dan merawatnya, demikian pula sebaliknya.

Masing-masing individu akan menghargai satu dengan yang lainnya sebagai wujud syukur kepada Allah SWT.
Referensi :
1. Tazkiyatun Nafs, Said Hawwa
2. Pribadi Muslim Tangguh, Musthafa Muhammad Thahan

 

Al-Azhar Bekukan Dialog dengan Vatikan Tanpa Batasan Waktu

 

Jum’at, 21 Januari 2011

Hidayatullah.com–Majma’ Al Buhuts Al Islami, lembaga riset Islam tertinggi dalam institusi Al-Azhar dalam pertemuan darurat yang diselenggarakan pada Kamis (20/1) kemarin memutuskan bahwa pihak Al-Azhar telah memutuskan dialog dengan pihak Vatikan dalam waktu yang tidak ditentukan.

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Syeikh Al-Azhar, Dr. Ahmad At Thayyib itu mengambil keputusan tersebut disebabkan beberapa pernyataan Paus Benediktus XVI yang menyudutkan Islam serta pernyataan terakhir yang menyebutkan adanya tekanan terhadap Kristen di Timur Tengah.

Dr. Musthafa As Syak’ah, selaku anggotaMajma’ Al Buhuts Al Islamiah menyebutkan kepada situs onislam, ”Sesungguhnya pernyataan Vatikan selalu menunjukkan penentangan terhadap nagara-negara Islam dan Islam sendiri. Bahkan sampai pada tahap melakukan intervensi terhadap urusan negara-negara Islam, salah satunya Mesir, ketika ia menuntut untuk menjaga umat Kristennya.”

As Sya’kah juga menjelaskan bahwa dialog dengan pihak Vatikan telah terbangun selama lebih dari 10 tahun, hal itu berlangsung sampai wafatnya Yohanes Paulus II. Sedangkan Paus yang saat ini, sering dinilai mendiskreditkan Islam.

”Hal itu terlihat dari pidato-pidatonya tentang Sayyiduna Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam, dan pernyataannya yang terakhir yang meminta agar undang-undang Pakistan yang mengkriminalkan siapa saja yang menghina Islam, untuk dibatalkan.”

Ia menjelaskan juga bahwa dialog dengan Vatikan tidak akan berjalan baik, sampai Vatikan meminta maaf atas penghinaan-penghinaan sebelumnya, dan berjanji tidak akan mencampuri urusan dalam negeri umat Islam. Atau kami membekukan dialog dengan Vatikan, hingga ada perubahan politik Paus Benedictus XVI terhadap Islam.

Sebelumnya Komite Dialog Al Azhar dengan pihak Vatikan secara rutin menggelar pertemuan dua kali dalam satu tahun, untuk membahas kerja sama antara dua pihak. Hal itu yang kini dibekukan sampai pada waktu yang tidak ditentukan. *

 

 

Rep. Thoriq
Red. Cholis Akbar

 

Stres, Tentara Amerika Banyak yang Bunuh Diri

 

Jum’at, 21 Januari 2011

Hidayatullah.com—Menurut catatan militer Amerika, jumlah korban bunuh diri pasukan tentara Garda Nasional melonjak drastis. Untuk tahun 2010, angkanya naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Menurut pihak militer, penyebabnya tak lain adalah meningkatnya rasa stres akibat peperangan di Iraq dan Afghanistan.  AFPmengutip Wakil Kepala militer AS Staf Jenderal Peter Chiarelli yang mengatakan pada hari Rabu lalu.

Pejabat senior militer AS mengatakan 156 tentara yang bertugas aktif juga bunuh diri pada tahun 2010.

Secara keseluruhan, ada 343 kasus orang bunuh diri tahun lalu, lebih dari 69 dibandingkan dengan tingkat sebelumnya pada tahun 2009. Meningkatnya kematian bunuh diri di antara personil militer AS termasuk warga sipil yang bekerja untuk Angkatan Darat, anggota keluarga, dan tentara yang tidak aktif bertugas lagi.

Walaupun pejabat militer Amerika menyalahkan meningkatnya rasa stres akibat perang berlebihan di Iraq dan Afghanistan, muncul juga spekulasi bahwa kondisi ekonomi yang parah dan pasar kerja yang kacau di Amerika sebagai alasan tingginya bunuh diri para tentara Amerika tersebut.

Peningkatan bunuh diri di kalangan pasukan Garda Nasional tertinggi menduduki posisi pertama di sepanjang daerah Midwest seperti Missouri dan Wisconsin, demikian menurut catatan militer AS.

Ia mengatakan jika jumlah korban bunuh diri dari kelompok yang belum pernah di turunkan di zona konflik meningkat tajam, hal ini membuat keraguan apa motif sebenarnya dibalik fenomena bunuh diri.

Sebagaimana diketahui, pasukan Garda Nasional di Amerika berisikan tentara yang kebanyakan jauh dari medan perang dan melayani Amerika untuk tujuan tertentu. [cam]

Rep. Administrator
Red. Cholis Akbar