Daily Archives: 15 Januari 2011

Seperti Ponsel, ATM Sama Kotornya dengan Toilet

Saturday, 15 January 2011 09:03

E-mail Print PDF

Mesin ATM ternyata menjadi sarang dari begitu banyak bakteri layaknya toilet umum

Hidayatullah.com—Berhati-hatilah menjaga kesehatan Anda. Para peneliti menemukan, mesin anjungan tunai mandiri (ATM) sama kotornya dengan toilet umum. Karena, di mesin transaksi perbankan itu juga tak ubahnya sarang bakteri. Demikian hasil penelitian para peneliti BioCote di London, Inggris, baru-baru ini.

Seperti dilansir Zee News, para peneliti juga memaparkan bakteri-bakteri yang berkembang di mesin ATM yang sama banyaknya dengan bakteri di toilet umum. Bahkan, para peneliti memboyong keypad atau papan tombol input sebuah mesin ATM untuk diteliti di bawah mikroskop dan membandingkannya dengan dudukan toilet sebuah toilet umum setempat.

“Kami sangat terkejut dengan hasil penelitian ini. Sebab mesin ATM ternyata menjadi sarang dari begitu banyak bakteri layaknya toilet umum yang dapat menjadi momok bagi kesehatan manusia,” kata Richard Hastings, pakar mikrobiologi dari BioCote. “Di kedua objek tersebut ditemukan bakteri pseudomonad dan basil yang memicu penularan diare dan penyakit lain.”

Dalam sebuah jajak pendapat pada konsumen terungkap, toilet menempati peringkat pertama sebagai tempat paling jorok, sedangkan ATM menempati peringkat ke-10. Tempat lainnya yang dinilai sebagai sarang berkembangnya bakteri adalah boks telepon umum, serta tempat duduk bis dan kereta.

Sebelum ini, Joanna Verran, profesor mikrobiologi dari Manchester Metropolitan University mengungkapkan, telepon seluler (ponsel) anda dihuni lebih banyak bakteri daripada dudukan toilet, sol sepatu atau pegangan pintu.

“Kombinasi dari perawatan dan panas dan panas yang ditimbulkan oleh telepon menciptakan sarang utama bagi semua jenis bakteri yang biasanya ditemukan dalam kulit kita,” kata Joanna.

Bakteri itu termasuk “staphylococcus aureus,” yang bisa menyebabkan timbulnya jerawat sampai bisul, pneumonia hingga meningitis. [sha/lip/ant/hidayatullah.com]

https://belajarcepatbacaalquranalbayan.wordpress.com

http://marketingbuku2alitishom.wordpress.com

Kisah Wanita Yang Selalu Berbicara Dengan Bahasa Al-Qur’an

Quantcast// <![CDATA[
PDRTJS_settings_3397103_post_208={“id”:3397103,”unique_id”:”wp-post-208″,”title”:”Kisah Wanita Yang Selalu Berbicara Dengan Bahasa Al-Qur\u2019an”,”permalink”:”http:\/\/tadzkirah.wordpress.com\/2011\/01\/12\/kisah-wanita-yang-selalu-berbicara-dengan-bahasa-al-qur%e2%80%99an\/”,”item_id”:”_post_208″}
//

Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta’ala :

Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke makam Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam. Ketika saya berada di suatu sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya beberapa saat.Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan Abdulah bin Mubarak, dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an. Walaupun jawabannya tidak tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan, karena tidak terlepas dari konteks pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Abdullah : “Assalamu’alaikum warahma wabarakaatuh.”

Wanita tua : “Salaamun qoulan min robbi rohiim.” (QS. Yaasin : 58) (artinya : “Salam sebagai ucapan dari Tuhan Maha Kasih”)

Abdullah : “Semoga Allah merahmati anda, mengapa anda berada di tempat ini?”

Wanita tua : “Wa man yudhlilillahu fa la hadiyalahu.” (QS : Al-A’raf : 186 ) (”Barang siapa disesatkan Allah, maka tiada petunjuk baginya”)

Dengan jawaban ini, maka tahulah saya, bahwa ia tersesat jalan.Abdullah : “Kemana anda hendak pergi?”

Wanita tua : “Subhanalladzi asra bi ‘abdihi lailan minal masjidil haraami ilal masjidil aqsa.” (QS. Al-Isra’ : 1) (”Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya di waktu malam dari masjid haram ke masjid aqsa”)

Dengan jawaban ini saya jadi mengerti bahwa ia sedang mengerjakan haji dan hendak menuju ke masjidil Aqsa.

Abdullah : “Sudah berapa lama anda berada di sini?”

Wanita tua : “Tsalatsa layaalin sawiyya” (QS. Maryam : 10) (”Selama tiga malam dalam keadaan sehat”)

Abdullah : “Apa yang anda makan selama dalam perjalanan?”

Wanita tua : “Huwa yut’imuni wa yasqiin.” (QS. As-syu’ara’ : 79) (”Dialah pemberi aku makan dan minum”)

Abdullah : “Dengan apa anda melakukan wudhu?”

Wanita tua : “Fa in lam tajidu maa-an fatayammamu sha’idan thoyyiban” (QS. Al-Maidah : 6) (”Bila tidak ada air bertayamum dengan tanah yang bersih”)

Abdulah : “Saya mempunyai sedikit makanan, apakah anda mau menikmatinya?”

Wanita tua : “Tsumma atimmus shiyaama ilallaiil.” (QS. Al-Baqarah : 187) (”Kemudian sempurnakanlah puasamu sampai malam”)

Abdullah : “Sekarang bukan bulan Ramadhan, mengapa anda berpuasa?”

Wanita tua : “Wa man tathawwa’a khairon fa innallaaha syaakirun ‘aliim.” (QS. Al-Baqarah : 158) (”Barang siapa melakukan sunnah lebih baik”)

Abdullah : “Bukankah diperbolehkan berbuka ketika musafir?”

Wanita tua : “Wa an tashuumuu khoirun lakum in kuntum ta’lamuun.” (QS. Al-Baqarah : 184) (”Dan jika kamu puasa itu lebih utama, jika kamu mengetahui”)

Abdullah : “Mengapa anda tidak menjawab sesuai dengan pertanyaan saya?”

Wanita tua : “Maa yalfidhu min qoulin illa ladaihi roqiibun ‘atiid.” (QS. Qaf : 18) (”Tiada satu ucapan yang diucapkan, kecuali padanya ada Raqib Atid”)

Abdullah : “Anda termasuk jenis manusia yang manakah, hingga bersikap seperti itu?”

Wanita tua : “Wa la taqfu ma laisa bihi ilmun. Inna sam’a wal bashoro wal fuaada, kullu ulaaika kaana ‘anhu mas’ula.” (QS. Al-Isra’ : 36) (”Jangan kamu ikuti apa yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan dan hati, semua akan dipertanggung jawabkan”)

Abdullah : “Saya telah berbuat salah, maafkan saya.”

Wanita tua : “Laa tastriiba ‘alaikumul yauum, yaghfirullahu lakum.” (QS.Yusuf : 92) (”Pada hari ini tidak ada cercaan untuk kamu, Allah telah mengampuni kamu”)

Abdullah : “Bolehkah saya mengangkatmu untuk naik ke atas untaku ini untuk melanjutkan perjalanan, karena anda akan menjumpai kafilah yang di depan.”

Wanita tua : “Wa maa taf’alu min khoirin ya’lamhullah.” (QS Al-Baqoroh : 197) (”Barang siapa mengerjakan suatu kebaikan, Allah mengetahuinya”)

Lalu wanita tua ini berpaling dari untaku, sambil berkata :

Wanita tua : “Qul lil mu’miniina yaghdudhu min abshoorihim.” (QS. An-Nur : 30) (”Katakanlah pada orang-orang mukminin tundukkan pandangan mereka”)

Maka saya pun memejamkan pandangan saya, sambil mempersilahkan ia mengendarai untaku. Tetapi tiba-tiba terdengar sobekan pakaiannya, karena unta itu terlalu tinggi baginya. Wanita itu berucap lagi.

Wanita tua : “Wa maa ashobakum min mushibatin fa bimaa kasabat aidiikum.” (QS. Asy-Syura’ 30) (”Apa saja yang menimpa kamu disebabkan perbuatanmu sendiri”)

Abdullah : “Sabarlah sebentar, saya akan mengikatnya terlebih dahulu.”

Wanita tua : “Fa fahhamnaaha sulaiman.” (QS. Anbiya’ 79) (”Maka kami telah memberi pemahaman pada nabi Sulaiman”)

Selesai mengikat unta itu sayapun mempersilahkan wanita tua itu naik.

Abdullah : “Silahkan naik sekarang.”

Wanita tua : “Subhaanalladzi sakhkhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqriniin, wa inna ila robbinaa munqolibuun.” (QS. Az-Zukhruf : 13-14) (”Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini pada kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali pada tuhan kami”)

Sayapun segera memegang tali unta itu dan melarikannya dengan sangat kencang. Wanita tua itu berkata lagi.

Wanita tua : “Waqshid fi masyika waghdud min shoutik” (QS. Lukman : 19) (”Sederhanakan jalanmu dan lunakkanlah suaramu”)

Lalu jalannya unta itu saya perlambat, sambil mendendangkan beberapa syair, Wanita tua itu berucap.

Wanita tua : “Faqraa-u maa tayassara minal qur’aan” (QS. Al- Muzammil : 20) (”Bacalah apa-apa yang mudah dari Al-Qur’an”)

Abdullah : “Sungguh anda telah diberi kebaikan yang banyak.”

Wanita tua : “Wa maa yadzdzakkaru illa uulul albaab.” (QS Al-Baqoroh : 269) (”Dan tidaklah mengingat Allah itu kecuali orang yang berilmu”)

Dalam perjalanan itu saya bertanya kepadanya.

Abdullah : “Apakah anda mempunyai suami?”

Wanita tua : “Laa tas-alu ‘an asy ya-a in tubda lakum tasu’kum” (QS. Al-Maidah : 101) (”Jangan kamu menanyakan sesuatu, jika itu akan menyusahkanmu”)

Ketika berjumpa dengan kafilah di depan kami, saya bertanya kepadanya.

Abdullah : “Adakah orang anda berada dalam kafilah itu?”

Wanita tua : “Al-maalu wal banuuna zinatul hayatid dunya.” (QS. Al-Kahfi : 46) (”Adapun harta dan anak-anak adalah perhiasan hidup di dunia”)

Baru saya mengerti bahwa ia juga mempunyai anak.

Abdullah : “Bagaimana keadaan mereka dalam perjalanan ini?”

Wanita tua : “Wa alaamatin wabin najmi hum yahtaduun” (QS. An-Nahl : 16) (”Dengan tanda bintang-bintang mereka mengetahui petunjuk”)

Dari jawaban ini dapat saya fahami bahwa mereka datang mengerjakan ibadah haji mengikuti beberapa petunjuk. Kemudian bersama wanita tua ini saya menuju perkemahan.

Abdullah : “Adakah orang yang akan kenal atau keluarga dalam kemah ini?”

Wanita tua : “Wattakhodzallahu ibrohima khalilan” (QS. An-Nisa’ : 125) (”Kami jadikan ibrahim itu sebagai yang dikasihi”) “Wakallamahu musa takliima” (QS. An-Nisa’ : 146) (”Dan Allah berkata-kata kepada Musa”) “Ya yahya khudil kitaaba biquwwah” (QS. Maryam : 12) (”Wahai Yahya pelajarilah alkitab itu sungguh-sungguh”)

Lalu saya memanggil nama-nama, ya Ibrahim, ya Musa, ya Yahya, maka keluarlah anak-anak muda yang bernama tersebut. Wajah mereka tampan dan ceria, seperti bulan yang baru muncul. Setelah tiga anak ini datang dan duduk dengan tenang maka berkatalah wanita itu.

Wanita tua : “Fab’atsu ahadaku bi warikikum hadzihi ilal madiinati falyandzur ayyuha azkaa tho’aaman fal ya’tikum bi rizkin minhu.” (QS. Al-Kahfi : 19) (”Maka suruhlah salah seorang dari kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak ini, dan carilah makanan yang lebih baik agar ia membawa makanan itu untukmu”)

Maka salah seorang dari tiga anak ini pergi untuk membeli makanan, lalu menghidangkan di hadapanku, lalu perempuan tua itu berkata :

Wanita tua : “Kuluu wasyrobuu hanii’an bima aslaftum fil ayyamil kholiyah” (QS. Al-Haqqah : 24) (”Makan dan minumlah kamu dengan sedap, sebab amal-amal yang telah kamu kerjakan di hari-hari yang telah lalu”)

Abdullah : “Makanlah kalian semuanya makanan ini. Aku belum akan memakannya sebelum kalian mengatakan padaku siapakah perempuan ini sebenarnya.”

Ketiga anak muda ini secara serempak berkata :

“Beliau adalah orang tua kami. Selama empat puluh tahun beliau hanya berbicara mempergunakan ayat-ayat Al-Qur’an, hanya karena khawatir salah bicara.”

Maha suci zat yang maha kuasa terhadap sesuatu yang dikehendakinya. Akhirnya saya pun berucap :

“Fadhluhu yu’tihi man yasyaa’ Wallaahu dzul fadhlil adhiim.” (QS. Al-Hadid : 21) (”Karunia Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendakinya, Allah adalah pemberi karunia yang besar”)

https://belajarcepatbacaalquranalbayan.wordpress.com

http://marketingbuku2alitishom.wordpress.com

Cerita Dua Butir Telur

Dua butir telur sedang berdiskusi mau jadi apa mereka kelak.

Telur pertama berkata, “Aku ingin menjadi tiram… yang hanya diam saja dalam air dan makanan akan datang dengan sendirinya seiring dengan arus laut.”

Telur kedua tidak sependapat, “Aku ingin menjadi seekor elang yang bebas kemana pun dia ingin pergi dan bebas mengambil keputusan serta menentukan jalan hidupnya sendiri.”

Impian mereka pun menjadi menjadi kenyataan, telur pertama menjadi seekor tiram, telur kedua menjadi seekor elang. Namun, alam tidak berkata demikian. Arus laut yang terjadi tidak membawakan mereka makanan. Akhir cerita tiram itu mati karena kelaparan sedang elang itu tetap bisa hidup. Tiram tidak mau bersusah payah mengambil keputusan dan inisiatif, juga tidak mau bertanggung jawab terhadap siapa pun akhirnya mati terbawa arus lautan itu sendiri. Sedangkan seekor elang tidak harus mengikuti arus angin, tapi bisa mengatur dan kadang kala melawan arus angin ketika mencari makan.

Sahabat,
Hidup memang penuh pilihan. Dari cerita dua butir telur tadi…kita bisa memilih, ingin menjadi tiram yang cuma pasrah dan merasa puas dengan keadaan sekarang…atau seekor elang yang bebas menentukan hidupnya dan pergi kemana saja dia suka.

Kalau ingin seperti elang, kenapa tetap bermimpi menjadi tiram? Seorang pemenang akan berkata “Memang tidak mudah…tapi BISA!!!” Tapi seorang pecundang akan berkata “Memang bisa… tapi tidak mudah.”

https://belajarcepatbacaalquranalbayan.wordpress.com

http://marketingbuku2alitishom.wordpress.com

Lowongan Bank BRI Seluruh Indonesia (Exp : 22 Januari 2011)

Kesempatan Berkarir di Bank BRI

Bank BRI sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, memberikan kesempatan berkarir di jajaran Kredit Konsumer, untuk menduduki jabatan sebagai berikut:

1. Area Sales Manager (Kode Jabatan: ASM)

Deskripsi Pekerjaan:

  • Menjalin hubungan dan kerjasama dengan bisnis partner
  • Mengembangkan pasar sasaran diwilayahnya
  • Bertanggungjawab terhadap pencapaian target kredit konsumer baik secara kuantitatif maupun kualitatif
  • Melakukan pembinaan pada AO yang berada dibawah supervisinya

Persyaratan/Kualifikasi:

  • Pendidikan minimal Strata 1 dari PTN/PTS terakreditasi
  • Usia maksimal 35 tahun
  • Berpengalaman minimal 3 tahun dibidang pemasaran kredit konsumer dengan posisi setingkat dilembaga keuangan (bank/non bank) atau sebagai manajer pemasarasn di dealer/developer
  • Memiliki jaringan luas dengan rekan bisnis seperti developer, dealer, agen property dan multifinance
  • Memiliki kemampuan analisis keuangan

Kode Wilayah Kerja: Jakarta (JKT), Surabaya (SBY), Banjarmasin (BJS), Denpasar (DPS), Bandung (BDG), Palembang (PLG), Yogyakarta (YGY), dan Manado (MDO)

2. Account Officer (Kode Jabatan: AO)

Deskripsi Pekerjaan:

  • Melakukan penjualan produk kredit konsumer
  • Melakukan analisis kredit konsumer
  • Menjalin hubungan dengan rekan bisnis seperti developer, dealer, agen property, dan multifinance
  • Melakukan Account Maintenance

Persyaratan/Kualifikasi:

  • Pendidikan minimal Strata 1 dari PTN/PTS terakreditasi
  • Bagi Fresh Graduate, usia maksimal 25 tahun
  • Bagi yang telah berpengalaman dibidang pemasaran kredit konsumer, maksimal 30 tahun
  • Memiliki jaringan luas dengan rekan bisnis seperti developer, dealer, agen property dan multifinance
  • Memiliki kemampuan analisis keuangan

Kode Wilayah: Jakarta (JKT), Surabaya (SBY), Banjarmasin (BJS), Makassar (MKS), Malang (MLG), Denpasar (DPS), Medan (MDN), Bandung (BDG), Palembang (PLG), Semarang (SMG) Yogyakarta (YGY), Manado (MDO), Aceh (ACH), Padang (PDG), Pekan Baru (PKU) dan Jayapura (JYP)

Lamaran mencantumkan Kode Jabatan dan Kode Wilayah di pojok kiri amplop dan dapat dikirimkan ke:

Divisi Manajemen Sumber Daya Manusia, Bagian Perekrutan SDM
Gedung BRI I Lantai 14, Jl. Jendral Sudirman Kav.44-46 Jakarta 10210

Lamaran dikirimkan paling lambat tanggal 22 Januari 2011

https://belajarcepatbacaalquranalbayan.wordpress.com

http://marketingbuku2alitishom.wordpress.com

5 Pemain masa depan Timnas, Asli darah Indonesia!

 

Posted by muhammadrinaldimadani on Januari 13, 2011 

1. Hanif Sjahbandi


Hanif Sjahbandi merupakan pemain muda Indonesia yang telah merasakan bagaimana rasanya rumput old Trafford Hanif Sjahbandi di undang club Manchester united setelah membawa merah putih menjadi juara di ajang AFC U-13 Festival of Football di Malaysia. Hanif Sjahbandi mengikuti kelas latihan yang diadakan Manchester United pada pertengahan tahun 2009 lalu.

Hanif, yang lahir pada 7 April 1997, ikut dalam sekolah singkat yang digelar di Manchester United Soccer School, Manchester, Inggris. Di sana Hanif juga ikut berkompetisi dalam arena World Skills Final.

“Hanif pertama kali berangkat ke MU, Juli 2009. Dia kemudian terpilih sebagai siswa terbaik dan diundang untuk tampil pada World Skills Final bulan Oktober 2009,” kata Tia Aryasyah, ibu Hanif kepada VIVAnews, Selasa, 2 Februari 2010.

2. Eriyanto


Lahir di Sukabumi, 3 Desember 1996, Eri sukses membawa Timnya menjadi juara di kompetesi Milan Junior Camp Day Tournament yang diselenggarakan di San Siro, Milan.Pada Kompetisi itu,Pemain berusia 14 tahun ini memperoleh gelar The Best Captain.

“Saya punya banyak pengalaman yang tak terlupakan! Dilatih langsung oleh pelatih AC Milan Akademi, berpartisipasi dalam turnamen kelas dunia, menonton pertandingan AC Milan tinggal di San Siro Stadion dan tentu saja berada di pesawat selama 14 jam non stop! Juga apa suatu kehormatan bagi saya untuk dapat melihat pemain AC Milan yang sebenarnya di Italia setelah pertandingan. Saya berharap Milan Junior Camp akan dilanjutkan karena saya percaya ada banyak anak-anak muda berbakat yang pantas kesempatan seperti saya! Dan selalu ingat kita sebagai generasi pertama Milan Junior Camp & The All Star Team!.”

3. Irvin Museng

Irvin Museng lahir di Makassar, 16 Juli 1992. Ia berposisi sebagai penyerang. Ia adalah top skor di Piala Danone U-12 di Lyon, Prancis, 2005 dengan sepuluh gol merupakan Asli Produk Makassar. Pada 2006, Irvin dipanggil untuk memperkuat tim junior Ajax dalam musim kompetisi 2006-2007. Sebagai pemain asal Asia, Irvin mendapatkan banyak pengalaman berharga saat berlatih di Ajax.  Sayang, tak sampai semusim, petualangannya bersama Ajax harus berakhir.

Dia tidak bisa tinggal lebih lama lagi di Negeri Kincir Angin, di karenakan visa tinggalnya tidak dikeluarkan pemerintahan setempat. Akhirnya Irvin memutuskan untuk kembali dan berkarir di Indonesia, Selain itu orangtua Irvin Khawatir dengan anaknya yang masih Muda berkarier di negeri belanda terlalu jauh. Saat ini Irvin di Medan untuk memperkuat tim Pro Titan Medan.

4. M. Zainal Haq


Muhamad Zainal Haq lahir di Sidoarjo, Jawa Timur, 5 April 1992. Dia  adalah pemain keluaran SAD Indonesia, tim yang saat ini berkompetisi di Uruguay, Amerika Selatan. Zainal adalah salah satu pemain yang mengantarkan tim Jawa Timur juara Piala Medco U-15 2007. Ia bisa menempati posisi bek dan gelandang. Ia memakai nomor punggung 15. Sekarang Zainal di pinjam klub Penarol Uruguay untuk satu musim.

5. Syamsir Alam


Sama halnya dengan Zainal, Syamsir yang kelahiran Balingka, IV Koto, Agam, 6 Juli 1992 ini  juga pemain keluaran SAD Indonesia.  Syamsir adalah lulusan dari SSB AS IOP, SSB yang didirikan oleh mendiang Ronny Pattinasarani. Syamsir pernah mengikuti Piala Dunia U-11 Danone bersama Makassar FC yang mewakili Indonesia.

Ia juga sempat mengikuti tes bersama tim junior dari Belanda, Vitesse Arnhem dan Heerenveen tapi sayang gagal. Syamsir adalah type striker pekerja. di kompetisi Liga U-17 Quinta Division 2008 ia menjadi top skor dari tim SAD Indonesia dengan mengemas 15 gol dari 29 laga yang dilakoninya. Syamsir dikenal sangat dekat dengan pelatihnya Cesar Payovich. Sekarang dia bermain di klub Penarol Uruguay bersama Zainal.

Yang begini yang seharusnya dibanggakan…

https://belajarcepatbacaalquranalbayan.wordpress.com

http://marketingbuku2alitishom.wordpress.com