Daily Archives: 16 Desember 2009

Biografi singkat para Mufassir dan metode penafsirannya

1. Al-Thabary
Biografi
Nama lengkap beliau adalah Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Al-Thabary. Beliau lahir di Amil pada tahun 225 H, dan wafat pada 28/10/310 H pada hari Ahad.
Pada usia 7 tahun beliau sudah hafal Al-Qur’an 30 juz, pada usia 9 tahun beliau sudah mulai menulis hadis serta selalu mengadakan perjalanan intelektual ke negeri-negeri ulama. Beliau terkenal dengan kekuatannya dalam menghafal dan selalu faham dengan perkataan gurunya dalam menafsirkan berbagai disiplin ilmu.
Khatib berkata: Ia adalah salah satu imam umat, perkataannya menjadi hukum dan pendapatnya selalu menjadi rujukan. Abu Abbas juga menambahkan: Ia adalah seorang faqih dan alim.
Metode Tafsirnya
Metode beliau dalam menafsirkan Al-Qur’an adalah metode Tafsir bil Ma’tsur. Tafsirnya berisi tentang munasabah dan makna-makna logika dalam ayat,serta mencantumkan hikmah dari kandungan mufradatnya. Beliau juga merujuk pada kaidah 7 ahruf. Selain beliau membubuhkan hadis Nabi, atsar dan aqwal tabi’in, beliau juga menjelaskan nama-nama Al-Qur’an, surah serta ayat-ayatnya.
Beliau terkenal wara’ dalam menafsirkan, rajin dalam persiapannya dan gembira setelah menulisnya.
Salah satu ciri tafsirnya adalah terdapat israilliyat dan ditambahkan opini pribadi di dalamnya, sehingga tafsirnya ada yang berpendapat belum memenuhi hajat kontemporer.
2. Fakh Al-Razy
Biografi
Nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Umar bin Husein bin Hasan bin Ali Al-Qurasy At-Taimy Al-Bakry, Ath-Thabaratany, Ar-Razy, bergelar Fakhruddin dan dikenal juga dengan sebutan Ibnu Al-Khathib. Beliau lahir pada 15 Ramadhan tahun 544 H dan wafat pada 606 H di Ray, ada yang mengatakan 605 H, tapi yang paling kuat adalah pendapat yang pertama akibat banyaknya buku yang meriwayatkan demikian.
Beliau melakukan perjalanan intelektualnya ke Kharazmi dan Khurasan. Guru pertamanya adalah ayahnya sendiri.
Sebab pemahaman masyarakat pada masanya masih dangkal tentang agama, maka beliau menyusun tafsir yang dapat membuka cakrawala pemikiran masyarakat lebih mengangkasa.
Ibnu Khilkan berkata: sesungguhnya Ar-Razy mengumpulkan segala gharib dan gharibah dalam tafsirnya. Adz-Dzahaby menambahkan keistimewaan tafsir beliau adalah munasabah antara sebagian ayat dengan lainnya, antara surah dengan lainnya secara detail.
Metode Tafsirnya
Metode penafsiran beliau adalah tahlily ataupun ilmy. Menghimpun pendapat beberapa ulama tafsir dari kalangan sahabat maupun setelahnya. Mengutamakan munasabah antara surah dengan yang lainnya berdasarkan hikmah, membahas secara detail tentang ayat-ayat kauniyah yang dihubungkan dengan kalam tauhid aqliyah lainnya.. membubuhkan banyak pendapat filosof kalam setelah beliau menyaringnya serta telah merujuknya pada kitab-kitab hadis.
Bila beliau menyebut ayat tentang hukum, beliau menyebutkan semua pendapat 4 Imam Madzhab, namun lebih cenderung pada madzhab Syafi’i.
Penfsiran beliau dapat dikatakan membahas seluruh aspek keilmuan secara meluas, sehingga hampir melupakan tentang ilmu tafsir di dalamnya.

3. Asy-Syahid Sayyid Quthb
Biografi
Beliau lahir di kampung Musyah, kota Asyuf, Mesir pada tahun 1906. beliau dibesarkan dalam sebuah keluarga yang menitikberatkan pada ajaran Islam dan mencintai Al-Qur’an. Beliau telah bergelar hafizh sebelum berumur 10 tahun.
Metode Tafsirnya
Metode penafsiran beliau adalah memandan Al-Qur’an sebagai satu kesatuan yang komprehensif, dimana masing-masing bagian mempunyai keterkaitan dan kesesuaian, menekankan pesan-pesan pokok Al-Qur’an dalam memahaminya. Beliau berpendapat bahwa salahsatu tujuannya menyusun tafsir adalah untuk merealisasikan pesan-pesan Al-Qur’an dalam kehidupan nyata.
Beliau juga menerangkan korelasi antara surat yang ditafsirkan dengan surat sebelumnya, sangat hati-hati terhadap israiliyat dan meninggalkan masalah ikhtilaf dalam ilmu fiqh dan tidak mau membahasnya lebih jauh,serta tidak membahas masalah kalam atau filsafat.

4. Zamakhsyary
Biografi
Nama lengkapnya adalah Al-Qasim Mahmud bin Umar Al-Zamakhsyary. Lahir pada bulan Rajab 467 H dan wafat pada tahun 538 H.
Beliau melkukan perjalan ilmiahnya ke Baghdad, Khurasan dan Quds.
Metode beliau adalah membawa penafsiran ayat-ayat aqidah ke dalam payung Mu’tazilah. Orientasi linguistik merupakan orientasi utama, melihat dan memperhatikan setiap mufradat suatu ayat untuk mengetahui maknayang diinginkan. Selain beliau menafsirkan secara majazy tentang ayat mutasyabih, beliau mengaitkan ayat dengan realitas.
Keistimewaan tafsirnya adalah memiliki keindahan bahasa, sehingga menjadi rujukan dalam aspek linguistik Al-Qur’an, namun beliau lebih fanatik terhadap madzhabnya-Mu’tazilah-, sehingga mengklaim kitab tafsirnya sebagai kitabyang terbenar dibanding lainnya serta lebih mengutamakan akal dan aqidahnya dari hadis shahih dan qira’at mutawattir.
5. Hamka
Biografi
Nama lengkapnya adalah H. Abdul Malik Karim Amrullah, lahir di tanah Sirah 16 Januari 1908. guru pertama beliau adalah ayah beliau sendiri,yang notabene berdarah orang shaleh mulai dari buyutnya.
Metode Tafsirnya
Metode penafsiran yang beliau gunakan alah tahlily yang di padukan dengan aspek sastra dan sosila budaya. Antara naqly dan aqly, beraliran salafiyah yang bernuansa sufistik.
Lebih terpengaruh dengan metode penafsiran Sayyid Quthb yang mengedepankan munasabah, mencantumkan asbabun nuzul, mufradat dan susunan kalimat.
Sebagai tafsir pribumi yang monumental dalam sejarah, sehingga banyak menjadi rujukan dalam masalah sosial dan tasawwuf, walaupun banyak aspek ilmu yang tidak terbahas di dalamnya.
6.
Biografi
Rasyid Ridha lahir di Qalmun , 27/5/1282 H, dan wafat pada tahun 1935 M.
Setelah tamat di Kuttab beliau melanjutkan studinya pada Madrasah Ibtidaiyyah, satu tahun kemudian beliau pindah ke sekolah Islam Husain Al-Jisr.
Beliau belajar hadis hingga khatam kepada Mahmud Nasyabah hingga bergelar Voltaire, kemudian dilanjutkan ke Abdul Ghani Ar-Rafi di tambah ilmu ushul dan logika.Muhammad Abduh banyak mempengaruhi pola pikirnya. Beliau membagi waktunya untuk belajar dan ibadah, sehingga kurang waktunya untuk tidur ataupun istirahat. Beliau adalah ahli hadis dan memiliki cakrawala akalyang mendalam.
Metode Tafsirnya
Metode tafsirnya adalah menafsirkan ayat-ayat secara adab ijtima’i, meninggalkan ayat-ayat mutasyabihat dan mubhamat. Selain beliau menafsirkan Al-Quran secara kontemporesasi, beliaujuga menafsirkan ayat-ayat menurut logikanya.
Kelebihan tafsirnya adalah mampu merombak kehidupan manusia yang masih banyak mengikuti taqlid, mengajak manusia untuk lebih maju dalam peradaban, membantu menyebarkan ajaran Islam dari segi pemahaman dakwah dan amal.
Namun tafsirnya juga memiliki kekurangan, yaitu hanya berlatar belakang Mesir dan tidak mendunia, diantara hadis yang sudah dianggap shahih secara mutawatir dianggapnya tidak shahih.

Abdullah bin Mas’ud

Abdullah bin Mas’ud termasuk dalam golongan pertama yang masuk islam (as-sabiquna al awalun) urutan ke-6 dari para sahabat Rasulullah dan ia termasuk pula sebagai orang yang hijrah ke Habasyah yaitu hijrah pertama kali dalam islam.

Cerita tentang masuknya Abdulah bin Mas’ud ke dalam islam, beliau berkata, ” Adalah aku menggembala kambing kepunyan ‘Uqbah abi Mu’ith. Tiba-tiba berlalu Rasulullah bersama abu Bakar. Kemudian rasulullah bertanya, “Ya Ghulam (anak kecil), apakah ada susu di kambing ini ?

Aku menjawab, “Ada tetapi aku hanya diamanati (ini bukan kepunyaanku) lantas Rasulullah bertanya lagi, “Adakah kambing betina yang belum di dekati si jantan?” Kemudian aku datangkan kambing betina kepada beliau, kemudian Rasulullah mengusap kantong kelenjar susunya, hingga keluarlah susu. antas beliau memerahnya pada sebuah wadah, kemudian beliau meminumnya dan memberi Abu Bakar.

Beliau bersabda pada kantong susu tersebut, “Menyusutlah kamu’. maka susutlah air susu. Seusai kejadian itu aku datang kepada beliau. ” Ya rasulullah ajarkanlah kepadaku al-Qur’an. Kemudian Rasulullah mengusap kepalaku sambil mendo’akan, ” Semoga Allah merahmatimu, sesungguhnya kamu ini anak kecil yang mualamun (mulhamun yaitu sesungguhnya engkau anak kecil yang diilhami Allah kebaikan dan kebenaran). Dalam riwayat yang lain, “Ajarkanlah kami Al-Qur’an. Kemudian Nabi bersabda, ” Sesungguhnya kamu adalah anak kecil yang pandai. Lantas kami mengambil 70 surat dari ucapa lisan Rasulullah.

Kepribadian beliau :

Beliau adalah sahabat Rasulullah yang berbadan kurus, pendek, besar perutnya serta keciil kedua betisnya. akan tetapi ia sangat lembut, sabar dan cerdik. Abdullah termasuk ulama pandai, sehingga dikatakan sebagai al-imam al-Hibr (pemimpin yang alim, yang shalih). Faqihu al-Ummah (Fakihnya ummat). Ia termasuk bangsawan mulia, termasuk sebaik-baik manusia dalam berpakaian putih.

Ilmunya beliau melimpah ruah. Ibnu Numair pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Ambillah Al-Qur’an dari empat sahabat. Beliau memulai dengan menyebut Ibnu Ummi ‘Abd (Ibnu Mas’ud), Mu’adz bin Jabal, Ubay bin Ka’ab dan Salim budak Abu Hudaifah.”

Beliau adalah sahabat yang senang dengan ilmu, baik menimba ilmu atau mengamalkannya. Sehingga dinyatakan, bahwa di awal keislamannya, yang dinginkan adalah diajari Al-Qur’an. Sehingga dalam suatau pertemuan dengan Rasuullah berkat kecemerlangan akalnya lansung bisa menimba ilmu dari lisan Rasulullah sebanyak 70 ayat. Karena senangnya terhadap ilmu, bahwa orang yang pertama kali men-jahr-kan Al-Qur’an di Makkah setelah rasulullah adalah Ibnu Mas’ud. Dan orang yang pertama kali membaca dari lubuk hatinya adalah Abdulah bin Mas’ud.

Sesungguhnya Rasululah pernah berjalan dengan Ibnu Mas’ud, sedang Ibnu Mas’ud membaca ayat satu huruf-satu huruf. Maka beliau bersabda, ” Barang siapa senang membaca Al-Qur’an dengan cara yang baik (merendahkan diri) sebagaimana diturunkan maka dengarkanlah bacaan Ibnu Mas’ud.

Dan masih banyak riwayat yang lain tentang pujian Rasulullah terhadap Ibnu Mas’ud.

Keistimewaan beliau

antara lain :

  • Hudzaifah berkata, “Sungguh orang-orang pilihan (yang terjaga) dari para sahabat, mereka mengetahui bahwa Abdullah bin Mas’ud adalah termasuk sahabat yang lebih dekat dengan Nabi di sisi Allah, wasilahnya besok di hari kiamat.” (HR.Hakim)
  • Rasulullah bersabda, ” Aku ridha terhadap ummatku terhadap sesuatu yang diridhai Ibnu Umi ‘abd (Ibnu Mas’ud). Dan aku marah terhadap sesuatu yang menjadian marahnya Ibnu Umi abd.” (HR.Thabrani)
  • Kedua kaki Ibnu Mas’ud lebih berat dari gunung Uhud dalam timbangan hari kiamat. Dari Ali, ia berkata, ” Rasulullah menyuruh Ibnu Mas’ud memanjat pohon untuk mengambil sesuatu. Maka talkala para sahabat melihat dua betisnya yang kecil mereka tertawa. Kemudian Rasulullah bersabda, ” Apa yang kamu tertawakan ? Sungguh kaki Abdullah lebih berat daripada Gunung Uhud pada hari kiamat.” (HR.Ahmad)
  • Beliau adalah pembwa siwak dan kedua sandal Rasulullah. Ia adalah sahabat yang membangunkan Rasulullah tatkala tidur dan mengambilkan wudlunya. Semua ini ia lakukan waktu safar.”
  • Abdullah bin Mas’ud mendengar tasbihnya makanan.
  • Beliau adalah sahabat yang menyerupai Nabi dalam hal ketenangan dan Wibawanya.

Keberanian beliau

Abdullah bin Mas’ud adalah sahabat yang paling dekat dengan Nabi. Ia masuk Islam sebelum masuknya Rasulullah ke Darul arqam. Ia ikut perang Badar, Uhud, Khandaq dan perang lainnya.

Semuanya dilakukan bersama Rasulullah. Pada prang Badar Rasulullah bersabda, ” siapa yang mau datang kepadaku dengan membawa kabar Abu Jahal ? ” Maka Abdullah bin Mas’ud menjawab, ” Saya ya rasulullah. “: lantas ia pergi. tiba-tiba dijumpai dua anak ‘Afra’ telah memukul abu Jahal sehingga pingsan. Keudian Abdullah menginjak leher Abu Jahal dengan kakiknya dan ditebasnya kepala Abu Jahal. Kepala Abu Jahal kemudian dibawa ke hadapan Rasulullah dan Abdullah bin Mas’ud berkata, ‘Ya Rasulullah inilah kepala Abu Jahal.’

Maka rasulullah bersabda,

” Allah yang tiada ilah kecuali Dia (3x). kemudian beliau melanjutkan,

Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah yang telah benar janji-Nya dan telah menolong Hamba-Nya, serta mengalahkan golongan-golongan. (Fathul Bari dan Zadul Ma’ad)

Beliau Wafat di Madinah pada tahun 32 H ketika terbunuhnya Ustman bin affan, dalam usia 60 tahun lebih. Yang menshalati beliau adalah Zubair bin awwam, ada yang mengatakan Ammar bin Yasir. Pada malam wafatnya, ia langsung dimakamkan di Baqi’ sebuah pekuburan di Madinah Munawarah. Semoga Allah meridhainya dan menempatkan di surga-Nya