Arsip Tag: artikel alquran

Hadits-hadits Keutamaan Membaca Al-Quran

Keutamaan -keutamaan membaca Al-Quran berdasarkan Kitab Riyadhus-Shalihin buku II

988. Dari Abu Umamah r.a., katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Bacalah olehmu semua akan al-Quran itu, sebab al-Quran itu akan datang pada hari kiamat sebagai sesuatu yang dapat memberikan syafaat – yakni pertolongan – kepada orang-orang yang mempunyainya.”
(Riwayat Muslim)

Maksudnya mempunyainya ialah membaca al-Quran yang di-lakukan dengan mengingat-ingat makna dan kandungannya lalu mengamalkan isinya, mana-mana yang merupakan perintah dilaku-kan dan yang merupakan larangan dijauhi.

989. Dari an-Nawwas bin Sam’an r.a., katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Al-Quran itu akan didatangkan pada hari kiamat nanti, demi-kian pula ahli-ahli al-Quran yaitu orang-orang yang mengamalkan al-Quran itu di dunia, didahului oleh surat al-Baqarah dan surat ali-lmran. Kedua surat ini menjadi hujah untuk keselamatan orang yang mempunyainya-yakni membaca, memikirkan dan mengamalkan.
(Riwayat Muslim)

990. Dari Usman bin Affan r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Sebaik-baik engkau semua ialah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya pula.”
(Riwayat Bukhari)

991. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Orang yang membaca al-Quran dan ia sudah mahir dengan bacaannya itu, maka ia adalah beserta para malaikat utusan Allah yang mulia lagi sangat berbakti, sedang orang yang membacanya al-Quran dan ia berbolak-balik dalam bacaannya-yakni tidak lancar – juga merasa kesukaran di waktu membacanya itu, maka ia dapat memperoleh dua pahala.”
(Muttafaq ‘alaih)

992. Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Perumpamaan orang mu’min yang suka membaca al-Quran ialah seperti buah jeruk utrujah, baunya enak dan rasanyapun enak dan perumpamaan orang mu’min yang tidak suka membaca al-Quran ialah seperti buah kurma, tidak ada baunya, tetapi rasanya manis. Adapun perumpamaan orang munafik yang suka membaca al-Quran ialah seperti minyak harum, baunya enak sedang rasanya pahit dan perumpamaan orang munafik yang tidak suka membaca al-Quran ialah seperti rumput hanzhalah, tidak ada baunya dan rasanyapun pahit.”
(Muttafaq ‘alaih)


993. Dari Umar bin al-Khaththab r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda:
“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat beberapa kaum dengan adanya kitab al-Quran ini – yakni orang-orang yang beriman – serta menurunkan derajatnya kaum yang Iain-Iain dengan sebab al-Quran itu pula – yakni yang menghalang-halangi pesatnya Islam dan tersebarnya ajaran-ajaran al-Quran itu.”
(Riwayat Muslim)

994. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya:
“Tidak dihalalkanlah dengki itu, melainkan terhadap dua macam orang, yaitu: Orang yang diberi kepandaian oleh Allah dalam hal al-Quran, lalu ia berdiri dengan al-Quran itu – yakni membaca sambil memikirkan dan juga mengamalkannya – di waktu malam dan waktu siang, juga seorang yang dikaruniai oleh Allah akan harta lalu ia menafkahkannya di waktu malam dan siang – untuk kebaikan.”
(Muttafaq ‘alaih)

995. Dari al-Bara’ bin ‘Azib r.a., katanya: “Ada seorang lelaki membaca surat al-Kahfi dan ia mempunyai seekor kuda yang diikat dengan dua utas tali, kemudian tampaklah awan menutupinya. Awan tadi mendekat dan kuda itu lari dari awan tersebut. Setelah pagi menjelma, orang itu mendatangi Nabi s.a.w. menyebutkan apa yang terjadi atas dirinya itu. Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Itu adalah sakinah* – ketenangan yang disertai oleh malaikat – yang turun untuk mendengarkan bacaan al-Quran itu.”
(Muttafaq ‘alaih)

Dalam Hadisnya Zaid bin Tsabit r.a., katanya: “Saya berada di samping Rasulullah s.a.w., lalu beliau dilutupi oleh sakinah.” Yang dimaksudkan ialah ketenangan ketika ada wahyu turun pada beliau. Di antaranya lagi ialah Hadisnya Ibnu Mas’ud r.a.: “Tidak jauh bahwa sakinah itu terucapkan pada lisannya Umar r.a.” Ada yang mengatakan bahwa sakinah ialah kedamaian dan ada yang mengatakan kerahmatan.

996. Dari Ibnu Mas’ud r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Barangsiapa yang membaca sebuah huruf dari kitabullah -yakni al-Quran, maka ia memperoleh suatu kebaikan, sedang satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang seperti itu. Saya tidak mengatakan bahwa alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf.”
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

997. Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya orang yang dalam hatinya tidak ada sesuatu apapun dari al-Quran – yakni tidak ada sedikitpun dari ayat-ayat al-Quran yang dihafalnya, maka ia adalah sebagai rumah yang musnah – sunyi dari perkakas.”
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

998. Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash radhiallahu ‘anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Dikatakanlah – nanti ketika akan masuk syurga – kepada orang yang mempunyai al-Quran – yakni gemar membaca, mengingat-ingat kandungannya serta mengamalkan isinya: “Bacalah dan naiklah derajatmu – dalam syurga – serta tartilkanlah – yakni membaca perlahan-lahan – sebagaimana engkau mentartilkannya dulu ketika di dunia, sebab sesungguhnya tempat kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca,” maksudnya kalau membaca seluruhnya adalah tertinggi kedudukannya dan kalau tidak, tentulah di bawahnya itu menurut kadar banyak sedikitnya bacaan.
Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

Keutamaan -keutamaan AlQuran pada hadist-hadist lainnya

Allah memperbolehkan seseorang mempunyai hasad apabila melihat atau menemukan seseorang yang rajin membaca al-qur’an di waktu siang dan malamnya.
“Tidak ada hasad kecuali pada dua hal, yaitu seorang laki-laki yang diberikan karunia Al-Qu’ran oleh Allah dan dia membacanya di malam dan siang hari.” ( Hr.Bukhari Muslim)
Allah Swt memberikan pahala yang besar bagi orang yang membaca kitab-Nya. Sebagaimana Sabda Rasulullah saw :
“ Barangsiapa yang membaca satu huruf dalam Al-Qur’an, maka dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan”. (Hr. Turmudzi)
Seorang yang disibukkan dengan membaca Al-Qur’an hingga lupa untuk meminta kebutuhannya pada Allah, maka akan Allah penuhi kebutuhannya dengan Sesuatu yang terbaik yang Allah berikan kepada orang yang meminta
“Allah swt telah berkata:”Barangsiapa yang disibukkan dengan al’Qur’an dan berdzikir kepada-Ku,hingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka aku akan memberikan apa yang terbaik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan firman Allah atas perkataan makhluk-Nya adalah seperti kautamaan Allah atas semua makhluknya.” (Hr. Turmudzi)

Allah juga akan memberikan syafaat kepada pembaca Al Qur’an.
“ Bacalah al-Qur’an. Sesungguhnya Al-Qur’an itu akan datang memberikan syafa’at kepada pembacanya pada hari Kiamat”. Hr.Muslim)
Rumah yang dimakmurkan dengan dibacakan al-Qur’an di tempat tersebut pun akan diberi keutamaan yang indah,
“ terangilah rumah-rumah kalian dengan sholat dan membaca Al’Qur’an”.
Rumah yang didalamnya di baca Al-Qur’an akan terlihat oleh penduduk langit seperti terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi”.(Hr.Baihaqi)

Keutamaan lainnya dari membaca al-Qur’an ini adalah, aktivitas ini merupakan aktivitas yang terbaik dari aktivitas ibadah lainnya. Sebagaimana Hadits dari Nu’man bin Basyir :
“ Sebaik-baik ibadah umatku adalah membaca Al’Qur’an” (Hr.Baihaqi).
Imam Baihaqi juga meriwayatkan dari Samurah bin Jundub :
”Setiap pengajar senang jika ajarannya diamalkan. Dan ajaran Allah adalah al-Qur’an.Maka janganlah kalian berseteru dengannya”.
Juga sebuah hadits dari Ubaidah al-makki secara marfu dan mauquf:
“wahai para pengemban al-Qur’an, janganlah kalian menjadikan Al-Qur’an sebagai bantal. Bacalah Al-Qur’an itu dengan sebenarnya siang dan malam hari dan sebarkanlah serta renungilah apa yang ada didalamnya.Semoaga kalian bahagia”.(Hr.Baihaqi)

Keutamaan-keutamaan AlQuran

“Dan demikianlah kami wahyukan kepadamu wahyu (al-Qur’an) dengan perintah kami, Sebelumnya kamu tidak mengetahui apakah al-Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan al-Qur’an itu cahaya, yang kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya Kami benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (TQS. As-Syu’ara (42) : 52)

Semoga Bermanfaat !!

References :
@ Samudera Ulumil Qur’an (Terjemah Kitab Al-itqan Fii Ulumil Qur’an) Karya Imam Jalaludin As Suyuthi. PT.Bina ilmu.

@ Kitab Riyadhus-Shalihin buku II

http://www.wahdah.or.id/wis/index.php?option=com_content&task=view&id=1192&Itemid=191

Mukjizat Al-Qur’an yang terlupakan

alquran

Mukjizat Al-Qur’an

Allah Swt berfirman:
“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al- Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) – dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Al-Baqarah: 23-24)

Begitu tingginya kandungan Al-Qur’an, baik dari sisi tata bahasa, isi, kolerasi dengan ilmu pengetahuan modern dan kesesuaiannya untuk diterapkan dalam setiap kondisi dan zaman, sehingga sampai saat ini, tantangan Allah Swt terhadap semua makhluk, untuk membuat yang semisal satu surat saja dalam Al-Qur’an, baik pendek apalagi panjang, tidak akan pernah ditaklukkan oleh siapa pun. Bahkan hingga hari kiamat kelak.

Seorang Mirza Gulam Ahmad, yang mengaku-ngaku sebagai nabi, untuk membuktikan bahwa dia menerima wahyu dari Tuhan, hanya bisa membajak dan memalsukan ayat-ayat yang terdapat dalam Al-Qur’an dan menambah-nambahnya sesuka hati, sehingga seorang mukmin yang paham Al-Qur’an, pasti tahu bahwa itu hanyalah kebohongan besar atas ayat-ayat Allah Swt. Seperti ungkapannya dalam kitab tadzkirah –kitab suci Ahmadiyah, “Dia-lah yang mengutus rasul-Nya Mirza Gulam Ahmad dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama semuanya.” (Haqiqatul Wahyi: hal. 71). Kutipan ini adalah bajakan dari Al-Qur’an surat Ash-Shaff ayat 9.

bintangSebagai umat islam, sepatutnya kita banyak bersyukur karena memiliki kitab suci yang dijaga kemurniannya hingga hari kiamat kelak, sedikitpun perubahan yang berulang kali diuji cobakan musuh-musuh islam untuk mengubah cetakan Al-Qur’an, pasti ketahuan, karena Allah Swt telah berfirman, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr: 9) Inilah salah satu di antara masih banyak lagi mukjizat Al-Qur’an.

Kalau kita pernah takjub dengan dahsyatnya mukjizat Nabi Musa as membelah lautan dengan tongkatnya, Nabi Ibrahim tidak terbakar dipanggang api, Nabi Isa mampu menghidupkan orang mati dan menyembuhkan berbagai macam penyakit, Nabi Daud bisa melunakkan besi dengan tangan kosong, Nabi Sulaiman dapat menundukkan angin, jin dan para binatang, maka itu belumlah seberapa bila dibandingkan dengan mukjizat Nabi kita Muhamad Saw, sebagai penghulu para nabi dan rasul, terutama dengan mukjizat terbesar beliau berupa Al-Qur’an.

Lalu, mengapa kini kita tidak terbelalak takjub ketika membaca Al-Qur’an, mendengarnya dan memperdengarkannya kepada orang lain? Apakah ada yang salah dengan Mukjizat ini? Mukjizat yang sama –dan tidak pernah akan berubah- dengan yang diturunkan kepada Nabi dan para sahabatnya, yang dapat melunakkan hari keras seorang Umar bin Khaththab ra dari pembenci Islam, menjadi pejuang dan orang terbaik Islam.

Sungguh tidak ada yang salah dengan Al-Qur’an, ia tetaplah Al-Qur’an yang sama dengan yang diturunkan kepada generasi pertama umat ini, yang telah mengubah milyaran manusia tiap zaman untuk menyembah Allah, membawa mereka menjadi umat terdepan di sejarah peradaban manusia. Justru, kitalah yang keliru berinteraksi dengan firman Allah ini. Ibarat anak kecil atau orang bodoh yang diperintahkan mengoperasikan senjata nuklir, tentu ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena tidak mengerti, demikian pula kondisi kita kini. Al-Qur-an yang merupakan senjata mukmin untuk meraih kemenangan di dunia dan akhirat, justru tidak dipahami, hanya dijadikan hiasan dinding, pembuka acara pernikahan, pengantar ta’ziah kematian, bahkan membacanya pun kita masih terbata-bata.

bism007-hOleh karena itu, marilah kita kembali kepada Al-Qur’an, mengingat Nabi kita pernah ber-sabda, “Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selamanya, jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah Al-Qur’an dan Sunah Rasulullah Saw.”

Allah Swt sebagai pencipta kita tentu lebih tahu apa yang harus kita ikuti dan apa yang mesti kita tinggalkan, maka, barang siapa yang mengikuti tuntunan-Nya niscaya ia akan beruntung dan barang siapa berpaling dan mendustakan ayat-ayat-Nya, apalagi tidak mengakuinya, maka bersiaplah memper-tanggung jawabkan keangku-hannya itu di hadapan Tuhan Penguasa seluruh alam, Yang Maha Mengampuni dosa, Menerima Taubat, dan amat pedih siksa-Nya.

“Bacalah Al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat (penolong) bagi orang-orang yang membaca-nya.” (HR. Muslim)

Wallahu a’lam bishshawab.
(Al-Bayan)

Berlomba-lomba Menabung pahala dengan Al-Qur’an

taman

Berlomba-lomba Menabung pahala dengan Al-Qur’an
“…dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”
(Al-Muthaffifin: 26)

Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan, tiap-tiap kebaikan dikalikan sepuluh kebaikan, aku tidak mengatakan alif lam mim satu satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Mari kita merenungkan hadits Rasulullah di atas. Jika seseorang bisa membaca 1 lembar saja dalam satu hari, maka 1 lembar (mushaf utsmani) yang ±700 huruf sama dengan 7.000 kebaikan. Kalau kita menghargai satu kebaikan Allah dengan Rp. 1000,- saja, seperti kita memberi balasan kebaikan seorang tukang parkir yang telah mengarahkan mobil kita, atau seorang pengamen yang bersenandung di hadapan kita, maka sudah 7.000 kebaikan x Rp. 1.000,- sama dengan Rp. 7.000.000,- untuk satu lembar Al-Qur’an yang kita baca. Dan, adakah orang yang mampu membayar kita membaca buku tertentu dalam beberapa menit dengan Rp. 7.000.000,- ?.. Dan alangkah murahnya apabila kita hanya menghargai kebaikan Allah hanya dengan seribu rupiah. Dan itu, hanya untuk beberapa menit waktu yang kita butuhkan untuk membaca satu lembar Al-Qur’an.

Apabila kita istiqamah membaca satu lembar itu setiap hari selama setahun, 7000 kebaikan dikalikan 1 tahun (365 hari) sama dengan 2.555.000 kebaikan Allah Swt, yang telah dijanjikan-Nya bagi orang-orang yang membaca firman-Nya.

uangApabila kita memulainya dari umur 25 thn dan kita diberi umur 60 thn, maka 35 thn x 2.555.000=89.425.000 pahala kebaikan Allah. Jika 2 lembar sehari, maka =178.850.000 tabungan kebaikan, ditambah kemurahan Allah bagi hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Belum lagi bila kita mengajarkannya kepada orang lain, maka setiap pahala yang dia peroleh akan kita terima juga, tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikitpun.

Demikian juga jika kita menjadi sebab orang lain bisa belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, memberi informasi belajar Al-Qur’an, mengajarkan Al-Qur’an, karena Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa mempelopori kebaikan dalam agama Islam, maka baginya pahala kebaikan tersebut dan pahala orang yang mengikutinya sesudahnya, tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikitpun, dan barang siapa mempelopori keburukan, maka baginya dosa perbuatan itu dan dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim)

Oleh sebab itu, mari kita kembali merenungkan keutamaan Al-Qur’an, keutamaan belajar Al-Qur’an, mengajarkannya, dan menyebarkannya bagi saudara-saudara kita, walaupun sekedar informasi belajar Al-Qur’an, di manapun ia berada. Semoga Allah mempermudah langkah-langkah kita menuju kebaikan-kebaikan yang dijanjikan-Nya, amin.
(Al-Bayan)

Lembaga Privat Belajar Baca Al-Qur’an Al-Bayan

alquan4

Lembaga Belajar Baca Al-Qur’an Al-Bayan

Apakah Anda masih merasakan sulitnya belajar Al-Quran? Kalau jawabannya, “YA” maka kami dari Lembaga Belajar Privat Al-Quran Al-Bayan berusaha ingin membantu Anda, dengan metode yang mudah, simple, sistematis dan sudah teruji, insyaAllah

Membuka Kesempatan Privat Belajar Cepat Baca Al-Qur’an & Tahsin Tilawah Metode Al-Bayan

“Bersama Memberantas Buta Huruf Al-Qur’an”

Rasulullah Saw. bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.”(HR. Bukhari)

“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat kelak, sebagai syafaat (penolong) bagi orang yang membacanya.”(HR.Muslim)

“Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan, tiap-tiap kebaikan dikalikan sepuluh kebaikan, aku tidak mengatakan alif lam mim satu satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.”(HR. Tirmidzi)

Program Privat Belajar Al-Qur’an di rumah atau kantor

  • Paket satu: Belajar Cepat Baca Al-Qur’an system 6 jam.
  • Paket dua: Tahsin Tilawah (Memperbaiki bacaan Al-Qur’an) bagi yang sudah bisa membaca Al-Qur’an tapi belum sesuai dengan kaidah tajwid.
  • Plus Kajian Islam, bagi kedua paket belajar.

Persyaratan

  • Muslim
  • Muslimah
  • Belum bisa baca Al-Qur’an
  • Ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an

Tenaga Pengajar

Insya Allah diisi oleh para Ustadz kompeten di bidangnya, mahasiswa Universitas Ibnu Su’ud cabang Arab Saudi (LIPIA) di Jakarta, lulusan pondok pesantren pilihan di Indonesia.

kc_violet_splendor

Waktu Pertemuan

2 kali pertemuan setiap minggu, pilihan waktu: senin sampai jum’at, siang sampai malam, atau sabtu dan minggu, pagi sampai malam. Pilihan waktu bisa disesuaikan dengan jadwal yang dimiliki peserta dan pemateri . Setiap pertemuan kurang lebih satu setengah jam. Satu paket 8 kali pertemuan.

Keunggulan

  • Metode Al-Bayan lebih menekankan praktek daripada teori.
  • Mempersedikit hapalan.
  • Sistematis dalam pengelompokan huruf.
  • Berusaha memberikan yang terbaik bagi peserta didik.
  • Jalan mudah belajar membaca Al-Quran dengan cepat dan tepat.
  • Sederhana cara mempelajarinya.
  • Lebih cepat bagi yang sudah dewasa dan belum bisa baca Al-qur’an.

Infaq Peserta

Jumlah Peserta Biaya Bimbingan, Modul dan Transport Pemateri
1 Orang

2 Orang

3 Orang

4 Orang

450.000

230.000/peserta

190.000/peserta

150.000/peserta

Pendaftaran bisa melalui sms ke 085216777857 atau telepon ke sekretariat kami di 021-99289242. Jl. Bumi Raya no. 5 Duren Sawit Jaktim 13440.

Forward kepada teman-teman Anda, barangkali mereka membutuhkannya.