Bulan Rajab; Adakah keutamaan dan fadhilah khusus beribadah beribadah di dalamnya?

Tidak ada undang-undang agama yang valid tentang puasa khusus berkenaan dengan bulan Rojab. Kalau anda dapat menyebutkan peraturan agama yang sah berupa hadits dan atsar tentang puasa di salah satu bulan asyhurul hurum ini, maka anda harus bisa menyebutkan derajat validitas hadits dan atsar tersebut.

Adapun berpuasa sunnah lainnya dalam bulan Rojab, maka itu adalah hal berbeda. Seperti bershaum Senin-kamis, shaum nabi Dawud dan shaum-shaum lain-nya.

Bulan Rajab salah satu di antara bulan-bulan yang dihormati, dalam Al-Qur’an disebut sebagai Asyhurul Hurum, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Dalam bulan-bulan tersebut, kaum muslimin dilarang mengadakan peperangan.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram . Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa’ .(QS At-Taubah: 36)

Ada yang berpendapat bahwa bulan Rajab memiliki bermacam keutamaan lalu menganjurkan kaum muslimin untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu agar mereka dapat meraih fadhilah atau keutamaan tersebut. Tapi, banyak di antara hadits-hadits yang mendasari seruan keutamaan/fadilah itu yang mendapatkan kritik, sehingga hal ini melahirkan perbedaan pendapat di kalangan ahli ilmu.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Dari Anas bin Malik RA, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo’a, “Allahumma Baarik Lanaa Fii Rajab Wa Sya’baan Wa Ballighnaa Ramadhan” (Yaa Allah, Anugerahkanlah kepada kami barakah di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan) (HR Ahmad dan Bazzar)

Inilah hadits paling masyhur yang berbicara tentang keutamaan bulan Rajab. Namun hadis ini menurut Ibnu Hajar tidak kuat. Demikian juga dengan hadits berikut ini: “Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban adalah bulanku (Rasulullah SAW) dan Ramadhan adalah bulan ummatku”

Hadits ini oleh para muhaddits disebutkan sebagai hadits palsu dan munkar. Sedangkan hadis-hadis yang lainnya yang berkaitan dengan keutamaan-keutamaan bulan Rajab, tak ada satu pun hadis yang dapat dijadikan hujjah.

Dalam kitab Iqthidho Shirotil Mustaqim, Ibnu Taimiyah berkata, “Tidak ada satu keterangan pun dari Nabi SAW berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab, bahkan keumuman hadis yang berkaitan dengan hal tersebut merupakan hadis-hadis palsu.” (Iqthidho Shirotil Mustaqim, 2/624)

Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, “Tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan keutamaan bulan Rajab, tidak juga berkaitan dengan shaumnya, atau pun berkaitan dengan sholat malam yang dikhususkan pada bulan tersebut. Yang merupakan hadis shohih yang dapat dijadikan hujjah.” (Risalah Tabiyinul ‘Ajab hal. 3)

Imam An-Nawawi, salah seorang tokoh ulama besar di mazhab Asy-Syafi’i mengatakan bahwa tidak ada nash yang tsabit yang melarang puasa pada bulan Rajab, tidak ada nash yang menyunnahkannya dan asal hukum puasa di luar Ramadhan adalah sunnah (mandub), boleh dilakukan kapan saja di luar hari-hari yang dilarang.

—————————————
penyesuaian dari: http://www.mail-archive.com/media dakwah@yahoogroups.com, picts taken from: http://www.r1s2.com/vb/showthread..php?t=711

sumber : http://masbadar.com

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s